Masih Dipercaya Hingga Kini, 6 Mitos di Masyarakat Kabupaten Kudus, Tidak Boleh Menikahi Orang Jepara?

JATENG.AKURAT.CO, Masih Dipercaya Hingga Kini, 6 Mitos di Masyarakat Kabupaten Kudus, Tidak Boleh Menikahi Orang Jepara?
Di Indonesia masyarakatnya masih percaya dengan adanya mitos. Bahkan kepercayaan akan suatu mitos di daerah tertentu dibawa sampai ke anak cucunya.
Demikian pula di Kabupaten Kudus, ada beberapa mitos yang masih santer beredar disana. Bahkan salah satunya berkaitan dengan sosok Presiden.
Baca Juga: Menjelajahi Gua Wareh, Wisata Alam Andalan Sukolilo Pati, Mitosnya Jadi Tempat Semar Bersemedi
Walaupun sebenarnya mitos ini tercipta agar masyarakat setempat tidak melakukan sesuatu yang tabu atau merugikan.
sejumlah mitos berbau larangan dan anjuran yang bagi sebagian masyarakat masih diyakini kebenarannya.
Namun, ada sebagian yang tidak sepenuhnya percaya namun tetap melakukannya karena faktor budaya.
Berikut ini ada 6 Mitos Masyarakat yang Ada di Kabupaten Kudus yang masih dipercaya hingga kini.
- Orang Kudus Dilarang Menyembelih Sapi
Hingga kini sebagian warga masih percaya dengan mitos tidak boleh menyembelih sapi. Warga yang memiliki hajat atau yang ingin berkurban tidak menyembelih sapi, melainkan kerbau.
Mitos tersebut sebenarnya berawal dari larangan Sunan Kudus kepada pemeluk Islam untuk tidak menyembelih sapi.
saat awal mula melakukan dakwah di Kudus. Larangan tersebut sebagai bentuk toleransi untuk menghormati masyarakat Hindu di Kudus yang mengkeramatkan hewan sapi.
- Hewan Ternak Bisa Gemuk Kalau Dikasih Makan Nasi Jangkrik
Nasi Jangkrik adalah nasi yang dibungkus dengan daun jadi dan di dalamnya terdapat lauk daging kerbau. Nasi tersebut dibagikan saat haul Sunan Kudus.
Hingga kini tradisi tersebut masih dilaksanakan. Saat pembagian Nasi Jangkrik, ribuan warga dari sejumlah daerah mengantri untuk mendapatkan.
Nasi tersebut, selain dipercaya memberi keberkahan ketika dimakan seseorang, juga bisa memberi keberkahan pada tanaman dan hewan ternak.
Nasi Jangkrik yang dikeringkan menjadi nasi aking, ditaburkan ke tanaman dengan harapan bisa subur. Selain itu, nasi aking itu jika dicampurkan ke makanan ternak akan membuatnya gemuk dan sehat
- Orang Kudus Dilarang Memperistri Orang Jepara
Mitos ini sudah sangat jarang berlaku bagi masyarakat di Kudus. Namun, ada sebagian kecil masyarakat yang masih mempercayai mitos larangan mempersunting gadis asal Jepara.
Bagi sebagian kecil masyarakat tersebut, larangan pria Kudus mempersunting gadis Jepara masih berlaku.
Jika larangan tersebut dilanggar, hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi.
Mitos ini, konon katanya berawal dari perseteruan antara Sunan Kudus dengan Ratu Kalinyamat.
Perseteruan tersebut menurut cerita yang berkembang di masyarakat, terkait polemik perebutan kekuasaan setelah Sultan Demak mangkat.
- Presiden yang Berkunjung ke Kabupaten Kudus Bisa Lengser dari Jabatannya
Mitos ini juga masih sangat dipercaya masyarakat Kudus hingga sekarang.
Bahkan, batalnya Presiden Joko Widodo yang akan berkunjung ke Kota Kudus tempo hari, dinilai sebagian masyarakat karena takut akan mitos tersebut.
Mitos ini bermula konon ketika Sunan Kudus membuat Rajah Kalacakra untuk melindungi muridnya, Arya Penangsang.
Rajah tersebut juga konon saat ini berada di gapura masuk komplek Masjid Menara Kudus. Penguasa yang melintasi gapura itu dipercaya sebagian masyarakat akan lengser.
Beberapa presiden yang lengser dari kekuasaannya, antara lain Bung Karno dan Gus Dur, dipercaya sebagian masyarakat karena mereka pernah berkunjung menginjakan kakinya di Kudus.
- Ibu Hamil yang Makan Buah Parijoto, Anaknya akan Ganteng atau Cantik
Mitos yang satu ini bukan larangan, namun justru sebagai anjuran. Masyarakat Kudus yang sedang hamil dianjurkan untuk memakan buah Parijoto.
Buah berwarna ungu dan merah muda tersebut diyakini sebagian masyarakat bisa membuat bayi yang akan dilahirkan menjadi rupawan.
Hingga kini, buah tersebut masih sangat mudah ditemukan di sekitar komplek Makam Sunan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Banyak pedagang yang menjajakan buah tersebut di sekitar makam Sunan Muria. Tanaman Parijoto masih banyak tumbuh di Pegunungan Muria.
- Tidak Boleh Menyebutkan Nama Tokoh Pewayangan Saat Mandi di Puncak Songolikur
Puncak Songolikur di Pegunungan Muria menawarkan pesona alam yang membuat banyak orang berdecak kagum.
khususnya bagi para pendaki gunung. Pendaki tidak hanya datang dari Kudus dan sekitarnya, namun juga sejumlah daerah di Indonesia.
Para pendaki biasanya diperingatkan warga sekitar lereng Puncak Songolikur untuk tidak mengucap nama-nama wayang.
Baca Juga: Liburan Seru di Blora Anti Mainstream? Ini Dia 5 Destinasi Wisata Keren 2024 yang Wajib Dikunjungi
Misalnya, gareng, semar, bagong, arjuna, petruk, dan nama-nama tokoh pewayangan lainnya. Masyarakat meyakini, jika dalam pendakian ke puncak seseorang melakukannya, akan mendapat marabahaya.
Terlepas dari itu semua, di zaman modern ini kepercayaan akan mitos tersebut masih ada yang dipercaya namun ada juga yang hilang seiring perkembangan zaman.
Itulah ulasan menarik tentang 6 Mitos Masyarakat yang Ada di Kabupaten Kudus, salah satunya tidak boleh menikahi orang Jepara. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










