Jateng

Profil Instagram Botok Pati, Jejak Perjalanan Aktivis yang Jadi Sorotan Jelang Demo 27 Agustus di Jakarta

Arixc Ardana | 25 Agustus 2026, 18:27 WIB
Profil Instagram Botok Pati, Jejak Perjalanan Aktivis yang Jadi Sorotan Jelang Demo 27 Agustus di Jakarta
Supriyono alias Botok Pati kini tengah menjadi perhatian publik, terutama di media sosial.

JATENG.AKURAT.CO, Nama Supriyono alias Botok Pati kini tengah menjadi perhatian publik, terutama di media sosial.

Tokoh penggerak Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tersebut dikenal sebagai aktivis yang vokal menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Namanya kembali mencuat menjelang rencana aksi AMPB di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026.

Dari Pati, Botok berupaya membawa sejumlah aspirasi masyarakat ke tingkat nasional.

Perjalanan Botok menuju aksi tersebut tidak sepenuhnya mulus. Ia mengaku menghadapi sejumlah tekanan, termasuk persoalan rekening bank yang disebut tidak dapat digunakan.

Di sisi lain, terdapat pula informasi mengenai gangguan yang dialami sebagian massa yang hendak bergabung dalam perjalanan menuju Jakarta.

Meski demikian, Botok menyatakan tetap melanjutkan agenda aksi. Tekanan yang muncul tidak membuatnya menghentikan langkah untuk menyuarakan tuntutan yang dibawa AMPB.

Siapa Botok Pati?

Botok merupakan nama yang lebih dikenal publik untuk Supriyono.

Ia merupakan salah satu tokoh penggerak AMPB, kelompok masyarakat yang berkembang dari gerakan menyuarakan persoalan-persoalan di Kabupaten Pati.

Sebagai aktivis, Botok dikenal aktif turun ke lapangan dan menyampaikan kritik secara terbuka.

Namanya semakin dikenal setelah AMPB terlibat dalam berbagai aksi yang menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati.

Karakter vokal tersebut kemudian membuat Botok menjadi salah satu figur yang kerap muncul ketika terjadi aksi atau konsolidasi masyarakat di Pati.

Pernah Mendukung Sudewo

Jejak Botok dalam dinamika politik Pati juga cukup menarik. Pada Pilkada Pati 2024, ia disebut pernah berada di barisan pendukung Sudewo, Bupati Pati.

Namun, sikap tersebut kemudian berubah. Setelah kontestasi politik berakhir, Botok justru tampil sebagai salah satu pengkritik pemerintahan Sudewo.

Perubahan posisi itu terjadi ketika ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah daerah tidak lagi sejalan dengan kepentingan masyarakat.

Dari sinilah aktivitas Botok bersama kelompok masyarakat semakin intensif.

AMPB kemudian berkembang menjadi wadah konsolidasi warga dan tokoh masyarakat yang mengawal berbagai persoalan di Kabupaten Pati.

Dari Kritik Kebijakan hingga Desakan Pergantian Bupati

Nama Botok semakin mencuat ketika AMPB menggelar aksi besar di Pati.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang menuai penolakan masyarakat.

Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi desakan agar Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya.

Botok menjadi salah satu figur yang berada di garis depan gerakan tersebut.

Bahkan, ketika DPRD Pati memutuskan tidak memakzulkan Sudewo pada 31 Oktober 2025, aksi massa kembali berlangsung dan berujung pada persoalan hukum.

Supriyono bersama Teguh Istiyanto kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan aksi tersebut.

Pada 5 Maret 2026, Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa pengawasan selama 10 bulan kepada keduanya.

Dengan status hukuman percobaan tersebut, mereka tidak perlu menjalani hukuman di dalam penjara selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

Mengaku Pernah Ditawari Uang dan Jabatan

Dalam perjalanan gerakan menentang pemerintahan daerah, Botok juga pernah menyampaikan klaim bahwa dirinya sempat mendapat tawaran proyek, uang operasional hingga jabatan agar menghentikan aksi penuntutan terhadap Sudewo.

Botok menyatakan menolak tawaran tersebut.

Sikap itu menjadi bagian dari citra yang dibangun Botok sebagai aktivis yang mengklaim tetap mempertahankan tuntutannya meskipun menghadapi tekanan.

Namun, berbagai pernyataan tersebut merupakan klaim Botok yang perlu dilihat berdasarkan bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Kini Bawa AMPB ke Jakarta

Setelah bergerak di tingkat daerah, Botok kini membawa AMPB ke panggung yang lebih luas.

AMPB berencana menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Agenda utama yang dibawa adalah mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta mendorong pemberian hukuman berat terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

Tim perintis AMPB disebut telah berada di Jakarta sejak 21 Agustus 2026. Mereka melakukan konsolidasi dan mempersiapkan dukungan massa untuk aksi tersebut.

Botok juga mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut menyampaikan aspirasi dalam aksi tersebut.

Ia menempatkan isu pemberantasan korupsi sebagai salah satu alasan utama gerakan AMPB memperluas perjuangan dari Pati ke Jakarta.

Mengaku Menghadapi Tekanan

Menjelang aksi 27 Agustus, perjalanan Botok kembali menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai rekening bank miliknya yang tidak dapat digunakan.

Botok menyebut terdapat dana sekitar Rp80 juta yang berkaitan dengan rekening tersebut.

Ia mengaitkannya dengan dana pribadi dan donasi yang dipersiapkan untuk kebutuhan aksi.

Namun, Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi bahwa tindakan yang dilakukan bukan pemblokiran rekening, melainkan penundaan transaksi dalam rangka penyelidikan.

Di tengah persoalan tersebut, muncul pula informasi mengenai adanya gangguan terhadap sebagian massa yang hendak menuju Jakarta.

Kondisi itu menambah perhatian terhadap persiapan aksi AMPB. Meski menghadapi berbagai persoalan, Botok menyatakan tidak akan menghentikan langkahnya.

Dari Pati, Botok Tak Mundur

Perjalanan Supriyono alias Botok memperlihatkan dinamika seorang aktivis lokal yang kemudian menjadi perhatian di tingkat nasional.

Ia pernah berada di barisan pendukung Sudewo, tetapi kemudian berbalik menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap pemerintahan tersebut. Dari gerakan di Pati, Botok bersama AMPB kini membawa isu pemberantasan korupsi dan RUU Perampasan Aset ke Jakarta.

Tekanan yang muncul menjelang aksi tidak membuat Botok menyatakan mundur. Ia tetap mendorong massa AMPB untuk berkonsolidasi dan menyampaikan aspirasi melalui aksi pada 27 Agustus.

Bagi Botok, perjalanan dari Pati menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan lokasi aksi. Langkah tersebut menjadi upaya membawa suara yang selama ini disuarakan di tingkat daerah ke panggung nasional.

Kini perhatian publik tertuju pada aksi 27 Agustus 2026 dan sejauh mana Botok bersama AMPB mampu mengawal tuntutan tersebut di hadapan DPR RI.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.