Jateng

Kemenangan Telak! Roger Bonet Menang Lawan PSIS di FIFA, Ungkap Fakta di Balik Layar

Theo Adi Pratama | 2 Juni 2026, 10:58 WIB
Kemenangan Telak! Roger Bonet Menang Lawan PSIS di FIFA, Ungkap Fakta di Balik Layar

JATENG.AKURAT.CO, Bek asal Spanyol yang akrab disapa Ruxi ini akhirnya bisa bernapas lega.

Setelah berbulan-bulan menanti keadilan, keputusan FIFA akhirnya berpihak padanya, membuktikan bahwa klub Mahesa Jenar terbukti lalai dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

Akhir Penantian Panjang: Kebenaran Tak Bisa Disembunyikan

Perjalanan panjang bek asal Spanyol ini akhirnya menemui babak akhir yang manis.

Roger Bonet Badia, yang lebih populer dengan sapaan Ruxi, mengumumkan kemenangannya dalam sidang sengketa gaji melawan mantan klubnya, PSIS Semarang, di badan sepak bola dunia, FIFA.

Tak hanya sekadar kemenangan, ia juga mengungkap adanya fitnah yang dialami bersama rekannya, Evandro Brandao, selama proses pengadilan.

"Setelah berbulan-bulan, akhirnya kebenaran terungkap," tulisnya dalam pernyataan resmi di akun media sosialnya, seraya menyebut bahwa ia dan Brandao dituding tidak profesional, namun tuduhan itu dipatahkan oleh FIFA.

Kekalahan di Lapangan, Kemenangan di Meja Hijau

Ruxi yang kini membela Madura United, harus merasakan pahitnya berpisah dengan PSIS pada April 2025 karena dugaan tunggakan gaji yang berlarut-larut.

Dalam kurun waktu sembilan bulan, ia mengaku tak pernah menerima kabar pasti terkait haknya.

Akhirnya, ia melaporkan klub kebanggaan Kota Lumpia tersebut ke FIFA. Langkah itu tak sia-sia.

Dalam unggahannya, Ruxi menyertakan potongan resmi dari FIFA yang menyatakan: "PSIS Semarang belum memenuhi kewajiban finansialnya terhadap Roger Bonet Badia."

Sanksi FIFA Menghantam Klub

Tak hanya Ruxi yang merasakan dampaknya, PSIS Semarang pun harus menanggung konsekuensi berat.

Organisasi sepak bola dunia telah menjatuhkan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru hingga tiga periode transfer.

Sanksi ini tercatat pada 28 Mei 2026 dan berdampak langsung pada persiapan Mahesa Jenar untuk kompetisi mendatang, di mana mereka tidak dapat merekrut amunisi baru dalam waktu yang cukup lama.

Manajemen PSIS era baru yang dipimpin Fariz Julinar mengaku telah mengetahui masalah ini dan berjanji akan menyelesaikan akar permasalahan dari era manajemen lama.

Harapan untuk Perubahan: Pesan untuk Pemain dan Liga

Kemenangan ini bukan hanya soal uang yang diterima, tetapi juga tentang prinsip.

Ruxi berharap kisahnya bisa menjadi pelecut bagi pemain-pemain Indonesia yang mengalami nasib serupa.

Ia mendorong mereka untuk tidak takut bersuara dan memperjuangkan haknya.

Lebih dari itu, ia juga menyoroti peran liga yang dinilai sering menutup mata.

"Saya berharap dapat melihat solusi yang lebih efektif dari liga, yang terlalu sering memilih untuk menutup mata terhadap situasi seperti ini," tegasnya.

Di balik kepahitan, ia tetap mendoakan kesuksesan PSIS Semarang dan berterima kasih kepada para suporter yang setia mendukungnya selama proses yang melelahkan ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.