Soufiane Rahimi, bintang pertandingan, menjadi pahlawan bagi Maroko dengan mencetak kedua gol untuk timnya, yang keduanya terjadi menjelang dan setelah jeda.
Gol pertamanya tercipta tepat sebelum turun minum, dan gol kedua, yang berasal dari penalti enam menit setelah babak kedua dimulai, meningkatkan keunggulan Maroko menjadi 2-0.
Baca Juga: Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, Pertanyakan Keputusan VAR dalam Kekalahan dari Madura United di Piala Presiden 2024 Argentina, yang baru-baru ini meraih gelar Copa America ke-16 dan juara Piala Dunia FIFA 2022, mencoba bangkit dengan gol dari Giuliano Simeone pada menit ke-68.
Tampaknya mereka akan menyamakan kedudukan melalui Christian Medina di menit ke-16 dari waktu tambahan, tetapi gol tersebut memicu kontroversi yang berujung pada invasi lapangan oleh para penggemar Maroko.
Situasi di lapangan menjadi tegang dan permainan terhenti hampir dua jam, dengan para penonton akhirnya diminta meninggalkan stadion untuk melanjutkan pertandingan tanpa penonton.
Keputusan VAR untuk menganulir gol Medina karena offside menjaga keunggulan Maroko, memastikan mereka mempertahankan kemenangan yang mengejutkan ini.
Baca Juga: Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih dalam Batas Aman
Kejadian ini mengingatkan pada kekalahan mengejutkan Argentina dari Arab Saudi di Piala Dunia 2022, di mana meskipun kekalahan awal, Argentina berhasil meraih kejayaan akhir.
Namun, kekalahan ini menambah tantangan bagi Argentina untuk bangkit kembali dalam turnamen ini.
Dengan kemenangan ini, Maroko untuk sementara menempati puncak klasemen Grup B, sementara Argentina harus mengkaji kembali strategi mereka untuk pertandingan mendatang di Olimpiade Paris 2024.
Kejutan dan drama ini hanya menambah panasnya kompetisi yang sudah sengit di awal turnamen.