Jateng

UGM, Indosat, dan NVIDIA Resmikan Pusat AI Pertama Berbasis Kampus di Indonesia

Muhammad Husni Mushonifi | 14 Agustus 2026, 19:38 WIB
UGM, Indosat, dan NVIDIA Resmikan Pusat AI Pertama Berbasis Kampus di Indonesia

JATENG.AKURAT.CO, Pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia memasuki babak baru. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC).

Pusat teknologi tersebut menjadi pusat AI berbasis universitas pertama di Indonesia yang secara khusus diarahkan untuk memperkuat riset, inovasi, sekaligus pengembangan talenta digital. Kehadirannya merupakan bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) yang mempertemukan pemerintah, akademisi, industri, serta perusahaan teknologi global.

Baca Juga: Indosat Gandeng Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Bangun Platform Infrastruktur AI Skala Regional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, keberadaan pusat teknologi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kemandirian AI nasional. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menghasilkan inovasi AI yang dapat memberikan kontribusi di tingkat global.

UGM Indosat NVAITC didukung teknologi full-stack AI NVIDIA dan GPU Merdeka, layanan sovereign GPU-as-a-Service milik Indosat. Infrastruktur tersebut memungkinkan mahasiswa dan peneliti UGM memperoleh akses terhadap komputasi berperforma tinggi, perangkat lunak AI, model terlatih, kerangka pengembangan, pelatihan, pendampingan teknis, hingga peluang kolaborasi dengan industri.

Tidak hanya menyediakan infrastruktur, pusat teknologi ini juga membuka akses bagi peneliti Indonesia untuk terhubung dengan jaringan pakar AI internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pertukaran pengetahuan sekaligus menghasilkan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan bahwa pengembangan AI harus memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan UGM dan NVIDIA, Indosat ingin memperluas akses terhadap teknologi serta keahlian AI bagi peneliti, mahasiswa, startup, dan para inovator.

Sementara itu, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA Marc Hamilton menilai Indonesia memiliki potensi besar karena didukung komunitas peneliti dan pengembang yang terus berkembang. Menurutnya, AI dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan strategis, mulai dari kesehatan dan pertanian hingga mitigasi bencana.

Dengan dukungan kemampuan riset multidisiplin UGM dan ketersediaan data lokal, UGM Indosat NVAITC akan diarahkan menjadi pusat pengembangan AI terapan. Sejumlah bidang strategis yang berkaitan dengan kebutuhan nasional menjadi prioritas pada tahap awal pengembangan.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah eNose-TB, teknologi berbasis AI untuk membantu proses skrining tuberkulosis. Selain itu, terdapat SmartAgri, yang menggabungkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan sektor pertanian di wilayah beriklim tropis.

Pusat teknologi tersebut juga mengembangkan Tech4Disaster, platform AI geospasial yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam memprediksi, memitigasi, dan menangani bencana.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia mengatakan, UGM berkomitmen memperkuat pendidikan, penelitian, dan inovasi AI yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran NVAITC sekaligus memperluas akses mahasiswa dan peneliti terhadap infrastruktur AI berteknologi tinggi serta keahlian global.

Peneliti utama tim riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, menambahkan bahwa dukungan infrastruktur dan keahlian AI berstandar internasional akan membantu peneliti mempercepat proses pengembangan teknologi kesehatan. Harapannya, inovasi tersebut dapat menghasilkan solusi kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.

Peluncuran UGM Indosat NVAITC menjadi awal dari kerja sama jangka panjang dalam pengembangan riset, talenta, dan inovasi AI di Indonesia. Kolaborasi tersebut telah dipersiapkan sejak inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025, dilanjutkan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026, hingga akhirnya pusat teknologi tersebut resmi diluncurkan pada 13 Agustus 2026.

Melalui pusat ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar teknologi AI, tetapi juga mampu melahirkan talenta, penelitian, dan inovasi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat sekaligus berkontribusi di tingkat global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.