Jateng

Strategi Ekspansi dan Inovasi, BPRS Kedung Arto Siap Perkuat Posisi sebagai Bank Syariah Modern

Arixc Ardana | 20 April 2026, 09:20 WIB
Strategi Ekspansi dan Inovasi, BPRS Kedung Arto Siap Perkuat Posisi sebagai Bank Syariah Modern
Direktur Utama BPRS Kedung Arto, Eko Hadi Purwanto dan Pemegang saham BPRS Kedung Arto, Rita Ermawati

JATENG.AKURAT.CO, Memasuki usia ke-35 tahun, BPRS Kedung Arto menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai lembaga keuangan berbasis syariah yang adaptif, inovatif, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga titik tolak untuk memperkuat strategi pengembangan ke depan.

Pemegang saham BPRS Kedung Arto, Rita Ermawati, mengungkapkan bahwa transformasi menjadi bank syariah sejak beberapa tahun terakhir masih belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat luas.

Kondisi ini mendorong manajemen untuk melakukan berbagai terobosan agar identitas baru tersebut semakin dikenal.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Kedung Arto kini sudah bertransformasi menjadi bank syariah. Karena itu, kami ingin membuat gebrakan agar keberadaan dan produk kami semakin dikenal,” ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar event olahraga bertajuk “Balapan Mlayu” dalam rangka perayaan ulang tahun ke-35, yang digelar di kawasan BSB Semarang, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan ini dipilih karena tren olahraga lari yang tengah meningkat di berbagai kalangan, sekaligus menjadi sarana efektif untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan membangun kedekatan emosional dengan publik.

Ke depan, Rita menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan skala yang lebih besar, sebagai bagian dari strategi branding dan penguatan citra BPRS Kedung Arto sebagai bank syariah yang modern dan relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Kedung Arto, Eko Hadi Purwanto, menjelaskan bahwa sejak resmi bertransformasi menjadi bank syariah pada tahun 2022, kinerja perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Kekhawatiran awal terkait potensi hilangnya segmen pasar justru tidak terbukti.

“Segmen konvensional tetap bertahan, bahkan kami berhasil menambah segmen baru berbasis syariah. Ini menjadi bukti bahwa transformasi yang kami lakukan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam pengembangan bisnis, BPRS Kedung Arto terus memperkuat portofolio produk unggulan yang sesuai dengan prinsip syariah dan kebutuhan masyarakat.

Beberapa produk yang saat ini menjadi andalan antara lain pembiayaan talangan umrah, talangan haji, serta cicilan emas. Selain itu, program tabungan Arista juga menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan loyalitas nasabah.

Program Arista yang telah memasuki periode ketujuh ini menawarkan konsep tabungan berjangka selama dua tahun dengan sistem penilaian berdasarkan kelancaran setoran.

Setoran awal dimulai dari Rp200 ribu per bulan, dan nasabah yang disiplin dalam menabung berkesempatan mengikuti undian dengan hadiah utama berupa satu unit mobil.

“Program ini tidak berbasis poin, tetapi pada konsistensi nasabah dalam menabung. Ini sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya disiplin dalam pengelolaan keuangan,” tambah Eko.

Dari sisi jumlah nasabah, BPRS Kedung Arto mencatat hampir 30 ribu nasabah tabungan yang tersebar di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Untuk mendukung pelayanan, perusahaan saat ini telah memiliki 4 kantor cabang dan 4 kantor kas yang aktif beroperasi.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan “Balapan Mlayu” juga menjadi indikator positif bagi perusahaan.

Dari target awal sekitar 1.000 peserta, jumlah pendaftar melonjak hingga mencapai sekitar 1.300 orang.

Bahkan, menjelang hari pelaksanaan, panitia harus menambah ratusan jersey untuk mengakomodasi tingginya minat peserta.

Event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membuka peluang strategis bagi perusahaan dalam membangun database, memperluas jaringan, serta menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan institusi.

Dalam rencana pengembangan ke depan, BPRS Kedung Arto menargetkan ekspansi jaringan sebagai salah satu prioritas utama.

Pada tahun ini, perusahaan berfokus pada peningkatan status kantor kas yang ada agar lebih optimal dalam memberikan kontribusi.

Selanjutnya, pada tahun 2027, BPRS Kedung Arto berencana membuka cabang baru di wilayah Kudus atau Solo.

Meski demikian, Eko menegaskan bahwa ekspansi akan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan kesiapan internal.

Penguatan kantor yang sudah ada menjadi prioritas agar setiap unit mampu memberikan kinerja maksimal dan tidak menjadi beban operasional.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah ekspansi dilakukan dengan matang. Jangan sampai membuka cabang baru, tetapi yang sudah ada belum optimal. Prinsip kami adalah tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan strategi yang terarah, inovasi produk, serta pendekatan yang semakin dekat dengan masyarakat, BPRS Kedung Arto optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang kompetitif di tingkat regional.

Momentum 35 tahun ini pun menjadi pijakan penting untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, modern, dan sesuai dengan prinsip syariah.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.