7 Kesalahan Pengendara yang Bikin Motor Boros BBM, Tanpa Sadar Bikin Pengeluaran Membengkak

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda merasakan motor tiba-tiba lebih boros dari biasanya? Padahal rute yang ditempuh sama, kondisi mesin terasa normal, tetapi isi bensin jadi lebih sering.
Masalah ini sering kali bukan disebabkan oleh kerusakan besar pada mesin, melainkan oleh kebiasaan kecil yang dianggap sepele namun diam-diam menguras bahan bakar.
Boros Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari mungkin terasa ringan, tetapi jika dikumpulkan dalam sebulan, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Berdasarkan berbagai sumber terpercaya, berikut adalah 7 kesalahan umum yang kerap menjadi penyebab utama konsumsi BBM motor melonjak.
Dari gaya berkendara yang agresif hingga mengabaikan tekanan angin ban, semua faktor ini berkontribusi terhadap inefisiensi bahan bakar.
Dengan memahami dan memperbaiki kebiasaan-kebiasaan tersebut, Anda bisa menghemat pengeluaran harian sekaligus menjaga performa motor tetap optimal.
Baca Juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 26 Maret 2026, 12 Perjalanan Siap Layani Masyarakat
1. Agresivitas saat Menarik Tuas Gas
Kebiasaan membuka gas secara mendadak atau akselerasi agresif memaksa sistem pembakaran menyuplai bahan bakar secara berlebihan dalam waktu singkat.
Menurut data dari U.S. Department of Energy melalui situs FuelEconomy, gaya berkendara agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sebesar 15% hingga 30% di jalan raya dan 10% hingga 40% dalam lalu lintas padat.
Meski motor terasa lebih responsif, efisiensi pembakaran justru menurun drastis.
Hindari kebiasaan ini, terutama saat berhenti di lampu merah atau dalam kondisi stop-and-go.
2. Kecepatan yang Tidak Konstan
Fluktuasi kecepatan—mengebut lalu mendadak melambat—memaksa mesin bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan output tenaga.
Pengendara disarankan menjaga kecepatan stabil di angka 40–60 km/jam, yang merupakan rentang kecepatan ekonomis bagi sebagian besar motor matic dan bebek.
Dengan kecepatan konstan, suplai bahan bakar ke mesin menjadi lebih terukur dan efisien.
3. Mengabaikan Tekanan Angin Ban
Ini adalah poin yang paling sering dilupakan. Ban yang kekurangan tekanan udara menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar terhadap permukaan jalan.
Berdasarkan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), penurunan tekanan angin sebesar 1 psi dapat menurunkan efisiensi BBM hingga 0,2%.
Secara kumulatif, ban yang kempes bisa meningkatkan konsumsi BBM hingga 3–5%. Periksa tekanan angin ban setidaknya dua minggu sekali.
Baca Juga: Krisis Energi Global, Negara-negara Asia Hidupkan Kembali Kebijakan WFH dan Stimulus ala Pandemi
4. Menunda Servis Rutin dan Penggantian Komponen
Filter udara yang kotor, busi yang lemah, hingga tumpukan karbon di ruang bakar adalah “pencuri” efisiensi.
Environmental Protection Agency (EPA) mencatat bahwa memperbaiki kendaraan yang tidak terawat, seperti mengganti filter udara tersumbat, dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 40%.
Motor mungkin tetap bisa dioperasikan, tetapi pembakaran yang tidak sempurna membuat setiap tetes bensin tidak terkonversi menjadi tenaga secara maksimal.
5. Membiarkan Mesin Menyala Saat Berhenti (Idle)
Membiarkan mesin tetap hidup saat menunggu atau parkir dalam waktu lama adalah pemborosan yang sia-sia.
Teknologi mesin modern saat ini sudah sangat efisien untuk dinyalakan kembali.
Matikan mesin jika Anda berhenti lebih dari satu menit, misalnya saat menunggu teman atau terjebak kemacetan panjang yang benar-benar berhenti.
6. Beban Muatan Melebihi Kapasitas
Setiap kilogram beban tambahan pada motor berbanding lurus dengan konsumsi energi yang dibutuhkan mesin.
Membawa barang bawaan yang tidak perlu di bagasi atau memaksakan beban ekstra secara rutin akan membuat performa motor menurun dan konsumsi BBM meningkat.
Jika memungkinkan, kurangi beban dengan tidak membawa barang yang tidak diperlukan.
7. Pemilihan Rute yang Tidak Efektif
Rute terpendek tidak selalu paling hemat. Terjebak dalam kemacetan parah dengan kondisi stop-and-go yang konstan jauh lebih boros daripada menempuh rute yang sedikit lebih jauh namun memiliki arus lalu lintas lancar.
Manfaatkan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan pilih rute dengan volume kendaraan lebih rendah.
Risiko dan Kesalahan Umum
Tidak rutin memeriksa tekanan angin ban – Banyak pengendara menganggap angin ban cukup jika masih terlihat “tidak kempes”, padahal penurunan tekanan sekecil apa pun sudah berdampak pada efisiensi.
Mengabaikan jadwal servis – Menganggap motor masih “baik-baik saja” meski sudah melebihi jadwal servis menyebabkan komponen vital seperti busi dan filter udara tidak bekerja optimal.
Menganggap rute terpendek selalu paling hemat – Tanpa memeriksa kondisi lalu lintas, pengendara sering terjebak macet yang justru lebih boros.
FAQ Seputar Efisiensi BBM Motor
Q: Apakah motor matic lebih boros dibanding motor bebek?
A: Tidak selalu. Efisiensi tergantung pada gaya berkendara, perawatan, dan kondisi lalu lintas. Motor matic dengan CVT memiliki karakter yang berbeda, tetapi jika dikendarai dengan kecepatan stabil dan perawatan rutin, efisiensinya bisa setara.
Q: Berapa tekanan angin ban yang ideal untuk motor?
A: Umumnya antara 29–33 psi untuk motor matic dan bebek. Cek buku manual atau stiker yang biasanya terletak di dekat lengan ayun atau jok.
Q: Apakah memanaskan mesin terlalu lama membuat boros?
A: Ya. Memanaskan mesin lebih dari 1–2 menit tidak diperlukan pada motor modern dengan sistem injeksi. Cukup hidupkan mesin, kenakan helm, lalu berjalan perlahan hingga suhu mesin normal.
Q: Seberapa sering harus mengganti filter udara?
A: Idealnya setiap 6.000–8.000 km atau sesuai jadwal buku servis. Filter yang kotor menghambat aliran udara dan membuat campuran bahan bakar menjadi terlalu kaya.
Q: Apakah penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi menghemat konsumsi?
A: Tidak untuk motor yang dirancang dengan kompresi standar. Gunakan oktan yang direkomendasikan pabrikan. Oktan lebih tinggi tidak otomatis meningkatkan efisiensi jika tidak sesuai spesifikasi mesin.
Dengan memperhatikan tujuh kesalahan umum ini, Anda bisa menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Mulai dari kebiasaan menarik gas, memeriksa tekanan ban, hingga memilih rute yang lebih lancar—semua langkah kecil ini berdampak besar pada pengeluaran bulanan. Selamat berkendara hemat dan aman!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






