Waspada Perut Kembung pada Anak Bisa Jadi Gejala Kanker Ginjal, Dokter Ungkap Fakta Ini

JATENG.AKURAT.CO, Kanker ginjal pada anak sering kali baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Ironisnya, gejala awal penyakit ini kerap disalahartikan sebagai keluhan ringan yang umum terjadi, seperti perut kembung atau gangguan pencernaan biasa.
Padahal, jika ditemukan lebih awal dan ditangani dengan tepat, peluang kesembuhan penyakit ini cukup tinggi, mencapai angka 80 hingga 90 persen. Dokter spesialis anak subspesialis hemato-onkologi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dr. Nur Melani Sp.A Subsp.HO(K), mengungkapkan bahwa kesenjangan antara teori dan kenyataan di lapangan masih sangat lebar.
Tingkat kesembuhan yang tercapai saat ini baru sekitar 30 persen, dan angka tersebut pun belum memperhitungkan tingginya jumlah pasien yang putus pengobatan sebelum tuntas.
Fakta Mencengangkan: Antara Teori dan Realita
"Secara teori, sekitar 80 sampai 90 persen tumor ganas ginjal pada anak dapat disembuhkan. Tetapi kenyataannya baru sekitar 30 persen yang berhasil, dan itu pun belum memperhitungkan pasien yang putus pengobatan hingga 50 persen," ungkap dr. Nur dalam diskusi media yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Ia menjelaskan bahwa jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada anak adalah Tumor Wilms atau nefroblastoma. Penyakit ini sulit dicegah karena penyebab pastinya belum diketahui secara pasti dan sering kali berkaitan dengan faktor genetik atau kelainan perkembangan ginjal sejak lahir yang terkait dengan sindrom genetik tertentu .
Gejala Awal yang Harus Diwaspadai Orang Tua
Deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Orang tua, terutama yang memiliki anak di bawah usia lima tahun, perlu lebih waspada terhadap perubahan-perubahan pada tubuh buah hati.
Salah satu tanda yang paling umum namun sering diabaikan adalah perut yang tampak membesar. Kondisi ini kerap dianggap hanya sebagai perut kembung biasa. Padahal, jika perut terasa keras saat ditekan, bisa jadi itu merupakan indikasi adanya benjolan pada ginjal .
Selain perut membesar, terdapat sejumlah gejala lain yang perlu diwaspadai, antara lain:
Tekanan darah anak yang meningkat.
Wajah terlihat pucat atau anak mudah lelah karena metabolisme tubuh meningkat akibat pertumbuhan sel tumor.
Penurunan nafsu makan hingga muntah, yang disebabkan oleh benjolan di ginjal yang menekan organ-organ di sekitarnya .
Diagnosis dan Penanganan
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Tahap awal biasanya menggunakan ultrasonografi (USG). Jika ditemukan dugaan adanya massa pada ginjal, pemeriksaan dilanjutkan dengan pencitraan menggunakan CT scan. Dokter juga akan melakukan tes darah dan urin untuk memantau kemungkinan komplikasi .
Dalam penanganannya, operasi dapat menjadi langkah awal jika kondisi tumor memungkinkan untuk langsung diangkat. Setelah itu, jaringan tumor akan diperiksa secara mikroskopis untuk mengetahui jenis sel serta kemungkinan penyebaran kanker, sehingga pengobatan lanjutan bisa ditentukan secara lebih tepat.
Namun, jika ukuran tumor terlalu besar, dokter biasanya akan memberikan terapi obat atau kemoterapi terlebih dahulu untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi dilakukan .
Tantangan dan Imbauan
dr. Nur juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penanganan kanker anak di Indonesia. Masih banyak orang tua yang menolak atau menyangkal diagnosis kanker pada anak.
Akibatnya, anak baru dibawa ke rumah sakit ketika kondisi penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Selain itu, proses rujukan berjenjang yang memakan waktu, masalah administrasi seperti kepesertaan BPJS yang belum aktif, hingga tingginya angka pasien yang menghentikan pengobatan turut menjadi kendala .
Karena itu, dr. Nur mengimbau orang tua untuk lebih waspada, terutama jika anak memiliki riwayat kelainan genetik, keluarga dengan banyak kasus kanker, pernah terpapar radiasi, bahan kimia tertentu, atau infeksi tertentu. Ia menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci utama.
"Semakin cepat kanker anak terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh. Peran orang tua dan masyarakat sangat penting untuk mengenali gejalanya sejak awal," pungkasnya .
FAQ Seputar Kanker Ginjal pada Anak
Q: Apa itu Tumor Wilms?
A: Tumor Wilms atau nefroblastoma adalah jenis kanker ginjal yang paling sering menyerang anak-anak. Penyakit ini biasanya menyerang anak usia di bawah 5 tahun.
Q: Apa saja gejala awal kanker ginjal pada anak?
A: Gejala awal meliputi perut membesar dan terasa keras saat ditekan, tekanan darah tinggi, wajah pucat, mudah lelah, penurunan nafsu makan, dan muntah .
Q: Apakah kanker ginjal pada anak bisa disembuhkan?
A: Ya, jika terdeteksi pada stadium dini dan ditangani dengan tepat, peluang kesembuhan mencapai 80-90 persen .
Q: Apa yang harus dilakukan jika mencurigai anak menderita kanker ginjal?
A: Segera konsultasikan dengan dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti USG dan tes darah .
Penutup
Kanker ginjal pada anak bukanlah vonis mati. Dengan pengetahuan yang cukup tentang gejala awal dan kesigapan orang tua untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan, peluang kesembuhan sangatlah besar.
Jangan biarkan ketidaktahuan atau penolakan terhadap diagnosis menjadi penghalang bagi masa depan buah hati. Deteksi dini adalah senjata paling ampuh dalam melawan kanker anak. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya penanganan kanker anak di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






