Jateng

Nasib WNI dan Jemaah Umrah Indonesia Terjebak di Madinah - Dubai, Akibat Perang AS–Iran Picu Penutupan Bandara di Timur Tengah

Arixc Ardana | 1 Maret 2026, 17:27 WIB
Nasib WNI dan Jemaah Umrah Indonesia Terjebak di Madinah - Dubai, Akibat Perang AS–Iran Picu Penutupan Bandara di Timur Tengah
Ilustrasi Situasi keamanan yang belum stabil membuat sejumlah negara memilih menutup wilayah udaranya demi keselamatan penerbangan sipil.

JATENG.AKURAT.CO, Nasib jemaah umrah asal Indonesia terkatung-katung setelah gelombang pembatalan penerbangan terjadi menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sejumlah bandara utama di Timur Tengah, termasuk di Uni Emirat Arab (UEA), menunda bahkan membatalkan seluruh jadwal penerbangan.

Konflik yang disebut sebagai buntut perang Israel versus Iran membuat penerbangan dari Dubai hingga Madinah ditutup sementara.

Dampaknya, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang hendak kembali ke Tanah Air terjebak di bandara.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id pada Minggu (1/3/2026), terdengar keluhan seorang WNI yang mengaku tertahan di Bandara Internasional Madinah.

“Masya Allah teman-teman, ini penerbangan di Madinah dicancel (ditunda), Dubai juga diclose (ditutup). Ini karena perang Israel sama Iran, semua sistem di bandara tutup, tidak ada yang bisa check in di sini,” ujarnya dalam video tersebut.

Dubai Tunda Seluruh Penerbangan

Penundaan juga terjadi di Bandara Internasional Dubai (DXB) serta Al Maktoum International Airport (DWC).

Melalui akun resmi X @DXBMediaOffice, otoritas bandara mengonfirmasi bahwa sejumlah penerbangan dibatalkan atau ditunda sejak Sabtu (28/2/2026) hingga Minggu (1/3/2026).

Penundaan ini dilakukan akibat penutupan sementara sebagian wilayah udara UEA sebagai langkah pencegahan luar biasa di tengah perkembangan situasi keamanan regional yang terus berubah.

Akibatnya, para penumpang diimbau untuk tidak menuju bandara hingga situasi kembali kondusif.

Sejumlah Maskapai Batalkan Rute Timur Tengah

Sejumlah maskapai internasional turut membatalkan penerbangan menuju kawasan Timur Tengah.

Rute yang terdampak antara lain Dubai, Doha, Oman, Jeddah, Madinah, Beirut, hingga Abu Dhabi.

Maskapai yang mengumumkan pembatalan penerbangan di antaranya Malaysia Airlines, Air France, Lufthansa, Singapore Airlines, hingga Emirates.

Hingga Minggu (1/3/2026) pukul 13.00 WIB, pembatalan penerbangan masih berlangsung dan belum ada kepastian kapan operasional normal akan kembali dibuka.

Konflik Memanas di Timur Tengah

Kondisi ini dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang diklaim untuk menghilangkan ancaman dari rezim Teheran.

Namun Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji melakukan pembalasan.

Tak lama berselang, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Rentetan ledakan dilaporkan terjadi di beberapa negara Teluk Arab seperti Bahrain, UEA, Qatar, hingga Kuwait pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Situasi keamanan yang belum stabil membuat sejumlah negara memilih menutup wilayah udaranya demi keselamatan penerbangan sipil.

Nasib Jemaah Umrah Menanti Kepastian

Bagi jemaah umrah Indonesia, kondisi ini menimbulkan ketidakpastian.

Banyak yang harus memperpanjang masa tinggal sementara di Madinah atau kota transit seperti Dubai, menunggu kepastian jadwal penerbangan kembali dibuka.

Pemerintah dan otoritas terkait diharapkan segera memberikan kepastian serta perlindungan bagi para jemaah yang terdampak konflik geopolitik tersebut.

Hingga kini, para jemaah hanya bisa menunggu sembari berharap situasi regional segera mereda dan penerbangan kembali normal.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.