Jateng

H-10 Lebaran Dikebut, Jalan Nasional Jateng 93,47 Persen Mantap, Jembatan Siaga Layani Arus Mudik 2026

Arixc Ardana | 28 Februari 2026, 10:52 WIB
H-10 Lebaran Dikebut, Jalan Nasional Jateng 93,47 Persen Mantap, Jembatan Siaga Layani Arus Mudik 2026
Hingga 27 Februari 2026, tingkat kemantapan jalan nasional di provinsi ini telah mencapai 93,47 persen, dengan pekerjaan perbaikan terus dikebut hingga H-10 Lebaran

JATENG.AKURAT.CO, SEMARANG – Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Jawa Tengah menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Hingga 27 Februari 2026, tingkat kemantapan jalan nasional di provinsi ini telah mencapai 93,47 persen, dengan pekerjaan perbaikan terus dikebut hingga H-10 Lebaran.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng DIY Moch Iqbal Tamher menegaskan, fokus utama penanganan berada di Jalur Pantura yang menjadi urat nadi pergerakan kendaraan dari barat ke timur Pulau Jawa.

“Kegiatan penambalan dan perbaikan kita lakukan sampai H-10 Lebaran. Targetnya sebelum puncak arus mudik, kondisi jalan sudah aman dan nyaman dilintasi,” ujarnya usai keterangan pers kesiapan Jalur Lebaran 2026 di kantor BBPJN Jateng DIY, Kabupaten Semarang, Jumat (27/2/2026).

Total 1.581 Kilometer Jalan Nasional

Data BBPJN mencatat, jalan nasional di Jawa Tengah terdiri atas 256 ruas dengan total panjang mencapai 1.581,45 kilometer.

Dari jumlah tersebut, mayoritas dalam kondisi mantap.

Pekerjaan preservasi yang dilakukan meliputi penambalan (patching), perbaikan rigid pavement, overlay aspal, hingga penanganan titik-titik berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan yang sempat muncul akibat tingginya intensitas hujan pada Januari hingga awal Februari kini terus ditangani secara bertahap.

Wilayah prioritas selain Pantura mencakup Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kendal yang sebelumnya terdampak cuaca ekstrem.

Kaligawe Semarang Ditinggikan Sepanjang 700 Meter

Perhatian khusus diberikan pada ruas Kaligawe di Semarang yang dikenal sebagai salah satu segmen terpadat.

Selain menjadi bagian dari jalur utama Jakarta–Surabaya, kawasan ini juga menghubungkan aktivitas lokal Semarang–Demak.

BBPJN tengah melakukan pekerjaan peninggian jalan sepanjang 700 meter pada jalur cepat dan jalur lambat, mulai dari perbatasan jembatan tol hingga depan pintu masuk rumah sakit di kawasan tersebut.

“Target realistis kita 700 meter sudah berfungsi pada 11 Maret. Itu jalur cepat dan lambat sudah bisa dilalui,” jelas Iqbal.

Opsi penutupan total sempat dipertimbangkan demi mempercepat pengerjaan.

Namun setelah berkoordinasi dengan kepolisian lalu lintas, rencana tersebut dibatalkan karena volume kendaraan yang sangat tinggi.

“Kalau ditutup total memang bisa lebih cepat selesai. Tapi volume kendaraan di situ sangat tinggi, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penutupan penuh,” katanya.

852 Jembatan Nasional Siap Layani Pemudik

Selain jalan, kesiapan jembatan nasional juga menjadi perhatian.

Di Jawa Tengah terdapat 852 unit jembatan dengan total panjang 33.075,32 meter.

Tingkat kemantapan jembatan tercatat 97,41 persen berdasarkan jumlah unit dan 95,67 persen berdasarkan panjang.

Pemeriksaan rutin dan perawatan dilakukan untuk memastikan struktur tetap aman selama lonjakan arus mudik.

Iqbal menekankan bahwa faktor cuaca masih menjadi tantangan.

Namun seluruh satuan kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah diinstruksikan agar sigap merespons perubahan kondisi lapangan.

“Kalau hujan malam, pagi harus sudah siap kerja. Target tidak boleh terganggu. Persiapan alat, bahan, dan tenaga harus selalu siap,” tegasnya.

Menurutnya, intensitas hujan di wilayah Pantura mulai berkurang dibanding akhir Januari dan awal Februari, sehingga optimisme penyelesaian pekerjaan sebelum H-10 semakin besar.

Jateng Diprediksi Dibanjiri 17,7 Juta Pemudik

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya menyatakan kesiapan daerahnya menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah merupakan wilayah utama perlintasan nasional, sehingga persiapan infrastruktur tidak boleh dilakukan setengah-setengah.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026.

Secara nasional, provinsi ini juga menjadi tujuan favorit dengan estimasi total pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

Untuk mendukung lonjakan tersebut, pemerintah provinsi terus memantapkan jalan kewenangannya yang mencapai hampir 2.200 kilometer.

Tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini berada di angka 94 persen, dengan fokus 2026 pada perawatan dan pemeliharaan rutin.

Dengan kesiapan jalan nasional dan provinsi yang terus dikebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi jutaan masyarakat yang melintas.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.