Jateng

Hasil Pencarian 3 Hari, Pekerja Kapal Cantrang yang Hanyut di Sungai Sambong Ditemukan Tewas di Muara Pantai Roban

Dody H | 11 Februari 2026, 07:25 WIB
Hasil Pencarian 3 Hari, Pekerja Kapal Cantrang yang Hanyut di Sungai Sambong Ditemukan Tewas di Muara Pantai Roban

JATENG.AKURAT.CO, Setelah melalui proses pencarian intensif selama tiga hari berturut-turut, jenazah Eko Kudiran (35), pekerja kapal cantrang yang hilang setelah mengalami kecelakaan kerja, berhasil ditemukan.

Korban yang hanyut di Sungai Sambong, Kabupaten Batang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Muara Pantai Roban pada Selasa (10/2) sore.

Kecelakaan Terjadi Saat Melakukan Servis Mesin Kapal

Kecelakaan kerja ini terjadi pada Minggu (8/2) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, Eko Kudiran sedang melakukan pengecekan dan perawatan mesin pada kapal cantrang KM Tunggal Pangestu yang sedang bersandar di sisi timur SPBN AKR Batang.

Kapolres Batang, AKBP Veronica melalui Kasatpolairud Polres Batang, IPTU Eko Nugrahanto mengkonfirmasi temuan korban dan proses evakuasi yang telah dilakukan oleh tim gabungan.

"Benar, pekerja kapal cantrang yang dilaporkan hilang setelah hanyut telah ditemukan pada pukul 16.48 WIB. Kondisinya tidak bernyawa dan segera kami evakuasi ke rumah sakit untuk proses selanjutnya," ujar IPTU Eko Nugrahanto saat ditemui di RSUD Batang.

Temuan Awal dari Nelayan Setempat

Menurut IPTU Eko Nugrahanto, informasi awal mengenai adanya sesosok mayat mengambang datang dari nelayan setempat sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan perairan Roban Barat.

Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Batang, Basarnas, TNI AL, BPBD Kabupaten Batang, relawan, dan nelayan segera bergerak dengan mengerahkan dua unit kapal untuk mengecek lokasi.

"Begitu mendapatkan informasi dari nelayan, kami langsung menuju titik lokasi untuk memverifikasi dan melakukan tahap evakuasi dengan hati-hati," jelasnya.

Jenazah Eko Kudiran tiba di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kabupaten Batang sekitar pukul 18.46 WIB.

Suasana di rumah sakit dipenuhi keluarga korban, kerabat, serta anggota tim pencari yang telah terlibat sejak hari pertama kejadian.

Kronologi Kejadian: Korban Terjepit Baling-Baling Kapal

Berdasarkan keterangan saksi yang menjadi rekan kerja korban, kejadian bermula ketika Eko Kudiran bersama rekan satu tim sedang memperbaiki kipas kapal yang mengalami gangguan.

Korban terlebih dahulu menyelam menggunakan alat selam tradisional untuk memeriksa bagian bawah kapal.

"Awalnya kondisi berjalan normal. Namun beberapa menit kemudian, ketika saksi menyusul menyelam, melihat korban terjepit di bagian baling-baling kapal," ungkap IPTU Eko Nugrahanto.

Dalam keadaan panik, saksi langsung naik ke atas kapal untuk memanggil bantuan kru lainnya.

Kemudi kapal kemudian diputar dalam upaya melepaskan korban dari jepitan baling-baling.

Meskipun berhasil terlepas, korban justru terseret oleh derasnya arus Sungai Sambong dan kembali tenggelam.

Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan pertama, namun tidak mampu mengatasi kekuatan arus sungai yang kuat. Korban kemudian menghilang dari pandangan dan dinyatakan hanyut.

Kendala Pencarian Akibat Arus Kencang dan Pandangan Terbatas

Tim gabungan segera melakukan upaya pencarian sejak hari kejadian, dengan menyusuri aliran Sungai Sambong hingga ke arah muara pantai.

Namun, proses pencarian terhambat oleh kondisi arus air yang deras serta jarak pandang yang terbatas akibat kondisi alam.

"Pada hari ketiga pencarian, kami mendapatkan laporan yang lebih jelas mengenai lokasi mayat. Setelah dilakukan proses identifikasi oleh tim Inafis, dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan adalah Eko Kudiran," tegas IPTU Eko Nugrahanto.

Setelah proses pemulasaraan di rumah sakit selesai, jenazah akan disucikan dan dimakamkan sesuai dengan keinginan keluarga.

Pihak Kepolisian Imbau Pentingnya Keselamatan Kerja

Peristiwa kecelakaan ini menjadi salah satu catatan kecelakaan kerja di sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Batang.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pekerja kapal dan nelayan untuk selalu mengutamakan protokol keselamatan kerja, terutama saat melakukan aktivitas di bagian vital kapal atau di perairan dengan kondisi yang tidak stabil.

"Jangan pernah memaksakan pekerjaan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai. Risiko di lapangan sangat tinggi, terutama jika kondisi arus sungai atau cuaca tidak mendukung," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
D
Editor
Dody H