Diduga Tertekan Masalah Skripsi, Mahasiswa di Wonotunggal Batang Gantung Diri

JATENG.AKURAT.CO, Seorang mahasiswa berinisial GC (23), warga Dukuh Wonotunggal, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung diri di rumah orang tuanya, pada hari Sabtu (14/2) sekitar pukul 11.20 WIB.
Kejadian terjadi di rumah milik korban yang berlokasi di RT 04/RW 01, Dukuh Wonotunggal, Kecamatan Wonotunggal.
Pihak kepolisian menerima laporan terkait peristiwa ini sekitar pukul 11.45 WIB, setelah itu tim dari Unit Reskrim Polres Batang bersama petugas SPKT Polsek Wonotunggal segera mendatangi lokasi.
Kasatreskrim Polres Batang, IPTU Albertus Sudaryono menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang kerabat yang sedang berkunjung ke rumah tersebut.
Saat memasuki area belakang rumah, saksi melihat korban dalam keadaan tergantung di bagian gudang.
“Saat mengetahui kejadian, saksi langsung meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan korban dan melaporkannya ke Polsek Wonotunggal untuk penanganan lebih lanjut,” jelas IPTU Albertus.
Setelah tiba di lokasi, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Korban ditemukan tergantung di bawah tangga gudang, dan pihak berwenang mengamankan barang bukti berupa seutas tali tambang berwarna biru yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi dari keluarga, korban dalam beberapa hari sebelum kejadian sempat mengeluhkan permasalahan akademik terkait penyusunan skripsi.
Korban diketahui merasa tertekan dan telah menyampaikan kekhawatirannya kepada anggota keluarga.
“Kami mendapatkan informasi bahwa selama tiga hari terakhir, korban sering mengungkapkan keluhan tentang masalah skripsi kepada keluarga. Namun, dugaan terkait faktor penyebab ini masih perlu melalui proses penyelidikan lebih lanjut berdasarkan bukti dan keterangan yang ada,” ungkapnya.
Tim medis dari Puskesmas Wonotunggal melakukan pemeriksaan awal pada jasad korban.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat asfiksia (gangguan pernapasan) yang disebabkan oleh jeratan di bagian leher.
Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban, hanya terdapat bekas jeratan yang sesuai dengan kondisi kejadian.
Setelah melalui proses identifikasi dan pemeriksaan lengkap, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga.
“Keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menginginkan dilakukan autopsi. Pernyataan resmi terkait hal ini juga telah dibuat secara tertulis oleh pihak keluarga,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









