Kasus Leptospirosis dan DBD di Semarang Terus Meningkat, Pemkot Gencarkan Operasi Tangkap Tikus dan PSN

JATENG.AKURAT.CO, Perkembangan kasus leptospirosis (lepto) dan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang menunjukkan tren mengkhawatirkan dalam tiga tahun terakhir.
Data Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat, sejak 2024 hingga awal 2026, dua penyakit berbasis lingkungan ini terus mengancam wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan sanitasi yang belum optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, menyebutkan bahwa kasus leptospirosis mengalami fluktuasi yang signifikan.
Pada 2024 tercatat 32 kasus, meningkat tajam pada 2025 menjadi 59 kasus, dan pada awal 2026 kembali dilaporkan puluhan kasus baru. Sebelumnya, pada 2023 tercatat 38 kasus.
“Lepto ini disebabkan oleh bakteri Leptospira, bukan virus. Ketika bakteri ini masuk ke tubuh manusia, perkembangannya sangat cepat dan bisa langsung menyerang organ vital. Itulah sebabnya tingkat kematiannya cukup tinggi,” ujar Abdul Hakam, Selasa (3/2/2026).
Tingginya risiko lepto juga tercermin dari angka kematian. Pada 2023 tercatat 10 pasien meninggal dunia akibat penyakit ini. Sementara pada periode 2024–2025, dari 59 kasus yang ada, delapan di antaranya meninggal dunia.
Menurut Hakam, kasus lepto paling banyak ditemukan di kawasan padat penduduk dengan sistem sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum maksimal.
Rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan turut memperbesar risiko penularan.
Selain leptospirosis, ancaman demam berdarah dengue juga masih membayangi warga Semarang.
Meski tidak dirinci angka pastinya, Dinas Kesehatan menyebut DBD memiliki pola penularan yang sama-sama dipengaruhi kondisi lingkungan. Karena itu, pendekatan pengendalian kedua penyakit ini dilakukan secara terpadu.
Untuk DBD, Pemkot Semarang terus menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Sementara untuk leptospirosis, sejak akhir 2025 diluncurkan gerakan Operasi Tangkap Tikus (OTT) sebagai upaya menekan sumber penularan.
“Kalau DBD dengan PSN, maka lepto dengan OTT. Makin banyak tikus yang kita tangkap, maka semakin kecil kemungkinan bakteri menular ke manusia,” jelas Hakam.
Melalui OTT, setiap kelurahan di wilayah rentan ditargetkan menangkap 50 hingga 100 ekor tikus setiap pekan. Gerakan ini diharapkan mampu menurunkan populasi tikus yang menjadi reservoir utama bakteri Leptospira.
Program ini melibatkan RT, RW, dan kelurahan, dengan dukungan puskesmas yang akan memberikan edukasi cara penangkapan dan pemusnahan tikus sesuai ketentuan kesehatan.
“Ini sangat tergantung bagaimana Pak RT dan Pak Lurah menggerakkan warganya. Mulai dari membeli alat perangkap hingga pelaporan hasil tangkapan setiap minggu,” katanya.
Dengan kombinasi PSN untuk DBD dan OTT untuk leptospirosis, Pemkot Semarang berharap tren peningkatan kasus dapat ditekan pada 2026.
Namun, Hakam menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kata kuncinya adalah kolaborasi. Tanpa kepedulian warga, upaya pemerintah tidak akan maksimal,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










