Kecelakaan Maut Truk Tronton di Tol Semarang–Batang, Supir dan Jasa Marga Beda Pendapat

JATENG.AKURAT.CO, Kecelakaan maut melibatkan truk tronton bermuatan besi beton seberat sekitar 55 ton terjadi di ruas Tol Semarang–Batang KM 354, Jawa Tengah, pada Minggu (4/1/2026).
Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai sejumlah korban lainnya, serta memunculkan perbedaan keterangan antara pengemudi truk dan pengelola jalan tol.
Pengemudi truk bernomor polisi L 8524 UN, Jumali (37), menyebut kondisi jalan yang tidak rata menjadi penyebab utama kecelakaan.
Ia mengatakan kendaraannya “melompat” saat melintasi peralihan antara jalan beton dan aspal, sehingga truk kehilangan kendali.
“Setelah melewati jalan aspal, truk melompat karena jalan tidak rata di peralihan beton dan aspal. Truk oleng ke kanan, masuk jalur cepat, lalu menabrak median,” ujar Jumali, Senin (5/1/2026).
Akibat truk oleng, muatan besi beton terlempar dan menimpa kendaraan lain di jalur cepat. Peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, serta beberapa korban lainnya mengalami luka ringan.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak PT Jasamarga Semarang–Batang (JSB) selaku pengelola ruas tol.
Melalui perwakilannya, Nasrullah, JSB menegaskan kondisi jalan tol dalam keadaan baik dan rutin dirawat.
“Kondisi jalan dalam keadaan baik. Bahkan sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), kami telah melakukan banyak pemeliharaan untuk memastikan pengguna jalan merasa aman dan nyaman. Sejauh ini juga tidak ada komplain terkait kondisi jalan di ruas Semarang–Batang,” tegas Nasrullah.
Pihak JSB menolak klaim bahwa kecelakaan disebabkan oleh jalan tidak rata, dan menyatakan bahwa seluruh ruas telah melalui pemeriksaan dan perawatan rutin sebelum masa libur panjang.
Dengan adanya perbedaan versi tersebut, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Sementara itu, pengelola tol mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan berat, agar tetap memperhatikan batas kecepatan dan kondisi kendaraan saat melintas demi keselamatan bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










