Perbaiki 86 Titik Rel, KAI Daop 4 Semarang Tingkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

JATENG.AKURAT.CO, Dalam rangka menjaga standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api, KAI Daop 4 Semarang terus melakukan program pemeliharaan jalur, salah satunya melalui kegiatan perbaikan geometri rel di sejumlah titik lintas.
Perbaikan geometri rel merupakan pekerjaan untuk menjaga kondisi rel tetap prima, stabilitas jalur, dan keselamatan perjalanan.
Perbaikan ini melibatkan aktivitas seperti lifting (mengangkat), lining (meluruskan), dan tamping (memadatkan ballast).
Kegiatan ini penting untuk memastikan perjalanan kereta tetap stabil, minim getaran, serta mendukung kelancaran operasi.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa pemeliharaan geometri rel dilakukan berkala secara manual maupun menggunakan mesin khusus seperti Multi Tie Temper (MTT) dan Profile Ballast Regulator (PBR).
“Pemeliharaan ini bertujuan menjaga kualitas lintas agar kereta dapat melintas dengan aman dan nyaman. Ini merupakan komitmen kami untuk dalam menghadirkan pelayanan transportasi yang andal bagi masyarakat,” ujarnya.
Franoto melanjutkan, perbaikan geometri rel dapat dilakukan di lintas terbuka maupun di perlintasan sebidang KA. Pada perlintasan sebidang, perbaikan tidak hanya menyangkut geometri rel, tetapi juga kondisi permukaan jalan yang dilintasi kendaraan.
Proses ini meliputi pembongkaran aspal perlintasan, penyesuaian kembali ballast dan bantalan, pengaturan ulang gauge dan level pada ruang kerja yang terbatas, serta pengembalian permukaan (aspal) perlintasan agar tetap mulus dan aman bagi pengguna jalan.
Hal ini penting mengingat area perlintasan menerima tekanan kendaraan setiap hari sehingga memerlukan pemeliharaan lebih intensif.
"Pada tahun 2025 ini, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan perbaikan geometri di 86 titik perlintasan sebidang dan masih akan terus berlanjut hingga tahun 2025 berakhir," kata Franoto.
Pada setiap perbaikan geometri di perlintasan sebidang, KAI Daop 4 Semarang selalu berkoordinasi dengan Dishub maupun Kepolisian untuk mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
KAI juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas di perlintasan sebidang untuk menghindari kecelakaan. Selalu tengok kiri kanan sebelum melintas untuk memastikan dalam kondisi aman.
Franoto berharap perbaikan geometri yang telah dilakukan pada tahun ini juga memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran perjalanan KA pada libut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan perbaikan geometri berlangsung. Perawatan jalur adalah bagian penting dari operasional perkeretaapian. Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat sehingga proses pemeliharaan dapat berjalan lancar,” tutup Franoto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










