Heboh! Skandal Penggerebekan Pabrik Baterai Hyundai-LG di AS Ungkap Kisah Ratusan Pekerja Ilegal

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah operasi penegakan hukum imigrasi berskala besar mengguncang dunia industri otomotif dan teknologi.
Sebuah pabrik baterai canggih di Georgia, AS, yang merupakan joint venture antara raksasa otomotif Korea Selatan Hyundai dan LG Energy Solution, digerebek oleh otoritas federal.
Operasi ini bukan main-main, disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Department of Homeland Security (DHS) di satu lokasi, dan berujung pada penangkapan ratusan pekerja.
Kronologi Penangkapan yang Mengejutkan
Pada Selasa pagi, 9 September, tim investigasi federal melakukan penggerebekan mendadak di lokasi pembangunan pabrik baterai senilai $7,6 miliar tersebut.
Targetnya adalah para pekerja yang dicurigai memiliki status imigrasi dan visa yang tidak sah.
Selama operasi, 475 orang ditangkap, sebagian besar adalah warga negara Korea Selatan.
Sebuah sumber bahkan menyebut ada warga negara Indonesia, Cina, dan Jepang yang turut diamankan.
Menurut pernyataan resmi, para pekerja tersebut dicurigai melanggar hukum imigrasi, termasuk visa overstay dan bekerja tanpa izin yang sah.
Banyak dari mereka diduga masuk ke AS menggunakan visa turis (B-1 business visa) atau visa waiver seperti ESTA, yang tidak mengizinkan mereka melakukan pekerjaan manual.
Pihak berwenang AS merilis rekaman video yang menunjukkan para pekerja yang ditangkap, dengan tangan dan pergelangan kaki diborgol, dinaikkan ke bus.
Pemandangan ini memicu kemarahan di Korea Selatan, yang menganggap perlakuan tersebut terlalu kasar dan dapat merusak hubungan diplomatik kedua negara.
Dampak dan Reaksi Para Pejabat
Penggerebekan ini langsung menimbulkan kekacauan. Pembangunan pabrik, yang dijadwalkan mulai beroperasi akhir tahun ini, harus ditunda setidaknya dua hingga tiga bulan.
CEO Hyundai, Jose Munoz, mengaku terkejut dan segera melakukan investigasi.
Ia menegaskan bahwa pekerja yang ditangkap sebagian besar dipekerjakan oleh pemasok LG, bukan karyawan langsung Hyundai.
Munoz menjelaskan bahwa kebutuhan akan pekerja terampil dari luar negeri dalam fase konstruksi pabrik baterai adalah hal yang biasa, karena keahlian khusus yang diperlukan sering kali sulit ditemukan di AS.
"Untuk fase konstruksi pabrik, Anda perlu mendapatkan orang-orang khusus. Ada banyak keahlian dan peralatan yang tidak bisa Anda temukan di Amerika Serikat," ujarnya.
Merespons insiden ini, pemerintah Korea Selatan segera mengirimkan diplomat ke Georgia untuk bernegosiasi dengan AS.
Akhirnya, dicapai kesepakatan untuk memulangkan lebih dari 300 warga negara Korea Selatan yang ditahan.
Pemerintah Korea Selatan juga mendesak AS untuk menciptakan sistem visa yang lebih baik untuk para pekerja terampil dari negaranya.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengungkapkan keprihatinannya dan memperingatkan bahwa insiden ini bisa memengaruhi investasi masa depan dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan di AS.
"Jika ini tidak memungkinkan, perusahaan-perusahaan akan mulai ragu apakah membangun pabrik di AS layak dilakukan," katanya.
Masa Depan Investasi dan Hubungan Diplomatik
Insiden ini tidak hanya mengancam proyek pabrik baterai senilai miliaran dolar, tetapi juga memicu perdebatan politik di AS mengenai kebijakan imigrasi, terutama dalam era pemerintahan Donald Trump yang dikenal ketat.
Ada juga kekhawatiran bahwa hal ini bisa mendinginkan hubungan dagang antara AS dan Korea Selatan, yang merupakan salah satu investor asing terbesar.
Hyundai sendiri menyatakan akan mencari pasokan baterai dari pabrik lain, termasuk yang bekerja sama dengan SK On, untuk memitigasi penundaan.
Namun, kekhawatiran yang sama juga menyebar ke proyek-proyek LG lainnya, termasuk yang bekerja sama dengan GM, di mana para pekerjanya diminta untuk kembali ke negara asal karena isu visa yang serupa.
Penggerebekan ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik ambisi besar investasi, masalah imigrasi dan hukum bisa menjadi hambatan serius yang tidak dapat diremehkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat








