Bangunan Tua Berubah Rupa: Mengungkap Rahasia Arsitektur Gedung Kimia Farma II di Yogyakarta yang Kini Jadi Destinasi Kuliner!

JATENG.AKURAT.CO, Jika kamu melintas di Jalan Ahmad Yani, Yogyakarta, mungkin matamu akan tertuju pada sebuah gedung klasik yang kokoh, yaitu Gedung Kimia Farma II.
Di balik aktivitas modernnya sebagai apotek dan pusat jajanan, gedung ini ternyata menyimpan sejarah panjang dan arsitektur unik yang terus berubah seiring waktu.
Dari apotek kolonial hingga pusat jajanan kaki lima, yuk kita bedah ceritanya!
Jejak Sejarah di Tanah Jawa
Gedung yang kini menjadi cabang Kimia Farma ini, pada masa pemerintahan Belanda, dikenal sebagai Apotheek Ratkhamp en Co.
Setelah kemerdekaan, namanya berubah menjadi Apotik Raja Farma.
Baru pada 3 Desember 1957, setelah diresmikan oleh Undang-Undang Nomor 74 Tahun 1957, perusahaan-perusahaan farmasi milik Belanda diambil alih oleh pemerintah dan salah satunya menjadi Kimia Farma.
Sejarah yang panjang ini meninggalkan jejak pada arsitektur gedung. Berdasarkan foto-foto arsip tahun 1930, gedung ini awalnya berbentuk ruko dua lantai.
Di lantai bawah, terdapat pintu di tengah dengan jendela di sisi kanan dan kiri yang berbentuk persegi panjang vertikal.
Perubahan Arsitektur dari Masa ke Masa
Foto tahun 1930 menunjukkan keunikan arsitektur di lantai dua.
Tepat di atas pintu, terdapat tulisan "Ratkhamp & Co.", dan di atasnya ada dua jendela melengkung (arch) yang menyatu.
Di sisi lain, jendela-jendela vertikal melengkapi fasad bangunan.
Namun, pada foto tahun 1960, terjadi perubahan signifikan. Jendela yang tadinya melengkung diganti menjadi bentuk persegi.
Selain itu, jendela dan pintu di lantai bawah digabungkan menjadi satu, mengubah tampilan muka gedung secara drastis.
Bagian atapnya juga sangat unik. Ujung atap depan memiliki bentuk menyerupai gevel (atap segitiga) yang langsung menyambung dengan atap limasan, berbeda dengan gevel pada umumnya yang terbuat dari beton.
Lalu, atap di bawah gevel ini memiliki bentuk yang memotong ke dalam, menyerupai jerkinhead.
Kondisi Terkini: Ruang Berbagi dan Bernostalgia
Saat ini, Gedung Kimia Farma II telah mengalami banyak perubahan.
Bagian bawahnya kini menjadi tempat berdagang kaki lima dan area untuk pejalan kaki.
Ventilasi di lantai bawah sudah ditutup dengan keramik putih. Meskipun banyak perubahan, bangunan ini tetap kokoh dan menjadi saksi bisu perkembangan Kota Yogyakarta.
Gedung ini bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tapi juga bukti adaptasi arsitektur dari masa ke masa.
Dari apotek klasik, kini ia menjadi tempat di mana masyarakat bisa menikmati kuliner dan berinteraksi, menghadirkan nuansa modern tanpa menghilangkan jejak masa lalunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










