Mengejutkan! Vladimir Putin Ancam Hancurkan Pasukan Asing di Ukraina, Jadi Target Sah untuk Diserang!

JATENG.AKURAT.CO, Situasi di Ukraina semakin memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan pernyataan yang sangat tegas.
Ia menyatakan bahwa kehadiran pasukan asing di Ukraina akan dianggap sebagai target sah untuk dihancurkan.
Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato di Forum Ekonomi Timur di Vladivostok pada 5 September 2025.
Baca Juga: Mengejutkan! Donald Trump Kirim Jet Tempur F-35 ke Karibia untuk Perangi Kartel Narkoba!
Penolakan Keras terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian
Pernyataan Putin ini merupakan respons terhadap diskusi intensif di Eropa mengenai jaminan keamanan Ukraina pasca gencatan senjata.
Para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, mempertimbangkan pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional.
Secara hukum internasional, pasukan ini seharusnya tidak dianggap sebagai target militer yang sah. Namun, Putin menolak gagasan tersebut.
Juru bicara Kremlin, Dimitri Peskov, juga menambahkan bahwa pasukan asing tidak akan bisa memberikan jaminan keamanan bagi Kyiv.
Hal ini seakan menutup pintu bagi segala bentuk intervensi militer dari luar.
Tanggapan Terhadap KTT Paris
Ancaman Putin ini juga merupakan respons langsung terhadap KTT Paris yang digelar sehari sebelumnya, pada 4 September 2025.
Dalam pertemuan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa membahas kerangka kerja keamanan baru, termasuk usulan pengerahan pasukan multinasional.
Macron menyatakan bahwa setidaknya 26 negara siap memberikan kontribusi berupa pasukan, dukungan logistik, senjata, atau pelatihan militer.
Jaminan ini ditegaskan bukan bagian dari keanggotaan NATO, melainkan bentuk dukungan kolektif.
Pemerintah Ukraina sendiri menekankan pentingnya jaminan keamanan yang mengikat untuk mencegah Rusia kembali menyerang di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







