Cegah Insiden Terulang, Pemprov Jateng Akan Tertibkan Sumur Minyak Tak Berizin di Blora

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penanganan cepat atas kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jumat 21 Agustus 2025.
Wakil Gubernur Taj Yasin meninjau langsung lokasi kejadian bersama sejumlah pejabat provinsi dan Forkopimda Kabupaten Blora.
“Kami berupaya api segera terkendali. Pemerintah hadir untuk menangani sekaligus memastikan kejadian ini tidak terulang,” tegas Taj Yasin.
Ia menekankan, salah satu pemicu munculnya sumur-sumur baru adalah kesalahpahaman masyarakat mengenai aturan pengeboran.
Baca Juga: Sumur Meledak 3 Tewas di Blora, Wagub Jateng Salurkan Bantuan
Menurutnya, setelah terbit Undang-Undang serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Migas, Pemprov Jateng telah membentuk Satgas khusus untuk mengatur pengelolaan pengeboran, terutama pada sumur tua.
“Banyak yang mengira setiap sumur baru otomatis akan dilegalkan. Padahal aturan itu mengatur sumur tua yang sudah ada, dengan syarat harus ditinjau dan disurvei agar tidak membahayakan warga sekitar,” jelasnya.
Selain Blora, potensi kasus serupa juga ada di Cilacap dan daerah lain.
Karena itu, pemerintah provinsi bersama Pertamina dan para ahli akan menertibkan sumur-sumur tak berizin.
Menjawab pertanyaan soal relokasi, Wagub menyebut belum ada rencana relokasi warga, namun penertiban akan dilakukan.
Sedangkan untuk rumah warga yang rusak, Pemprov akan melakukan pendataan dan memastikan bantuan segera diberikan.
“Semua laporan tetap kami kaji, termasuk dokumen pendukungnya. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus berkoordinasi agar kasus serupa bisa dicegah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono ini terjadi pada Rabu, 20 Agustus 2025, dini hari.
Api diduga muncul dari aktivitas pengeboran di salah satu sumur rakyat.
Akibat musibah ini, tiga warga meninggal, lainya luka-luka, dan 750 jiwa mengungsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









