Penuh Inspirasi, Malaysia Langsung Terkagum-kagum dengan Cara PNM Mekaar Berdayakan Perempuan Indonesia!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa sangka, program pemberdayaan perempuan di Indonesia ternyata dilirik sampai ke negeri tetangga!
Baru-baru ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendapat kunjungan istimewa dari Menteri Pembangunan Wanita, Kanak-kanak, dan Kesejahteraan Komuniti Sarawak, Malaysia, Dato Sri Hajah Fatimah Abdullah.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Menara PNM, Jakarta, pada Rabu (25/6) kemarin ini jadi bukti nyata kepedulian bersama antara PNM dan Pemerintah Sarawak buat memperkuat peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan komunitas.
Rahasia "Dashboard Ajaib" PNM yang Bikin Menteri Fatimah Terpukau!
Dalam pertemuan itu, Menteri Fatimah terang-terangan mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan unik yang diterapkan PNM.
“Kami merasa sangat kagum dengan apa yang kami lihat, PNM ini memberdayakan kaum wanita dan juga keluarga mereka. Kami melihat dari sistem yang dibina Masyaallah sudah jauh ke depan. Dengan dashboard-nya, kita dapat maklumat (informasi) secara real time,” ujar Dato Sri Hajah Fatimah Abdullah.
Ternyata, PNM melalui program andalannya, Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), punya cara yang bikin beda.
Mereka nggak cuma kasih pembiayaan tanpa agunan, tapi juga mendampingi usaha para perempuan prasejahtera secara rutin.
Pendekatan inilah yang jadi daya tarik utama bagi delegasi dari Sarawak. Menteri Fatimah bahkan menyampaikan kalau Mekaar bisa jadi referensi menarik dan kementeriannya terbuka banget buat belajar lebih lanjut soal sistem ini demi pengembangan program pemberdayaan di Sarawak.
Perempuan Berdaya, Kunci Kesejahteraan Keluarga: Visi Bersama PNM dan Sarawak!
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyambut baik kunjungan ini. Menurutnya, pemberdayaan perempuan memang sudah jadi bagian penting dari kerja-kerja PNM sejak awal.
“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari kerja-kerja PNM sejak awal. Kami percaya, ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh, maka keluarga dan lingkungannya juga akan ikut berkembang. Kunjungan Ibu Menteri memberikan semangat baru bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi lebih banyak perempuan” ujar Arief.
Kunjungan ini bukan cuma sekadar tukar pengalaman, tapi juga membuka kesempatan besar buat saling belajar dan mendorong agenda pemberdayaan berbasis komunitas.
Baik PNM maupun Kementerian Sarawak punya visi yang sama: perempuan yang berdaya adalah kunci bagi masyarakat yang sejahtera.
Dengan menjunjung nilai Tumbuh, Peduli, Menginspirasi, PNM terus berkomitmen menghadirkan program-program yang bikin perempuan makin mandiri secara ekonomi dan jadi penggerak kesejahteraan keluarga.
Kira-kira, program pemberdayaan perempuan seperti apa lagi ya yang bisa menginspirasi banyak pihak seperti PNM Mekaar ini? Yuk, bagikan pendapatmu!
#PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










