Jateng

250 KK di Rusunawa Slamaran Pekalongan Bisa Nikmati Air Minum Tawar Gratis Berkat Program Desalinasi Gubernur Jateng

Theo Adi Pratama | 27 Maret 2025, 15:02 WIB
250 KK di Rusunawa Slamaran Pekalongan Bisa Nikmati Air Minum Tawar Gratis Berkat Program Desalinasi Gubernur Jateng

JATENG.AKURAT.CO, 250 Kepala Keluarga (KK) penghuni Rusunawa Slamaran, Kota Pekalongan kini bisa menikmati air minum yang rasanya tawar.  

Hal ini dikarenakan terlaksananya program desalinasi yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah. 

Melalui program tersebut, teknologinya telah mengubah air payau menjadi air tawar yang layak untuk diminum secara langsung. 

Salah seorang warga Rusunawa Slamaran, Slamet mengaku, telah mencoba air hasil dari desalinasi tersebut. Menurut dia, rasanya berbeda dari biasanya.

"Rasanya enak, segar, tidak asin," katanya pada Kamis (27/3/2025). 

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, program desalinasi di Kota Pekalongan menjadi yang pertama dan akan disusul di sejumlah wilayah pesisir lainya seperti Demak, Rembang dan Jepara. 

Ada dua tujuan desalinasi. Pertama, ketersediaan air bersih siap minum bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sebab, air minum hasil proses desalinasi ini dibagikan secara gratis.

Dengan demikian, masyarakat tak perlu lagi keluar uang untuk membeli air galon maupun kemasan. 

"Air ini gratis. Jadi masyarakat dapat air bersih dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainya," kata Luthfi.

Langkah itu sekaligus menjadi upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah yang dikeroyok dari berbagai sektor pembangunan.

Alasan kedua adalah mencegah penurunan permukaan tanah di wilayah pantai utara.

Salah satu penyebab penurunan itu adalah masifnya penggunaan air tanah.

Program tersebut sengaja dilaksanakan di Kota Pekalongan, karena sumber air tawarnya terbatas dan masyarakat sulit memenuhi kebutuhan air bersih siap minum.  

Terbatasnya sumber air bersih, berkontribusi menyumbang kemiskinan, karena masyarakat perlu membeli air bersih untuk kebutuhan konsumsi.

Selain itu, menyumbang gangguan kesehatan, salah satunya stunting. 

Dalam mewujudkan program desalinasi ini, Luthfi memerintahkan BUMD PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip).

Mesin desalinasi yang diluncurkan di Kota Pekalongan ini berkapasitas 4.000 liter/hari dengan penerima manfaat kurang lebih 250 KK penghuni Rusunawa Slamaran serta masyarakat di sekitar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.