KH Iman Fadhilah, Tokoh Muda NU yang Ingatkan Bahaya Banyak Kometar di Medsos Tanpa Keahlian atau Keilmuan yang Kompeten

JATENG.AKURAT.CO, Di media sosial saat ini menunjukkan banyaknya orang yang ahli berkomentar tapi tidak ada keahlian atau keilmuan yang kompeten.
Hal itu dikatakan oleh Pengasuh Ponpes Al Fadhilah, Semarang Dr. KH. Iman Fadhilah, MSi pada Sabtu (22/3/2025).
KH Iman Fadhilah mengingatkan kepada khalayak betapa bahayanya jika banyak berkomentar tapi tidak memiliki ilmu yang memadai.
"Jurusannya teknik mengomentari kesehatan, jurusannya kesehatan ngomentari ekonomi, dan sebagainya," ungkapnya di hadapan ratusan santri yang berlatar belakang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) ini menyampaikan hal itu saat memberikan mauidzah hasanah peringatan Nuzulul Qur'an dan Penutupan Forum Kajian dan Alaman Ramadhan Ponpes Durrotu Aswaja, Banaran, Gunungpati, Kota Semarang.
Menurutnya, fenomena itu terjadi karena tidak pernah belajar sebagaimana seorang santri.
Ia pun mengutip petuah bijak Imam Ghazali dalam sebuah kitab panduan bagi santri.
Yakni, rajulun laa yadri, wa annahu laa yadri annahu laa yadri (Pemuda yang tidak tahu namun tidak menyadari bahwa dirinya tidak memiliki ilmu).
Menantu Ponpes Taqwal Ilah Meteseh, almarhum KH Syaikhun (salah satu Khalifah dari KH Mushlih untuk tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah) ini juga mengingatkan agar para santri melanggengkan tradisi tirakat.
"Ilmu hanya dengan akal, tidak masuk ke hati. Ilmu untuk masuk ke hati dibutuhkan riyadhah, mujahadah dan tirakat," tuturnya.
"Memperbanyak tirakat, memperbanyak riyadhah, dan mempersedikit tidur. Sedikitkanlah tidur, kalau ingin menjadi orang alim," pesannya.
Mantan sekretaris Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah ini pun mengingatkan bahwa belajar harus tulus dan niat untuk memberantas kebodohan, bukan fokus pada peluang kerja.
"Orang mencari ilmu, jangan karena prospek atau peluang kerjanya. Kalau peluang kerjanya tipis maka semangat belajarnya menjadi loyo," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Allah menciptakan makhluk hidup dengan menjamin kelangsungan hidupnya. Hal ini, kata dia, tercantum dalam Al Qur'an pada surat Hud.
"Tidak ada makhluk yang diciptakan oleh Allah tanpa rizqinya," tandasnya.
Sementara pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, KH Agus Ramadhan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pesantren selama bulan Ramadhan.
"Tadi sore kita adakan santunan untuk anak yatim, disambung dengan pengajian Nuzulul Qur'an malam ini," katanya.
Dikatakannya, Ponpes Durrotu Aswaja memiliki tradisi sebagaimana pesantren salaf yang mengajarkan kitab kuning selama bulan puasa, juga tetap memiliki jam khusus bagi yangengambil program hafalan Al Qur'an.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










