Jateng

Bea Cukai Berkontribusi Dalam Membangun Iklim Investasi yang Kondusif

Theo Adi Pratama | 9 Oktober 2024, 12:18 WIB
Bea Cukai Berkontribusi Dalam Membangun Iklim Investasi yang Kondusif

Akurat.co - Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Jateng - DIY selalu membutuhkan media karena mampu meneruskan informasi penting soal kepabeaan. 

Hal itu dikatakan oleh Ahmad Rofiq selaku Kepala DJBC Jateng - DIY saat ngobrol ringan bareng wartawan di kantornya pada Rabu (9/10/2024).

"Salah satu hal penting hang perlu disebar informasinya adalah mengenai penindakan atas pelanggaran supaya masyarakat tahu," ujar Rofiq.

Selain soal penindakan pelanggaran, Rofiq juga mengatakan perlunya sosialisasi iklim investasi dan bisnis di Jateng DIY yang mana DJBC ikut membina dan mengawasai.

Salah satu yang disampaikan Rofiq adalah kunjungan ke Pabrik rokok Prahu Layar yang terus eksis dan berkontribusi dalam menyumbang cukai rokok.

"Prahu Layar itu adalah pabrik rokok tertua yang masih berdiri hingga generasi ke 4 saat ini," tuturnya.

Kemudian Rofiq juga menjelaskan bahwa saat ini ada 99 perusahaan yang sangat besar dengan penyerapan tenaga kerja hingga di atas 500.000 orang yang bekerja sama dengan Kanwil DJBC Jateng - DIY.

"Hampir setiap minggu kami kedatangan investor untuk presentasi konsep bisnisnya demi mendapatkan petunjuk regulasi dan fasilitas usaha di Indonesia. Salah satunya investor besar dari hongkong," beber Rofiq.

Pendampingan pada perusahaan kelas global karena menurut Rofiq, bea cukai konsennya adalah impor dan ekspor. Maka pihaknya fokus kepada impor dam ekspor.

"Kami dorong pula pengusaha-pengusaha Indonesia terutama Jateng DIY untuk bisa naik kelas jadi eksportir dan importir," tuturnya.

Di sisi lain, Rofiq menyampaikan data bahwa Jateng DIY memiliki catatan pertumbuhan bisnis skala internasional di berbagai kawasan industri karena upah pekerja yang cukup kompetitif dan ketrampilan yang kompetitif pula.

Kemudian Pemerintah Daerah di Jateng DIY sangat mendukung perusahaan padat karya yang berorientasi ekapor impor sehingga bisa menyerap tenaga kerja sangat banyak mulai dari garmen, manufaktur, pergudangan, dan lainya.

Rofiq memaparkan bahwa Industri yang masih mendominasi di Jateng - DIY adalah garmen.

"Saat ini salah satu komoditas garmen paling tumbuh subur adalah produksi tas yang pusatnya ada di daerah Jepara," tutupnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.