Jateng

Sopir Bekerja Melebihi Batas Waktu, Ini Hasil Investigasi KNKT Soal Penyebab Kecelakaan Tol Cikampek

Theo Adi Pratama | 12 April 2024, 17:49 WIB
Sopir Bekerja Melebihi Batas Waktu, Ini Hasil Investigasi KNKT Soal Penyebab Kecelakaan Tol Cikampek

AKURAT.CO, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan 12 penumpang beberapa waktu lalu.

Penyebabnya adalah pengemudi atau sopir kendaraan bekerja melebihi batas waktu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangannya mengungkap salah satu penyebab kecelakaan maut itu, dikarenakan sopir bekerja melebihi waktu.

Baca Juga: Himbauan Arus Balik, Pastikan Kondisi Kendaraan dan Fisik Dalam Keadaan Baik

la mengatakan waktu kerja pengemudi tersebut melebihi waktu yang telah ditentukan sehingga membuat pengemudi kekurangan waktu istirahat.

Supir minibus Grand Max tersebut bekerja non stop selama kurang lebih tiga hari mulai dari 5 April hingga 8 April 2024.

Ternyaya dalam pengungkapan kasus tersebut didapatkan fakta bahwa mobil Grand Max itu beroprasi ulang-alik dari Jakarta ke Ciamis lalu kembali lagi ke Jakarta tanpa istirahat dan dikemudikan oleh supir yang sama sehingga mengalami kelelahan dan microsleep.

Baca Juga: Lonjakan Kendaraan H1 dan H2 Idul Fitri 1445 Hijriah Tujuan Wisata Jawa Tengah, PT Jasamarga Transjawa Tol Siagakan Layanan Jalan Tol Semarang – Solo

Selain si supir yang bekerja over time, didapati pula fakta bahwa mobil Grand Max tersebut over capacity.

Mobil yang seharusnya maksimal dihuni oleh 8 penumpang, malah ada 12 penumpang di dalamnya. Selain itu, barang bawaan penumpang juga sangat banyak dan berat.

"Bukan kami mencari kambing hitam. Tapi memang faktanya pengendara itu sudah letih karena tiga hari mondar-mandir dari Ciamis ke Jakarta bolak-balik," ujar Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi pada Jum'at (12/4/2024).

Baca Juga: Adu Banteng Dua Sepeda Motor di Jatisari Mijen Semarang, Satu Meregang Nyawa

"Kemudian muatannya sangat berat dengan 12 orang penumpang di dalamnya. Seharusnya kan batasnya 8 atau 9 orang. Makanya saya himbau masyarakat yang ingin kembali ke kota harus menggunakan kendaraan yang fit dan pengemudi yang segar," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.