Said Abdullah Jadi Caleg Dengan Suara Terbanyak se-Indonesia, Bagaimana Caranya?

AKURAT.CO, Rekapitulasi berjenjang hasil suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan berakhir esok hari Rabu (20/3/2023). Namun selalu saja ada yang menarik dari perhitungan suara ini. Salah satunya adalah siapakah Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang mendapatkan suara terbanyak se Indonesia.
Caleg dengan raihan suara terbanyak adalah Said Abdullah yang maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI.
Berdasarkan perhitungan rekapitulasi suara di tingkat kabupaten se-Madura, Politikus asal Sumenep itu mencatatkan perolehan suara mencapai 661.607 suara di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI
Secara rinci, Said memperoleh suara dari Bangkalan sebesar 58.539, Sampang 173.381, Pamekasan 26.377 dan Sumenep 271.495.Perolehan setengah juta suara lebih menjadikan Said sebagai calon DPR RI peraih suara terbanyak se-Indonesia.
Baca Juga: Singgih Sahara Komika Asal Semarang yang Lagi Diburu Warga X Karena Dugaan Kasus Penipuan Donasi Online
Perolehan suara Said setara dengan 80,13 persen dari seluruh perolehan suara PDIP di dapil tersebut. Suara Said naik hampir tiga kali lipat dari 2019. Saat itu, ia mengumpulkan 176.981 suara.
PDIP juga mencetak rekor dengan menang tiga kali berturut-turut di tiga pemilu terakhir. KPU memang belum menetapkan hasil pemilu tahun ini, tetapi sejumlah lembaga quick count memprediksi suara PDIP menjadi yang terbanyak.
Meski begitu, PDIP gagal mempertahankan kemenangan di pemilihan presiden dan wakil presiden. Setelah menang di dua pilpres sebelumnya dengan mengusung Jokowi, mereka dipastikan gagal di pilpres kali ini.
Berdasarkan rekapitulasi suara yang sedang berjalan di KPU, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinyatakan menang di 32 provinsi. Dua provinsi lainnya dikuasai Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Rel Kaligawe Diperbaiki, Dishub Kominfo Berlakukan Contraflow
Jika merujuk quick count sejumlah lembaga survei, suara Ganjar-Mahfud berkisar di angka 16-18 persen.
Said Abdullah sendiri adalah Ketua DPD PDIP Jawa Timur. Dia juga berstatus sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian.
Said menjadi anggota DPR RI dari PDIP sejak 2004 lalu. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Said pernah mengikuti konvensi pencalonan gubernur Jawa Timur pada 2008. Dia juga pernah mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur mendampingi calon gubernur Bambang DH pada Pilkada Jatim tahun 2013.
Namun Bambang – Said saat itu kalah oleh pasangan Soekarwo – Saifullah Yusuf yang menjadi pasangan gubernur wakil gubernur Jatem periode 2013-2018.
Usai gagal di pemilihan kepala daerah Jawa Timur, Said memilih untuk fokus sebagai anggota dewan hingga saat ini.
Pria kelahiran Sumenep, 22 Oktober 1962 itu bergabung dengan PDIP sejak Orde Baru. Ia meniti karier di PDIP dengan bergabung bersama organisasi sayap partai Banteng Muda Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









