Jateng

Kebakaran Orange Karaoke Tegal, 6 Korban Meninggal Akibat Sesak Napas, Ditemukan Jelaga di Saluran Pernapasan

Theo Adi Pratama | 18 Januari 2024, 10:10 WIB
Kebakaran Orange Karaoke Tegal, 6 Korban Meninggal Akibat Sesak Napas, Ditemukan Jelaga di Saluran Pernapasan

 

AKURAT.CO, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng berhasil mengungkap penyebab kematian 6 korban meninggal pada tragedi kebakaran gedung Mushola Orange Karaoke Kota Tegal pada Senin (15/1/2024) lalu.

Kombes Pol dr Sumy Hastry selaku Kabiddokkes Polda Jateng menjelaskan penyebab kematian para korban adalah karena mati lemas akibat menghirup udara panas asap kebakaran.

Hal tersebut ia sampaikan sesuai hasil pemeriksaan otopsi di Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Mapolda Jateng.

Baca Juga: Polresta Magelang Berhasil Gagalkan Penyalahgunaan BBM Ilegal Jenis Pertalite

Sumy Hastri mengatakan ditemukan jelaga di saluran pernapasan para korban.

Selain itu, Sumy Hastri juga menegaskan tidak ada tanda tanda-tanda kekerasan di tubuh para korban. 

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun luka bakar di tubuh korban, semua mati lemas karena menghirup asap kebakaran. Ini sesuai dengan hasil otopsi para korban, ditemukan jelaga di saluran napas," terangnya, Kamis (18/1/2024).

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Jepang Ajukan 21 Tuntutan kepada China pada 18 Januari 1915

Disebutkan pada Selasa, (15/1/2024) terdapat 4 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit sudah diperbolehkan untuk pulang guna rawat jalan.

Menguatkan keterangan tersebut, Kabidlabfor yang diwakili Kasubbid Fiskom AKBP Setiawan menyebut, meski yang terbakar hanya ruang mushola, namun konstruksi TKP yang berupa lorong sempit tersebut memperparah keadaan sehingga mempersulit evakuasi para korban.

"Banyaknya barang mudah terbakar seperti plastik, stereofoam, dan kabel-kabel membuat asap semakin pekat. Asap kemudian memenuhi lorong sempit dan memasuki kamar-kamar tempat para korban beristirahat," ungkapnya.

Baca Juga: Eksplorasi Keajaiban Alam dan Misteri Air Terjun Madakaripura: Mitos serta Sejarah yang Membekas di Tepi Tebing

Pada konferensi pers Rabu (16/1/2024) Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Satake Bayu Stefanus berharap agar para pemilik tempat usaha memberikan pelatihan kepada karyawannya mengenai apa yang harus dilakukan jika menghadapi bencana termasuk kebakaran.

"Perlu ada pelatihan pada karyawan, harus ada SOP, bagaimana evakuasinya. Termasuk menyediakan alarm sehinga bisa membangunkan yang masih tidur," tandasnya.

Kabidhumas menyebut kasus ini sebagai kejadian menonjol karena banyaknya korban jiwa. Pihaknya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga para korban dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Sejumlah Perayaan Penting pada Tanggal 18 Januari dan Uniknya Perayaan Tahun 2024

"Kasus ini cukup menonjol karena banyaknya korban meninggal. Dalam kesempatan ini kami menyampaikan turut berduka dan prihatin terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Penanganan kasus ini menjadi pembelajaran agar kasus serupa tidak terulang lagi," ujar Kabidhumas.

Dirreskrimum Kombes Johanson Ronald Simamora menyebut penanganan perkara melibatkan Bidlabfor Polda Jateng untuk mencari penyebab kebakaran.

"Hasil dari olah TKP, penyebab kebakaran adalah korsleting motor Exhaust Fan di ruang mushola lantai 3," ungkapnya.

Pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi termasuk pengelola tempat karaoke. Namun hasil pemeriksaan masih belum menetapkan tersangka yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Penanganan perkara masih berproses. Kita masih lengkapi keterangan dari ahli serta mencari alat bukti lainnya," jelasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.