Jateng

Kota Semarang Menatap Investasi di Tahun Politik, Apa Peluang dan Tantangan yang Akan Dihadapi?

Theo Adi Pratama | 20 Desember 2023, 13:17 WIB
Kota Semarang Menatap Investasi di Tahun Politik, Apa Peluang dan Tantangan yang Akan Dihadapi?

 

 

 

AKURAT.CO, Kota Semarang masih berstatus sebagai kota yang kondusif dan memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata.

Bahkan saat keributan politik yang melanda tanah air sejak 2014 hingga 2023, Ibu Kota Jawa Tengah ini mendapat julukan 'Nol Derajat' karena tak pernah mengalami gesekan atau konflik di masyarakat.

Oleh sebab itu, Hernowo Budi Luhur selaku Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang memprediksi bahwa kota kebanggaannya itu akan terus didatangi investor meskipun menghadapi tahun politik. 

Baca Juga: Lewat Kolaborasi Pemkot Semarang, Bea Cukai, dan PT IPU, Akses Jalan Bandara Ahmad Yani Kini Makin Terang

"Ada peluang besar yang bisa dimanfaatkan investor untuk masuk dan melakukan investasi. Peluangnya sangat besar, apalagi Semarang ini stabil dan kondusif meksipun menghadapi tahun politik,” ujar Hernowo pada Rabu (20/12/2023).

Pernyataan itu juga sudah dia sampaikan di hadapan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang dalam agenda diskusi ‘Outlook Ekonomi 2024: Peluang dan Tantangan Ekonomi Kota Semarang di Tahun Politik’.

Hernowo menjelaskan jika target investasi yang dicanangkan pemkot Semarang pada tahun 2024 mendatang ada diangka Rp 27,3 triliun. Selain itu ada beberapa peluang investasi yang bisa dimanfaatkan seperti pedagangan dan jasa, transportasi, kuliner, bahkan pertanian.

Baca Juga: Pantau Kesiapan Nataru, Mbak Ita; BBM dan LPG Dipastikan Aman, Pertamina juga Ikut Bentuk Satgas

“Semua sektor sangat terbuka dan memilki peluang besar. Kita yakin tahun politik di Semarang akan tetap damai, dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Semarang ini juga diatas rata-rata Jawa Tengah ataupun nasional,” bebernya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara. Di atas kertas, kinerja perekonomian Jawa Tengah dan Kota Semarang memang masih menunjukkan pertumbuhan. Namun, praktik di lapangan berkata lain.

“Secara real ekonomi lesu. Ini yang harus kita bahas. Padahal pertumbuhan ekonominya baik-baik saja, tapi perputaran uangnya itu masih seret,” ungkap Arnaz.

Baca Juga: Bekerja dengan Santai di Coffee Shop Bandung: Pilihan Cafe Sebagai Tempat Produktif untuk Generasi Muda (Bagian 1)

Arnaz menyebut, ke depannya pemerintah daerah perlu lebih aktif lagi dalam menarik investasi ke Kota Semarang. Untuk mendukung hal tersebut, perluasan sekolah vokasi juga menjadi keharusan agar bisa mendukung dunia usaha.

“Pemerintah harus memberi kemudahan investasi, lalu didukung kebijakan pemerintah untuk bisa melibatkan dunia usaha. Nah dari situ generasi muda punya kesempatan untuk mendalami dunia usaha,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jateng, Bambang Mintosih menjelaskan jika kinerja pariwisata di Kota Semarang telah mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun 2022 silam.

Baca Juga: Pelatih Fisik PSIS, Alex Aldha Yudi, Terpanggil untuk Timnas U20 di Pemusatan Latihan Qatar

“Peluang dalam bidang pariwisata ini masih sangat besar, terutama untuk perhotelan, restoran dan lainnya,karena kinerja ini positif ini diproyeksikan bakal terus berlanjut hingga 2024 mendatang,” tambahnya.

Kepala Bappeda Kota Semarang, Budi Prakosa, menyambut baik masukan dan paparan dari berbagai elemen masyarakat yang hadir dalam diskusi tersebut. Budi menyebut, pembahasan itu bakal menjadi rekomendasi untuk menyusun rencana pembangunan Kota Semarang yang lebih baik lagi ke depan.

"Masukan ini akan kami coba support dengan segala kolaborasi, baik horizontal maupun vertikal," jelas Budi.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan daya dukung serta pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang bisa terus tumbuh positif.

"Dalam forum ini kami mengucapkan terima kasih atas masukan dari seluruh narasumber dan peserta," pungkasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.