Belajar Dari Tragedi The Geong, Jembatan Kaca Hutan Wisata Tinjomoyo Harus Dikaji Mendalam

AKURAT.CO, Jembatan Kaca di Hutan wisata Tinjomoyo belum dibuka untuk umum. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso pada Selasa (7/11/2023).
Wing Wiyarso mengatakan, oprasionalisasi jembatan kaca harus menunggu kesiapan secara keseluruhan mulai dari pengelola tempat wisatanya atau Sumber Daya Manusia (SDM) harus memiliki sertifikasi maupun kelengkapan sarana dan prasarananya.
"Tidak tahun ini jembatan kaca untuk dibuka umum, karena kami masih melakukan persiapan yang matang," tandas Wing Wiyarso.
Baca Juga: DPR RI Minta Pemda Perketat Pengawasan Objek Wisata Pascainsiden Jembatan Kaca di Purwokerto
Apalagi, Wing melanjutkan, dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) rencananya akan menambah bangunan jembatan di sisi sebelah timur sungai.
"Jadi sekarang belum nyambung dengan tangga turun belum ada," ungkap Wing.
Selain pembangunan sisi sebelah timur belum selesai, lanjut dia, nantinya jalur pengunjung jembatan kaca dibuat berbeda pintu masuk dan pintu keluarnya.
Baca Juga: Indonesia Siap Tempur di Piala Dunia U-17, Jalani Latihan Intens di Surabaya
"Di sana ada beberapa destinasi wisata dan jembatan kaca salah satu dari lokasi yang bisa dikunjungi. Sehingga biar alur pengunjung yang masuk lokasi wisata tertib dan bisa terintegrasi," imbuhnya.
Sehingga saat dibuka dan mulai beroperasional nantinya, keamanan tempat wisata Jembatan Kaca tersebut benar-benar safety.
Hal itu, kata dia, setelah ada anggaran murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.
"Kami juga akan siapkan sarana dan prasarana keamanan berupa jaring di bawahnya, lalu agar lebih safety lagi dikasih pagar penyekat pengunjung yang agak tinggi. Jadi secara keamanan pengunjung sangat diutamakan," paparnya.
Selanjutnya, pihaknya menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi pengunjung saat di atas jembatan kaca.
"Termasuk juga pembatasan pengunjung dengan melihat kapasitas yang ada, serta jika ada pengunjung yang takut ketinggian atau ada penyakit bawaan," jelas Wing.
Tentunya, menurut Wing, pengelolaan tempat wisata adalah orang yang punya kemampuan di atas ketinggian, sudah memiliki sertifikasi dengan keahlian dibidang itu.
"Agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan seperti kejadian beberapa waktu lalu mengalami musibah di jembatan kaca Geong Banyumas," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






