Pemkot Semarang Gencarkan Program Penanganan Kesehatan Mental bagi Remaja

AKURAT.CO SEMARANG - Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh anak muda yang terjadi di kota Semarang menjadi perhatian masyarakat luas.
Dalam kurun waktu yang tidak berselang lama, Selasa (10/10) dan Rabu (11/10) dua mahasiswi dari Universitas di Kota Semarang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Peristiwa tersebut juga mendapatkan perhatian dari Dinas Kesehatan Kota Semarang atau DKK Kota Semarang.
Baca Juga: PPLWH Kumpulkan Alumni Sejak 2001 Dari Berbagai Kota
Mochamad Abdul Hakam selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang turut menanggapi dan menyampaikan beberapa program yang dijalankan dalam menangani kesehatan mental yang dapat diakses masyarakat kota Semarang.
Dirinya menjelaskan bahwa Dinkes Kota Semarang sudah sejak awal tahun 2022 melakukan screening terkait dengan kesehatan mental emosional masyarakat di berbaggai tempat seperti Puskesmas, sekolah, Posyandu, dan lain sebagainya.
“Kita membagikan kuesioner kepada masyarakat, tergantung sasarannya, jika 18 tahun ke atas kita gunakan SRQ (Self-Reporting Questionnaire). Tapi untuk SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire) digunakan untuk yang berumur 4 sampai 18 tahun. Kita melakukan skrining (SRQ dan SDQ) sejak awal tahun 2022,” ujar pria yang akrab disapa Hakam tersebut.
SRQ sendiri adalah kuesioner yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) untuk skrining gangguan psikiatri clan untuk keperluan penelitian.
Sedangkan (SDQ), kuesioner untuk deteksi dini masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja berusia 4 – 18 tahun.
Dinkes Kota Semarang turut melakukan skrining tersebut guna mengetahui kesehatan mental emosional masyarakat agar mendapat penanganan yang sesuai jika abnormal.
Baca Juga: Deklarasikan Mahfud MD Jadi Cawapres, Megawati Titip Pesan ke Siti Atikoh
Lebih jauh, Hakam menjelaskan tindak lanjut dari kegiatan skrining kesehatan mental emosional tidak berhenti sampai di situ.
Jika terdapat indikasi abnormal dari hasil skrining tersebut, maka akan diberi penanganan lebih lanjut.
“Pada dasarnya skrining ini untuk kesehatan mental emosional, dan yang abnormal ini ditindaklanjuti ke Puskesmas, kemudian jika ada hal-hal yang tidak bisa ditangani maka akan dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya.
Selain program tersebut, Dinkes Kota Semarang juga sudah memiliki Layanan Konsultasi Kesehatan Mental (Layanan SULTAN) yang tersebar di Puskesmas se-kota Semarang.
Lebih jauh, dirinya berencana untuk mengupayakan layanan tersebut agar dapat diakses secara daring.
Hal itu bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapat penanganan lebih lanjut terkait dengan kesehatan mental emosionalnya.
Baca Juga: Berikut Profil Prof. Mahfud MD Calon Wakil Presiden Pendamping Ganjar Pranowo
“Kita sedang mencoba, perihal melakukan konsultasi dokter melalui call center Dinas Kesehatan untuk konsultasi kesehatan mental. Sekarang belum berjalan karena sedang dipersiapkan, nanti harapannya masyarakat bisa mengakses untuk kesehatan mental emosional, targetnya remaja,” tandas Hakam.
Pemerintah Kota Semarang sendiri sebenarnya memiliki layanan serupa melalui Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM), tetapi fokusnya memang pada penanganan kasus kekerasan rumah tangga dan perundungan anak.
Dengan adanya Call Center penanganan kesehatan mental emosional ini, diharapkan akan memberi dampak besar terhadap kesehatan mental emosional khususnya remaja ataupun generasi muda yang berdomisili di Kota Semarang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat







