Pupuk Indonesia Gelar Kompetisi Riset dan Inovasi Pertanian 2023, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

AKURAT.CO, PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menggelar kompetisi riset dan inovasi pertanian "Pupuk Indonesia Fertinnovation Challenge (PIFC) 2023". Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring gagasan guna mendukung kemajuan teknologi di bidang produksi pupuk dan pertanian nasional.
SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana menjelaskan bahwa Pupuk Indonesia maupun sektor pertanian saat ini sedang dihadapkan dengan berbagai tantangan. Mulai dari fenomena El Nino dan La Nina yang berdampak pada perubahan iklim, kondisi demografi petani Indonesia yang didominasi usia 45 tahun ke atas, hingga tidak stabilnya rantai pasok global akibat konflik Rusia-Ukraina.
"Oleh karena itu, melalui kompetisi ini kami berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan segar untuk kemudian dikembangkan secara lebih komprehensif agar dapat menjawab tantangan-tantangan tersebut," ujar Wijaya.
Baca Juga: Distribusi Beras Bantuan Pemerintah Menggunakan Aplikasi Terus Disosialisasikan
Lebih lanjut Wijaya menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan yang kedua kalinya digelar oleh Pupuk Indonesia. Kompetisi ini sendiri menjadi salah satu program Pupuk Indonesia yang saat ini tengah memperkuat kemampuan riset dan inovasi. Karena riset dan inovasi adalah salah satu pilar strategis dalam program transformasi bisnis perusahaan.
Terkait peserta, ajang ini terbuka bagi mahasiswa yang terafiliasi dengan kampus nasional maupun global. Selain mahasiswa, kompetisi ini juga dapat diikuti oleh non-mahasiswa yang terafiliasi dengan kelembagaan atau perusahaan seperti start up hingga badan riset.
Adapun topik yang dilombakan, pertama, peningkatan efisiensi dalam penggunaan pupuk (enhanced efficiency fertilizer). Materi yang dilombakan adalah desain/prototype produk pupuk sebagai nutrisi tanaman yang memiliki karakteristik high NUE (Nutrient Use Efficiency) dan lebih ramah lingkungan.
Kedua, industri pupuk berkelanjutan (sustainable fertilizer industry), yaitu melombakan desain/prototype teknologi produksi pupuk dan amonia yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan.
Selanjutnya ketiga, teknologi pertanian presisi (precision agriculture technology) yang akan melombakan desain/prototype teknologi pertanian presisi untuk mendukung digitalisasi pertanian. Dan terakhir adalah agri challange, yaitu materi lomba dengan konsep bisnis atau kegiatan yang mendukung implementasi ESG (Enviromental, Social, and Governance) di bidang pertanian.
"Tema yang kami pilih seluruhnya merupakan tema yang saat ini sedang menjadi tuntutan global. Mulai dari pengembangan teknologi pertanian yang lebih efisien, presisi dan mengedepankan aspek lingkungan," jelas Wijaya.
Untuk penilaiannya akan dilakukan oleh juri internal maupun eksternal perusahaan, seperti ahli dari perguruan tinggi, hingga stakeholder terkait yang berkompeten di bidangnya. Adapun periode pengumpulan makalah dimulai pada bulan September hingga awal Oktober 2023.
Sebagai hadiah, Pupuk Indonesia telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp380 juta. Selain hadiah uang tunai, karya terbaik berpotensi mendapatkan incubation fund hingga miliaran rupiah.
Baca Juga: Hadiri Apel Besar Pramuka di Purbalingga, Atikoh Dicegat Siswa SMKN Jateng
Kompetisi ini sendiri bisa diikuti oleh individu atau tim (2-4 orang), dengan materi lomba belum pernah didaftarkan dalam kompetisi inovasi, memiliki relevansi dengan proses bisnis Pupuk Indonesia, level maturitas inovasi minimal sudah terkonfirmasi skala bench/pilot; serta memiliki kajian teknis & keekonomian serta MVP menjadi nilai tambah.
"Selain berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara Pupuk Indonesia dengan dunia akademik yang harapannya dapat membawa manfaat bagi ketahanan pangan, masyarakat, dan lingkungan masa depan," tutup Wijaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









