Hadapi Kekeringan, Dinlutkan Sarankan Budidaya Ikan Air Tawar Menggunakan Terpal

AKURAT.CO DEMAK - Fenomena el nino mengakibatkan kekeringan lebih lama di musim kemarau tahun 2023, selain sektor pertanian, budidaya ikan air tawar juga akan terdampak.
Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Demak menyarankan agar budidaya ikan air tawar menggunakan kolam terpal agar tetap produktif.
Baca Juga: Pembudidaya Ikan Diminta Kurangi Penebaran Bibit Selama Kemarau
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinlutkan Demak, Siti Sunarti mengatakan, dengan penggunaan kolam terpal efektif untuk menghemat air.
"Untuk antisipasi kekeringan di musim-musim seperti ini, kita menyarankan pembudidaya untuk membikin kolam dari terpal," ujarnya.
Baca Juga: HP Kalian Mulai Lemot dan Susah Membuka Aplikasi, Coba Terapkan 7 Tips Ini!
Ia menilai, kolam terpal bisa menghemat air dalam budidaya ikan air, berbeda dengan kolam air tanah yang menyebabkan air merembes.
"Sehingga bisa menghemat air, tidak langsung hilang kalau dikasih air lagi," ucapnya.
Data yang dihimpun dari Dinlutkan Demak, di Kabupaten Demak terdapat 1.201 pembudidaya ikan air tawar dengan total luas kolam mencapai 543.643 meter persegi.
Baca Juga: Samator Group membuka Beberapa Lowongan Pekerjaan, Segera Cek Kualifikasinya!
Budidaya ikan air tawar ini meliputi, ikan lele, ikan nila, ikan gurame, ikan mas dan lainnya.
Orang yang akrab disapa Narti itu juga mengimbau agar para pembudidaya bisa mengurangi kuantitas penebaran bibit ikan selama kemarau untuk mengurangi risiko gagal panen.
Baca Juga: Bagi Kamu Pemula di Dunia Desain dan Ingin Belajar Corel Draw, Coba Ikuti 7 Tips Ini!
"Kemudian para pembudidaya untuk mengurangi persentase penebaran bibit yang biasa tebar 10 ribu misalnya untuk bisa dikurangi 7000 atau 5000 gitu," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










