Panen Tembakau di Desa Sidokumpul Guntur, Harga Tembakau Melambung

AKURAT.CO, Tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Demak yang bersifat spesifik lokalita artinya bisa dikembangkan dengan teknologi yang sesuai dengan potensi agroekosistem wilayah.
Tanaman ini hanya dapat tumbuh dan berkembang baik di tiga wilayah meliputi Kecamatan Mranggen, Karangawen, dan Guntur.
Masalah yang sering dihadapi oleh petani tembakau adalah fluktuasi harga jual tembakau dan posisi tawar petani yang rendah. Disamping itu, kondisi cuaca/ iklim yang kurang mendukung sangat berpengaruh terhadap rendahnya kualitas dan produksi tembakau.
Baca Juga: Megawati Puji Mbak Ita Dalam Upaya Penanganan Stunting
Namun berbeda untuk tahun ini, petani tembakau di wilayah Demak mengalami keuntungan berlipat ganda karena tingginya harga tembakau yang dibeli pabrikan. Jika biasanya hanya menyentuh di angka Rp 45 ribu, kini harga tembakau mencapai angka fantastis yakni Rp 78 ribu per kilonya.
Kebahagiaan petani tidak berhenti sampai disini, dengan semakin banyaknya tembakau yang dihasilkan, Dana Bagi Cukai Hasil Tembakau atau DBCHT juga semakin naik yakni mencapai angka Rp 6 miliar khusus untuk Kabupaten Demak.
Alhasil bantuan untuk petani tembakau juga semakin meningkat yang diwujudkan dalam bentuk alat-alat pertanian maupun bibit dan pupuk.
Baca Juga: PT Bina Karya Prima Membuka Lowongan Pekerjaan, Cek Kualifikasinya Segera!
“Panen tertinggi sepanjang jaman baik tembakau maupun padi harga naik semua. Sebelumnya jika ketemu ngresah tapi sekarang sudah tidak lagi dan tetap bersyukur agar nikmat ditambah,” ujar Bupati Demak Eistianah yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Drs Agus Herawan saat membuka FFD dan panen raya tembakau di Desa Sidokumpul Kecamatan Guntur kemarin.
“Saat ini tanah pertanian banyak berkurang diantaranya terkena rob dan pertumbuhan manusia maka lahan semakin habis untuk perumahan, jangan sampai ditambah petani tidak mau menanam padi kita mau makan apa. Terima kasih sudah setia menjadi petani menanam padi jagung singkong maka ketahanan pangan kita sehat semua. Jangan sampai tergantikan oleh mie instan,” imbuh Bupati. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









