Jateng

Tanamkan Rasa Cinta, Ratusan Anak Lintas Agama Semarang Ikuti Kegiatan Semai di Susteran OSF

Theo Adi Pratama | 1 Oktober 2023, 16:29 WIB
Tanamkan Rasa Cinta, Ratusan Anak Lintas Agama Semarang Ikuti Kegiatan Semai di Susteran OSF

 

AKURAT.CO SEMARANG - Seratusan anak lintas agama usia 9 sampai 13 tahun berkumpul di Susteran Ordo Santo Fransiskus (OSF) Gedangan Semarang utara untuk mengenal cara hidup membiara yang dilakukan para suster dalam tradisi Katolik.

Acara yang digelar pada hari Minggu (1/10/2023) itu bertajuk Semarang Damai (Semai) angkatan ke-4 yang diinisiasi oleh EIN Institute, Ikatan Karya Hidup Rohani Antar Religius (IKHRAR), Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), dan EduHouse, dan didukung oleh Marifood. 

Baca Juga: Berikut Daftar Lengkap Jadwal Liga Sepak Bola Tanggal 1 dan 2 Oktober 2023

Koordinator Pelita Setyawan Budy kembali menggarisbawahi betapa pentingnya warga Semarang merawat perdamaian dan kebhinnekaan, khususnya menjelang Pemilu 2024.

“Pemilu sudah tinggal beberapa bulan lagi. Kita semua perlu terus mengeratkan jalinan persahabatan, agar Semarang bisa menjadi contoh wujud nyata kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Mari nyalakan pelita, daripada mengutuki kegelapan.” pesannya.

Ellen Nugroho, Direktur Ein Institute menyampaikan, Semai sejatinya adalah sebuah program yang ingin mengajak anak-anak mengenali ajaran-ajaran luhur setiap agama yang ada di Indonesia.

Bahkan Ellen menjelaskan bukan hanya agama-agama saja, namun juga kepercayaan, aliran, dan ajaran budaya yang memiliki nilai-nilai luhur kemanusiaan.

"Fokusnya pada nilai-nilai luhur yang diajarkan setiap agama, kepercayaan, dan aliran. Tujuan akhirnya menanamkan sikap saling mencintai dalam perbedaan," ujar Ellen.

Baca Juga: Kemarau, Produk Baja Ringan Laris Manis

Program Semai sudah dijalankan sejak tahun 2018 dan 2019, Semai dilaksanakan di Klenteng Tay Kak Sie dan Pura Agung Giri Natha.

Sempat terhenti selama masa pandemi COVID-19, Semai terlaksana kembali tahun 2022 di Vihara Tanah Putih, dan tahun ini kembali diadakan di Susteran Gedangan.

“Tema tahun ini adalah belajar nilai-nilai luhur dalam tradisi membiara para suster Ordo Santo Fransiskus atau OSF. Di situ ada nilai pengabdian kepada orang-orang yang miskin, kepedulian pada lingkungan hidup, juga sikap gembira dalam bekerja yang dilandasi kepercayaan akan penyelenggaraan ilahi,” terang Ketua IKHRAR Rayon Semarang Br. Heri Irianto, FIC.

Baca Juga: Kembali Undang Santri Pondok Pesantren, Yoyok Sukawi: Jalur Langit Ngeri

“Di acara ini, anak-anak akan belajar berkenalan dekat dengan kawan-kawan yang berbeda agama dan kepercayaan. Mereka juga akan belajar tentang tradisi spiritual yang jarang diberitakan. Meski materi yang dipelajari sebetulnya berat, tapi penyampaiannya dibuat ringan dan seru. Ini akan membantu anak-anak itu lebih paham tentang keberagaman,” terang Ellen Nugroho, direktur eksekutif EIN Institute.

Para fasilitator membantu anak-anak mengakrabkan diri sejak awal.

Mereka digabungkan ke dalam kelompok kecil. Suster Franciana, OSF menyambut mereka dengan hangat sebelum melepas mereka ke  pos-pos belajar.

Baca Juga: Pemkot Semarang Berhasil Atasi Inflasi Serta Penurunan Kematian Ibu dan Anak Setelah Luncurkan 2 Program Ini

Di pos, dengan panduan para suster OSF, anak-anak mendalami sejarah bangunan Susteran Gedangan, riwayat hidup Santo Fransiskus dan Suster Magdalena Daemen yang mendirikan OSF, serta seluk-beluk kehidupan membiara.

Anak-anak juga melihat replika kapal Jacoba Cornelia yang dulu dinaiki sebelas orang suster OSF pertama yang datang dari Belanda ke Semarang tahun 1870.

Kemudian mereka dipandu mengelilingi museum Rumah Studi Misi OSF.

Mereka bisa melihat-lihat benda bersejarah, gambar, memorabilia yang menggambarkan perjalanan misi para suster OSF di dunia dan di Indonesia, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun layanan sosial.

Baca Juga: Polda Jateng Ajak Maknai Nilai Nilai Pancasila Untuk Jaga Persatuan Selama Pemilu 2024

Setelah itu, setiap kelompok anak membuat vlog masing-masing yang menceritakan ulang semua mateir yang telah mereka pelajari dari pos-pos belajar.

Saat sesi penutupan, Suster Franciana OSF berpesan kepada para peserta Semai #4 agar menjaga persahabatan di tengah keberagaman.

“Kita semua mendapatkan panggilan untuk berbuat baik kepada sesama, dan dengan iman terhadap penyelenggaraan ilahi, mari bekerja dengan gembira untuk membuat dunia ini lebih indah,” tuturnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.