Jateng

Cerita Barista Difabel Marsiana, Tak Pernah Menyerah Ditengah Keterbatasan Fisik

Theo Adi Pratama | 13 Agustus 2023, 19:51 WIB
Cerita Barista Difabel Marsiana, Tak Pernah Menyerah Ditengah Keterbatasan Fisik

AKURAT.CO TEMANGGUNG – Kabut tebal dan hawa dingin masih menyelimuti halaman depan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Temanggung, saat sebuah motor roda tiga masuk di halaman gedung milik pemerintah tersebut.

Pengemudinya seorang lelaki paruh baya, yang dengan cekatan memarkir kendaraannya.

Tak seberapa lama, ia membuka lapak jualan kopinya. Hawa dingin dan rintik embun yang bagi sebagian orang dirasa mengganggu, justru menjadi berkah baginya.

Baca Juga: Aturan Pemerintah Terkait Subsidi Diperlonggar, Simak Tips Membeli Motor Listrik Secara Mudah

Orang-orang bergegas menghampirinya, untuk memesan segelas kopi panas penghangat badan.

Marsiana (57), nama pria penjual kopi tersebut. Sepintas tampak tidak ada yang istimewa dari sosoknya.

Namun setelah diamati tangan kirinya ternyata merupakan tangan palsu.

Baca Juga: Viva Cosmetics Berupaya Terus Memajukan Industri Fashion Indonesia Melalui SFT 2023

Ya, meski difabel, namun hal itu tak menyurutkan langkahnya untuk tetap bekerja mencari nafkah bagi keluarga.

Alumnus SMA Negeri 1 Temanggung tahun 1986 ini, tengah ikut berpartisipasi dalam acara “Ngopi Bareng” lintas sektor dan elemen, di halaman Kantor BNNK Temanggung.

Warga Papoan, Kelurahan Madureso, Temanggung ini, tak pernah merasakan dirinya menjadi orang yang memiliki kekurangan, orang tak mampu, dan orang yang harus dikasihani.

Baca Juga: Formasi Masih Belum Komplit, PSIS Semarang Siap Hadapi Dewa United

Sebaliknya, apa yang telah digariskan Tuhan kepada dirinya dianggapnya sebagai kelebihan dan karunia tak terhingga.

Ia tak mau hanya berpangku tangan selalu menunggu belas kasihan, namun tetap optimistis menjemput rezeki halal dengan berjualan kopi keliling dari satu tempat ke tempat lain.

“Awalnya dulu saya sudah bekerja di sebuah warung lesehan, tapi terkena PHK, lalu bingung mau kerja apa. Sementara ada keluarga yang harus saya hidupi. Tapi meski saya disabilitas saya tidak ingin selalu dikasihani, saya ingin mandiri hidup. Lalu tidak sengaja buka-buka youtube ada orang jualan kopi keliling di Yogya, maka saya coba, bermodalkan Rp250 ribu saja,” katanya, seperti dikutip dari lama Pemprov Jateng.

Baca Juga: Berikut Ini Penyebab, Gejala yang Timbul dan Cara Mengatasi Sesak Nafas yang Mengganggu

Empat tahun kini, usahanya telah berjalan dan ia pun telah mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.

Namun, perjuangannya tak semudah membalik telapak tangan, sebab pahit getir sebagai penjual kopi keliling telah dilakoni.

Awalnya, sebelum dibantu motor roda tiga oleh Kementerian Sosial RI, ia berjualan dengan sepeda motor roda dua.

Baca Juga: Ini Tanggapan Ganjar Soal Deklarasi Golkar dan PAN ke Prabowo

Ia pun harus bersusah payah. Saat hujan badannya basah kuyup bersama barang jualannya, begitu juga saat terik, sengatan sinar matahari membakar kulitnya.

Akan tetapi, ayah tiga anak ini tak patah arang, ia terus menjemput rejeki dengan semangat.

Dulu saat memakai motor roda dua, ia hanya bisa meraup pendapatan rata-rata Rp50 ribu per hari.

Kini saat menggunakan sepeda motor roda tiga barang jualannya pun semakin banyak, hingga pendapatannya pun bertambah antara Rp75 ribu sampai Rp100 ribu per hari.

Baca Juga: Puncak Hari UMKM Nasional, Ganjar Borong Produk Lokal Sepatu hingga Karpet di Surakarta

Saat tidak ada event atau tidak berkeliling ia pun tetap berjualan di sebelah timur Mako Polres Temanggung.

Melalui cara ini ia ingin memberikan motivasi kepada rekan-rekannya sesama difabel, agar tetap bersemangat menjalani hidup, menjemput rezeki dan tidak perlu berkecil hati.

“Kebetulan saya juga dipercaya sebagai Ketua Difabel Kabupaten Temanggung, dengan anggota kurang lebih 5.000 orang, terdiri dari daksa, netra, dan lain-lain," terangnya.

"Kadang difabel itu enggak berani keluar rumah, utamanya karena rasa minder, maka dari situ kita cari, kita kumpulkan kita berikan wawasan, bahwa kita punya keterbatasan itu tidak sendiri," lanjutnya.

Baca Juga: 350 Peserta Ramaikan Jateng Anniversary Run

"Ini kehendak Ilahi, tapi harus kita syukuri, satu kekurangan bisa kita buat menjadi sebuah kelebihan disabilitas yang tidak semua orang bisa melakukannya,” katanya lagi.

Ia tak segan berkolaborasi dengan instansi yang ada, agar bisa memberikan pelatihan kepada difabel.

Upayanya membuahkan hasil, banyak rekan-rekannya yang sebelumnya merasa minder, kini melalui pelatihan program usaha bisa menentukan usaha yang cocok dengan kondisi atau keterbatasan masing-masing.

Bahkan Kemensos telah memberikan pelatihan, permodalan, hingga peralatan pendukung, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Temanggung.

Baca Juga: Berikut Ini Informasi Lowongan Pekerjaan dari PT Rohul Mineral Resource

Slogan yang dituliskan di depan sepeda motor roda tiga Marsiana bukanlah isapan jempol semata, tapi benar-benar tulus menginspirasi, “Barista Disabilitas, Ayo Ngopi, Ketika Otak Perlu Inspirasi”.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.