Jangan Gegabah Mengganti ASI Eksklusif dengan Susu Formula Bila Bayi Anda Tidak Ingin Terkena 4 Dampak Ini

AKURAT.CO Semarang, Kesehatan - Air susu ibu (ASI) eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makan atau minuman yang lain.
Namun, kenyataannya ada banyak kendala yang membuat pemberian ASI ekslusif tidak berjalan lancar, sehingga beberapa ibu beralih menggunakan susu formula atau pengganti ASI lainnya.
Walaupun susu formula adalah susu pengganti ASI yang diformulasikan khusus untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan, tetapi ada beberapa dampak kerugian jika bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif.
Berikut beberapa dampak yang akan terjadi jika memaksakan mengganti ASI eksklusif dengan susu formula:
Meningkakan resiko alergi
Satu penelitian dalam jurnal The Lancet meneliti anak-anak di Finlandia. Studi tersebut menunjukkan bahwa anak yang mendapat ASI paling lama memiliki tingkat insiden atau kejadian terendah untuk mengalami atopi, eksem, alergi makanan, dan alergi pernapasan.
Sementara itu, penelitian terhadap anak remaja berusia 17 tahun menemukan bahwa kejadian alergi pernapasan pada mereka yang jarang menyusui adalah 65 persen, sedangkan pada anak yang mendapat ASI terlama sebesar 42 persen.
Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa ASI eksklusif dapat menurunkan risiko anak mengembangkan alergi.
Meningkatkan resiko penyakit akut
Penyakit pernapasan akut diakibatkan oleh menumpuknya cairan pada alveoli di dalam paru-paru.
Cairan ini yang membuat paru-paru tidak terisi dengan udara yang cukup, yang berarti hanya ada sedikit oksigen yang mencapai aliran darah. Hal inilah yang membuat organ kehilangan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.
Pernyataan meningkatnya risiko penyakit pernapasan akut ini diperkuat dengan adanya penelitian pada anak-anak di Brasil dalam jurnal BMJ, yang mana anak yang tidak disusui 16,7 kali lebih mungkin terdiagnosis menderita pneumonia dibandingkan dengan anak-anak yang menerima ASI eksklusif.
Meningkatkan resiko infeksi
Susu formula belum tentu terbebas dari kontaminasi mikroorganisme patogen.
Bisa saja dalam proses pembuatannya, botol yang digunakan tidak steril, tangan orang yang menyiapkan susu formula tidak bersih, atau bahkan air yang digunakan belum steril dari mikroorganisme patogen, dan lain sebagainya.
Seperti pada kasus wabah Enterobacter sakazakii di AS, dilaporkan bayi berusia 20 hari meninggal karena mengalami demam, takikardia, penurunan jumlah pembuluh darah, dan kejang dalam 11 hari.
Dari hasil penelitian, teridentifikasi adanya kultur E. sakazakii pada cairan tulang belakangnya.
Mengurangi perkembangan kognitif
Perkembangan kognitif merupakan perkembangan dalam hal berpikir, yang meliputi proses mengingat, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Penelitian dalam American Journal of Epidemiology memberikan tes variasi kognitif pada 449 anak usia sekolah di Amerika Serikat (AS) yang lahir antara tahun 1991 hingga 1993 dan memiliki berat badan kurang dari 1.500 gram saat lahir.
Temuannya, bayi yang lahir dengan berat badan sangat rendah dan tidak pernah disusui memiliki nilai tes yang lebih rendah dalam keseluruhan fungsi intelektual, kemampuan verbal, visual-spasial, dan motorik keterampilan dibandingkan anak yang semasa bayinya mendapat ASI.
Itu dia empat dampak yang dirasakan bila menggantikan ASI eksklusif dengan susu formula.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat





