Jateng

Tertinggal dari China, Samsung Kini Ikut Tren Baterai Silikon-Karbon

Arixc Ardana | 24 Juli 2026, 08:55 WIB
Tertinggal dari China, Samsung Kini Ikut Tren Baterai Silikon-Karbon

JATENG.AKURAT.CO, Samsung akhirnya resmi bergabung dengan klub produsen ponsel yang menggunakan baterai silikon-karbon. Teknologi ini pertama kali muncul di Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 yang diluncurkan pada Galaxy Unpacked Juli 2026. Langkah ini menandai perubahan signifikan setelah selama bertahun-tahun Samsung bertahan dengan baterai lithium-ion konvensional, sementara produsen China seperti Xiaomi, Oppo, dan Honor telah mengadopsi teknologi ini sejak beberapa tahun lalu.

Keunggulan utama baterai silikon-karbon adalah kemampuannya menyimpan kapasitas lebih besar dalam ukuran fisik yang sama. Dengan kata lain, Samsung bisa menambah daya tahan baterai tanpa harus membuat ponsel lebih tebal atau lebih berat. Ini menjadi solusi sempurna untuk perangkat lipat yang selalu diburu oleh keterbatasan ruang internal.

Baca Juga: Bukan Penerus Z Fold 7! Samsung Ubah Total Desain Galaxy Z Fold 8

Kapasitas Meningkat Signifikan

Peningkatan paling terasa ada pada Galaxy Z Fold 8 Ultra. Perangkat ini kini dibekali baterai 5.000 mAh—lonjakan besar dari 4.400 mAh yang ada di Galaxy Z Fold 7. Samsung juga meningkatkan kecepatan pengisian kabel menjadi 45W, naik dari 40W di generasi sebelumnya.

Untuk Galaxy Z Fold 8 reguler, kapasitas baterainya mencapai 4.800 mAh, sementara Galaxy Z Flip 8 kini memiliki baterai 4.000 mAh. Ketiga perangkat ini menjadi yang pertama di lini Galaxy yang menggunakan teknologi silikon-karbon.

Bagaimana Baterai Silikon-Karbon Bekerja?

Baterai silikon-karbon menggantikan anoda grafit konvensional dengan paduan silikon-karbon yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi. Dalam bahasa sederhana: baterai ini bisa menyimpan lebih banyak daya di ruang yang lebih kecil. Selain kapasitas lebih besar, baterai jenis ini juga lebih tahan terhadap siklus pengisian dan lebih stabil pada suhu ekstrem.

Teknologi ini sebenarnya bukan hal baru. Produsen China seperti Xiaomi sudah menggunakannya di Xiaomi 14 Ultra, Honor di Magic V3, dan Oppo di Find X8 series. Keterlambatan Samsung dalam mengadopsi teknologi ini sempat menuai kritik, namun kini mereka akhirnya melangkah.

Dampak bagi Pengguna

Dengan baterai 5.000 mAh, Galaxy Z Fold 8 Ultra diprediksi bisa bertahan lebih dari satu hari untuk pemakaian normal—termasuk multitasking, streaming video, dan gaming ringan. Pengisian 45W juga berarti pengisian dari 0 ke 100 persen hanya memakan waktu sekitar 1 jam.

Samsung mengklaim Z Fold 8 Ultra dapat memutar video hingga 27 jam non-stop. Angka ini tentu harus diuji di dunia nyata, namun secara teori, peningkatan kapasitas hampir 14% dibanding Z Fold 7 akan terasa signifikan.

Masa Depan Baterai Samsung

Langkah Samsung mengadopsi baterai silikon-karbon di ponsel lipat membuka jalan bagi adopsi teknologi ini di lini flagship lainnya. Galaxy S27 dan Galaxy S27 Ultra yang akan rilis pada 2027 kemungkinan besar akan mengikuti jejak yang sama.

Selain itu, Samsung juga dikabarkan sedang mengembangkan baterai solid-state yang dijanjikan lebih aman, lebih tahan lama, dan lebih cepat mengisi daya. Namun, teknologi itu masih dalam tahap riset dan kemungkinan baru hadir dalam 2-3 tahun ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.