Jateng

realme Hentikan Penjualan di China, Fokus ke Pasar Global dan Siapkan Transisi ke ColorOS 17

Dody H | 18 Juli 2026, 09:21 WIB
realme Hentikan Penjualan di China, Fokus ke Pasar Global dan Siapkan Transisi ke ColorOS 17
realme (istimewa)

JATENG.AKURAT.CO, realme membuat keputusan besar yang cukup mengejutkan industri smartphone.

Vendor yang dikenal dengan produk berorientasi anak muda tersebut mengumumkan akan menghentikan operasional penjualan di pasar China dan mengalihkan fokus pengembangan bisnisnya ke pasar internasional.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi baru perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar global yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

Dengan mengalihkan sumber daya yang dimiliki, realme berharap dapat meningkatkan daya saing sekaligus menghadirkan inovasi yang lebih relevan bagi pengguna di berbagai negara.

Keputusan tersebut cukup menarik mengingat China selama ini menjadi salah satu pasar penting bagi realme.

Berbagai inovasi teknologi yang diperkenalkan perusahaan, seperti teknologi pencitraan LumaColor IMAGE hingga teknologi pengisian daya ultra cepat 320W, pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan dari pusat operasional realme di Shenzhen, China.

Perubahan strategi ini disampaikan langsung oleh Vice President sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) realme, Chase Xu, melalui surat terbuka yang dipublikasikan di akun Weibo pribadinya.

Dalam pernyataannya, Chase menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan yang panjang.

Selain menghentikan aktivitas penjualan di China, realme juga akan melakukan sejumlah penyesuaian pada lini bisnisnya, termasuk penggunaan sistem antarmuka yang lebih terintegrasi dengan ekosistem OPPO.

Menurut Chase, realme kini memilih untuk "menekan tombol jeda" bagi operasionalnya di China dan mengarahkan seluruh fokus pengembangan ke pasar luar negeri.

Strategi produk pun akan lebih dipusatkan pada smartphone dengan performa tinggi dan kebutuhan gaming, dua segmen yang dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan signifikan di berbagai negara.

Meski demikian, perusahaan memastikan bahwa inovasi terbaru tetap akan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang mereka.

Keputusan ini cukup kontras dengan arah pengembangan realme dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, perusahaan terlihat agresif menghadirkan inovasi di sektor fotografi smartphone.

Salah satu contohnya adalah pengembangan teknologi LumaColor IMAGE yang dibuat bersama TÜV Rheinland untuk meningkatkan kualitas pemrosesan gambar.

Selain itu, realme juga menjalin kerja sama dengan RICOH guna menghadirkan pengalaman fotografi premium pada lini flagship seperti realme GT 8 Pro.

Namun dengan strategi terbaru ini, fokus perusahaan tampaknya akan lebih banyak diarahkan ke sektor performa dan gaming yang selama ini menjadi salah satu identitas utama brand tersebut.

Walaupun menghentikan penjualan perangkat baru di China, realme menegaskan bahwa pengguna yang sudah menggunakan perangkat mereka tidak perlu khawatir.

Layanan purnajual, garansi, hingga dukungan terhadap perangkat yang sudah beredar akan tetap berjalan.

Seluruh operasional tersebut nantinya akan ditangani oleh tim resmi OPPO.

Dengan demikian, konsumen realme di China masih dapat memperoleh layanan yang sama tanpa mengalami gangguan setelah perubahan strategi perusahaan diberlakukan.

Dalam penutup suratnya, Chase Xu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas dan penggemar realme yang telah mendukung perjalanan perusahaan selama bertahun-tahun.

Ia berharap semangat "Dare to Leap" yang menjadi slogan realme tetap bisa menginspirasi para penggunanya di berbagai belahan dunia.

Selain perubahan fokus bisnis, realme juga mengonfirmasi perubahan besar pada sisi perangkat lunak.

Ke depan, smartphone realme akan mulai beralih menggunakan ColorOS 17, sistem operasi yang dikembangkan oleh OPPO.

Informasi tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan realme UI yang selama ini menjadi identitas antarmuka perangkat realme sejak tahun 2020.

Menariknya, langkah ini sebenarnya seperti membawa realme kembali ke akar awalnya.

Saat pertama kali hadir di pasar global, smartphone realme memang menggunakan ColorOS sebelum akhirnya memperkenalkan realme UI sebagai sistem antarmuka mandiri.

Konfirmasi mengenai penggunaan ColorOS 17 juga diperkuat oleh pihak realme India yang menyebut bahwa perangkat realme generasi terbaru akan mengadopsi sistem operasi tersebut.

Hingga saat ini, realme belum mengungkap daftar lengkap perangkat yang akan menerima transisi dari realme UI ke ColorOS 17.

Namun perusahaan memastikan seluruh smartphone yang masih masuk dalam periode dukungan pembaruan sistem operasi akan tetap mendapatkan update sesuai jadwal yang telah dijanjikan.

Beberapa perangkat yang berpeluang besar memperoleh pembaruan tersebut antara lain:

-realme GT 8 Pro

-realme 16 Pro

-realme 16 Pro+

Dengan hadirnya ColorOS 17, pengguna diperkirakan akan memperoleh sejumlah peningkatan fitur, optimalisasi performa, integrasi AI yang lebih dalam, serta pengalaman penggunaan yang semakin dekat dengan ekosistem OPPO.

Keputusan realme untuk menghentikan operasional di China sekaligus mengadopsi ColorOS 17 menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah perusahaan.

Langkah ini menunjukkan bahwa realme kini lebih serius membidik pasar internasional dan berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu merek smartphone global yang kompetitif di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
Arixc Ardana