Jateng

Komitmen Menjaga Harapan Kesehatan Indonesia, Phapros Jaga Pasokan Obat TB dan Malaria di Tengah Kenaikan Biaya Produksi Global

Arixc Ardana | 20 Juni 2026, 11:43 WIB
Komitmen Menjaga Harapan Kesehatan Indonesia, Phapros Jaga Pasokan Obat TB dan Malaria di Tengah Kenaikan Biaya Produksi Global
Direktur Produksi PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih menunjukkan obat TB produksi PT Phapros Tbk

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang, ketersediaan obat-obatan berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan nasional.

Sebagai perusahaan farmasi nasional yang telah berdiri lebih dari tujuh dekade, PT Phapros Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerintah menghadirkan akses pengobatan yang aman, bermutu, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan obat-obatan untuk penyakit umum, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan obat program nasional untuk penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, seperti Tuberkulosis (TB) dan malaria.

Di tengah meningkatnya tekanan biaya produksi akibat ketergantungan bahan baku impor serta fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, Phapros tetap berupaya menjaga kesinambungan pasokan obat bagi masyarakat.

Bagi perusahaan, keberhasilan program kesehatan nasional tidak hanya bergantung pada kualitas layanan medis, tetapi juga pada ketersediaan obat yang dapat diakses secara berkelanjutan.

Menjadi Bagian dari Upaya Eliminasi TB Nasional

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia.

Dengan jumlah kasus aktif yang mencapai lebih dari satu juta kasus, kebutuhan obat TB setiap tahun menjadi sangat besar dan memerlukan dukungan dari industri farmasi nasional.

Dalam upaya tersebut, Phapros mengambil peran penting sebagai salah satu produsen obat anti tuberkulosis yang memasok kebutuhan program pemerintah.

Perusahaan secara rutin mengikuti mekanisme pengadaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui tender nasional berdasarkan kebutuhan kasus dan anggaran yang telah ditetapkan.

Direktur Produksi PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih menjelaskan bahwa produksi obat TB, khususnya kategori kombinasi dosis tetap (KDT), memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dibandingkan obat pada umumnya.

Obat TB kombinasi dosis tetap mengandung beberapa zat aktif yang harus dipastikan stabilitas, keamanan, dan efektivitasnya melalui berbagai tahapan pengujian, termasuk uji bioekivalensi.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap komponen harus memenuhi standar yang telah ditetapkan regulator.

"Untuk menyediakan obat TB kombinasi dosis tetap tidak mudah. Setiap produk harus melalui proses yang ketat agar kualitasnya terjamin dan mampu mendukung keberhasilan terapi pasien," ujarnya.

Saat ini Phapros menjadi salah satu pemasok utama obat TB nasional.

Dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 180 ribu hingga 200 ribu paket pengobatan TB dewasa per tahun, perusahaan terus berupaya menjaga kesiapan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan yang ditetapkan pemerintah.

Kesiapan tersebut menjadi sangat penting mengingat terapi TB tidak boleh terputus.

Pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya berisiko mengalami kegagalan terapi bahkan resistensi obat yang dapat memperumit proses penyembuhan.

Karena itu, setiap tahapan mulai dari perencanaan produksi, pengadaan bahan baku, hingga distribusi dilakukan secara cermat agar tidak terjadi keterlambatan pasokan.

Menjaga Ketersediaan Obat di Tengah Tantangan Global

Industri farmasi nasional saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Sebagian besar bahan baku obat masih berasal dari impor sehingga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, termasuk kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi kurs mata uang asing.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya produksi berbagai jenis obat, termasuk obat-obatan program pemerintah.

Meski demikian, Phapros tetap berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan tanggung jawab sosial untuk menyediakan obat dengan harga yang tetap kompetitif.

Direktur Pemasaran PT Phapros Tbk, Maraja Jeson Siregar, mengungkapkan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait penyesuaian harga yang diperlukan akibat perubahan kondisi ekonomi global.

Menurutnya, proses renegosiasi dilakukan secara terbuka dan mengikuti mekanisme yang berlaku dalam pengadaan pemerintah.

"Kami tetap berkomitmen mendukung program kesehatan nasional. Di tengah tantangan kenaikan biaya produksi, kami berupaya menjaga agar pasokan obat tetap tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari peran Phapros sebagai perusahaan farmasi nasional yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketahanan kesehatan bangsa.

Distribusi Terintegrasi untuk Menjangkau Masyarakat

Dalam program pemerintah, distribusi obat dilakukan berdasarkan alokasi yang ditentukan Kementerian Kesehatan.

Setelah proses pengadaan selesai, Phapros mengirimkan produk langsung dari fasilitas penyimpanan perusahaan menuju lokasi tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Sistem tersebut dirancang untuk memastikan obat dapat diterima tepat waktu oleh fasilitas kesehatan yang membutuhkan, baik untuk pelayanan di rumah sakit, puskesmas, maupun jaringan layanan kesehatan lainnya.

Selain memenuhi kebutuhan program nasional, Phapros juga memasarkan produk-produk terapi TB melalui jalur komersial.

Produk tersebut tersedia untuk rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan lainnya yang berada di luar skema pengadaan pemerintah.

Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi profesi kesehatan, termasuk komunitas dokter spesialis paru, guna mendukung upaya penanganan TB secara lebih luas.

Kontribusi untuk Penanganan Malaria

Selain TB, Phapros juga berperan dalam penyediaan berbagai obat strategis yang mendukung program pemerintah dalam pengendalian penyakit menular lainnya, termasuk malaria.

Meski prevalensinya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, malaria masih menjadi ancaman kesehatan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama daerah endemis di kawasan timur Indonesia.

Ketersediaan obat antimalaria yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberhasilan program eliminasi malaria yang terus digencarkan pemerintah.

Melalui kemampuan produksi yang dimiliki, Phapros turut mendukung upaya tersebut dengan menghadirkan produk-produk yang memenuhi standar mutu nasional serta mendukung kebutuhan layanan kesehatan di berbagai daerah.

Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa peran industri farmasi nasional tidak hanya sebatas memproduksi obat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kesehatan yang mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan Indonesia.

Bertumbuh Bersama Masyarakat

Memasuki tahun 2026, Phapros menargetkan pertumbuhan bisnis yang sehat dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan penguatan portofolio produk.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan laba dua digit seiring optimalisasi berbagai strategi bisnis yang dijalankan.

Namun di balik target pertumbuhan tersebut, satu hal yang tetap menjadi prioritas adalah komitmen untuk hadir bagi masyarakat Indonesia.

Bagi Phapros, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian kinerja keuangan, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap obat yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Semangat inilah yang terus diusung melalui tema "Phapros untuk Negeri". Sebuah komitmen yang diwujudkan melalui kerja nyata dalam menjaga ketersediaan obat-obatan strategis, mulai dari terapi Tuberkulosis hingga malaria, demi mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sehat.

Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan industri farmasi yang semakin kompleks, Phapros terus melangkah bersama pemerintah dan masyarakat, memastikan bahwa kebutuhan obat bagi bangsa tetap terpenuhi hari ini maupun di masa mendatang.

Phapros untuk Negeri: Komitmen yang Terus Dijalankan

Di tengah tekanan global, perubahan ekonomi, dan tantangan industri farmasi yang semakin kompleks, Phapros memilih untuk tetap berada pada jalur yang sama: menjaga ketersediaan obat berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Bagi perusahaan, keberhasilan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu hadir dalam perjalanan kesehatan masyarakat Indonesia.

Melalui produk-produk seperti obat TB dan malaria, serta berbagai terapi lainnya, Phapros terus berupaya menjadi bagian dari sistem kesehatan nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, di balik setiap tablet obat yang diproduksi, ada harapan yang ingin dijaga—harapan untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.