RAHASIA TERKUAK! Pendaki Pemula Wajib Tahu, Ini Dia 2 Jalur Pendakian Gunung Kembang Wonosobo yang Bikin Ketagihan, Bonus Pemandangan yang Indah

JATENG.AKURAT.CO, Gunung Kembang di Wonosobo memang lagi naik daun di kalangan pendaki, apalagi buat kamu yang suka tantangan tapi dengan view yang luar biasa.
Meski puncaknya tak setinggi gunung-gunung lain di Jawa Tengah, pesona Gunung Kembang tak bisa diremehkan.
Pemandangan kawah yang unik, sunrise yang memukau, dan hamparan pegunungan di sekitarnya siap bikin kamu terpana!
Nah, buat kamu yang penasaran pengen menaklukkan Gunung Kembang, ada dua jalur pendakian utama yang bisa kamu pilih. Tiap jalur punya karakteristik dan sensasi petualangan tersendiri. Yuk, kita bedah satu per satu!
Jalur Pendakian Gunung Kembang via Blembem: Sensasi Off-Road Sampai Puncak!
Jalur Blembem ini populer karena menawarkan kemudahan akses awal, cocok buat kamu yang pengen hemat tenaga di awal perjalanan.
1. Basecamp Skydoors: Awal pendakian Gunung Kembang via Blembem ini bisa dimulai dari Basecamp Skydoors.
Buat yang mau irit tenaga, ada opsi naik truk bak terbuka dari basecamp langsung ke Istana Katak!
Rutenya lewat jalan aspal dulu, terus belok ke jalan makadam yang ngelewatin kebun teh luas.
Kalau naik truk, cuma butuh 10–15 menit. Tapi kalau jalan kaki, siap-siap ya, bisa makan waktu sejam lebih dikit!
2. Pos 1 - Liliput: Masuk ke hutan, jalur langsung nanjak, bentuknya trap tanah yang bisa licin parah kalau hujan.
Tapi kadang ada bagian trek datar yang bisa buat napas bentar. Vegetasi makin rapat dan hawanya makin lembap.
Pos 1 Liliput itu cuma sepetak tanah kosong di tengah hutan, nggak ada shelter sama sekali, dan di sini nggak boleh buka tenda. Dari Kandang Celeng ke Pos 1 butuh waktu sekitar 20–30 menit jalan santai.
3. Pos 2 - Simpang Tiga: Dari Pos 1 lanjut ke Pos 2, jalurnya nggak jauh beda, tanah basah, datar terus nanjak dikit-dikit.
Di tengah jalan ada ember penampung air hujan di sebelah kiri jalur, terus ada area pohon yang bentuknya kayak badan naga, namanya Ekor Naga.
Pos 2 Simpang Tiga ini juga cuma lahan datar kecil, nggak ada apa-apa. Sama kayak Pos 1, di sini juga dilarang buka tenda. Estimasi jalan ke sini sekitar 20–30 menitan.
4. Pos 3 - Akar: Dari Pos 2, jalur ke Pos 3 singkat, cuma sekitar 50 meter nanjak. Bakal lewat jembatan kayu yang diapit pohon besar dan pohon lumut.
Pos 3 juga cuma tanah datar kecil, nggak ada shelter, dan nggak boleh camping. Waktu tempuh sekitar 10–15 menit.
Setelah Pos 3, jalur mulai kebuka, terus ada Sabana 2 yang rawan dilewati celeng, jadi nggak cocok buat camping di sini.
5. Tanjakan Mesra dan Bongkeng Sunrise Camp: Dari Sabana 2, lanjut ke Tanjakan Mesra yang curam.
Ada tali tambang untuk bantu naik, tapi pas turun malah lebih berbahaya. Waktu tempuhnya sekitar 20–30 menit.
Setelah itu, jalurnya zig-zag menuju Bongkeng Sunrise Camp, tempat favorit buat camping sebelum puncak.
Di sini, kamu bisa lihat kawah Gunung Kembang. Hati-hati, celeng sering lewat sini, terutama malam hari. Estimasi jalan ke sini sekitar 10–15 menit.
6. Puncak Gunung Kembang: Dari Bongkeng Sunrise Camp, puncak Gunung Kembang Wonosobo sudah terlihat di depan mata! Jalurnya menanjak sedikit di punggungan kawah yang penuh ilalang.
Puncaknya luas, cocok untuk camping (jika kondisi memungkinkan), dan pemandangannya luar biasa!
Kamu bisa lihat Gunung Sindoro, Sumbing, Prau, Dieng, dan Gunung Slamet. Estimasi jalan ke puncak sekitar 5–10 menit aja, cepat kan?
Jalur Pendakian Gunung Kembang via Lengkong: Lebih Klasik, Lebih Menantang!
Jalur Lengkong menawarkan pengalaman pendakian yang lebih tradisional, cocok buat kamu yang suka tantangan jalur hutan dan trekking yang lebih panjang.
1. Basecamp Lengkong: Pendakian ke Gunung Kembang dimulai dari Basecamp Lengkong yang ada di Desa Lengkong, Wonosobo.
Tempat ini jadi titik kumpul para pendaki sebelum mulai jalan. Di basecamp, kamu bisa daftar dulu, dapet info terbaru soal cuaca sama kondisi jalur.
Fasilitas di sini lumayan lengkap, ada parkiran, toilet, sama warung buat isi-isi logistik sebelum nanjak.
2. Pos 1 - Hutan Pinus: Habis beres dari basecamp, perjalanan lanjut masuk ke area hutan pinus. Suasana di sini adem banget, angin sepoi-sepoi, cocok buat pemanasan sebelum ketemu tanjakan beneran.
Jalurnya masih landai dan santai, enak buat ngatur napas. Biasanya butuh waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam buat nyampe Pos 1, tergantung pace jalanmu. Di pos ini, banyak spot buat duduk-duduk, ngemil, sambil ngumpulin tenaga lagi.
3. Pos 2 - Tanah Lapang: Nah, dari Pos 1 ke Pos 2, trek mulai kerasa lebih berat. Tanjakannya makin curam, kaki mulai kerja keras. Tapi tenang aja, sepanjang jalan masih banyak pohon yang ngasih teduh.
Sampai di Pos 2, kamu bakal nemuin tanah lapang gede yang biasa dipake buat ngecamp.
Banyak pendaki yang milih bermalam di sini, sekalian persiapan summit attack buat ngejar sunrise di puncak Gunung Kembang. Kalau malam cerah, langitnya keren banget, penuh bintang!
4. Pos 3 - Puncak Bayangan: Perjalanan ke Puncak Bayangan makin seru! Treknya lebih terjal, banyak bebatuan, dan kalau musim hujan harus ekstra hati-hati karena jalurnya licin.
Dari sini, pemandangan udah mulai kebuka, kamu bisa lihat bentangan alam sekitar yang luas banget. Angin juga mulai berasa lebih kencang, hawa dingin makin nusuk.
5. Puncak Gunung Kembang: Dari Puncak Bayangan, butuh sekitar 30-45 menit lagi buat sampai ke puncak Gunung Kembang. Jalurnya masih nanjak dan berbatu, tapi begitu kamu sampai atas, semua capek langsung terbayar lunas!
Pemandangan dari puncaknya bagus banget, kamu bisa lihat Gunung Sumbing sama Gunung Sindoro berdiri megah.
Banyak pendaki yang betah berlama-lama di atas, foto-foto, atau ngerasain angin dingin yang segar.
Nggak heran kalau Gunung Kembang Wonosobo jadi spot favorit banyak pendaki buat hunting sunrise!
Masing-masing jalur punya keunikan tersendiri. Apapun pilihanmu, selalu utamakan keselamatan dan jangan lupa bawa perlengkapan yang memadai ya! Selamat mendaki Gunung Kembang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








