Sejarah Singkat Kerajaan Samudera Pasai: Mengetahui Jejak Pertama Kesultanan Islam di Nusantara

AKURAT.CO Sejarah, Samudera Pasai, yang terletak di ujung Pulau Sumatera, telah memainkan peran penting dalam sejarah maritim dan perdagangan dunia sebagai kesultanan Islam pertama di Nusantara.
Terletak di persimpangan Selat Malaka dan Samudera Hindia, lokasinya yang strategis menjadikannya pusat perdagangan yang ramai, di mana saudagar dari berbagai penjuru dunia bertemu untuk berdagang dan berinteraksi.
Jejak Sejarah dan Makna Penting
Sejarah Samudera Pasai tercermin dalam Hikayat Raja-Raja Pasai, yang dihubungkan dengan makam-makam raja serta penemuan koin emas dan perak yang mencantumkan nama-nama rajanya.
Menurut hikayat ini, Samudera Pasai didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267 M.
Peran penting Samudera Pasai dalam perdagangan dunia juga tercatat dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) oleh Ibn Batutah, seorang musafir Maroko yang mengunjungi negeri ini pada tahun 1345 M.
Dalam kitab ini, dikisahkan bahwa Samudera Pasai adalah salah satu tujuan utamanya di Nusantara.
Baca Juga: Makna Nama-nama Daerah di Kota Semarang: Jejak Sejarah Sunan Kalijaga di Kota Atlas
Masa Kejayaan dan Pengaruh
Pada masa kejayaannya, Kesultanan Samudera Pasai merupakan pusat perdagangan yang penting di kawasan tersebut, dikunjungi oleh pedagang dari berbagai negara seperti Cina, India, Siam, Arab, dan Persia.
Komoditas utamanya adalah lada, dan kesultanan ini mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham untuk transaksi perdagangan internal.
Peran Islam dan Kondisi Politik
Selain menjadi pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam di kawasan itu.
Sistem politiknya berlangsung dengan relatif stabil setelah kematian Sultan Malik as-Saleh, dengan pemerintahan berikutnya dipimpin oleh keturunannya.
Pemerintahan yang stabil ini mendukung pertumbuhan ekonomi kesultanan.
Kemunduran dan Akhir Samudera Pasai
Namun, kejayaan Samudera Pasai tidak berlangsung selamanya.
Serangan dari Kerajaan Siam dan ekspansi Kerajaan Majapahit, serta penaklukan oleh Kerajaan Aceh pada tahun 1524 M, menyebabkan kemunduran dan akhir dari kesultanan ini.
Meskipun begitu, warisan Samudera Pasai tetap hidup dalam cerita sejarah dan budaya Aceh, memberikan kontribusi yang tak ternilai dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










