Bangunan Bersejarah di Malang: Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Malang, Sebuah Sejarah yang Menginspirasi

AKURAT.CO Sejarah, Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Malang telah menjadi salah satu landmark bersejarah yang menghiasi kota Malang sejak tanggal 4 Juni 1897.
Awalnya merupakan bagian dari Paroki Kepanjen Surabaya, gereja bergaya Neo Gothic ini menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting sepanjang sejarahnya.
Dengan dimensi yang mengesankan, gereja ini memiliki panjang 41 meter, lebar 11,4 meter, dan tinggi ruangan mencapai 15,2 meter.
Proyek pembangunannya menghabiskan biaya sebesar 30972 gulden pada zamannya, melibatkan sejumlah tokoh terkemuka dalam arsitektur dan konstruksi.
Ir. Marius J. Hulsuit bertanggung jawab sebagai perancang, sementara C. Vis, Van’t Pad, dan Bourguignon dipercayakan sebagai pemborong utama, dengan pengawasan pembangunan dilakukan oleh Moulijn.
Peristiwa penting dalam sejarah gereja ini termasuk peletakan batu pertama oleh Pater G.D.A. Jonckbloet, S.J. pada tanggal 11 Mei 1905, yang menandai awal pembangunan gereja tersebut.
Pembangunan menara-menara tinggi dengan desain khas Neo Gothic oleh Ir. Albert Grunberg dimulai pada 3 Oktober 1930 dan diberkati oleh Mgr. Clemens Van der Pas pada 14 Desember 1930.
Namun, sebuah tragedi menghantam gereja pada tanggal 27 November 1967, ketika sebuah pesawat mengalami kecelakaan dan menabrak salib menara kiri, menewaskan tiga penumpang.
Meskipun demikian, gereja ini tetap menjadi simbol kekuatan dan keteguhan.
Baca Juga: Berita Otomotif Indonesia: Merunut Kembali Jejak Sejarah Suzuki APV di Indonesia
Pada tanggal 27 Februari 2018, sebuah patung baru Hati Kudus Yesus ditempatkan di antara kedua menara, yang diberkati oleh Mgr. Henricus Pidyarto, O.Carm, menambah keindahan dan makna spiritual bagi umat Katolik di Malang.
Selain sebagai tempat ibadah, gereja ini juga memiliki beragam fasilitas yang mendukung kegiatan komunitas, termasuk pastoran yang dibangun pada bulan Maret 1905 dengan total biaya 13500 gulden, serta Aula Katholike Sociale Bond (KSB) yang diresmikan pada tanggal 21 Desember 1924.
Perjalanan panjang Paroki Hati Kudus Yesus Malang mencakup masa transisi yang signifikan pada tanggal 18 Februari 1923, ketika Ordo Karmel Belanda mengambil alih misi yang sebelumnya dijalankan oleh Ordo Jesuit di Jawa Timur.
Hal ini menandai perubahan penting dalam pengelolaan dan pengembangan paroki, dengan pengelolaannya saat ini diserahkan kepada para romo Ordo Karmel (O.Carm).
Sebagai bagian dari Keuskupan Malang, Gereja Paroki Hati Kudus Yesus terus menjadi tempat ibadah yang berarti bagi umat Katolik di Malang, serta menjadi bukti nyata dari ketekunan dan keberanian umat dalam mempertahankan iman mereka sepanjang berabad-abad.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










