Jateng

Sejarah dan Perjalanan Kesenian: Gendang: Alat Musik Tradisional yang Memukau dari Pelbagai Nusantara

Theo Adi Pratama | 26 Januari 2024, 15:00 WIB
Sejarah dan Perjalanan Kesenian: Gendang: Alat Musik Tradisional yang Memukau dari Pelbagai Nusantara

AKURAT.CO Sejarah, Gendang, alat musik yang berkembang di Pulau Jawa, memegang peran penting dalam keberagaman musik tradisional Indonesia.

Sebagai salah satu jenis membranofon yang terbuat dari kulit, gendang memiliki sejarah panjang dan mendalam, berkembang sejak zaman kebudayaan logam prasejarah hingga menjadi bagian integral dari budaya Nusantara.

Mari kita eksplor lebih jauh tentang keunikan gendang, mulai dari sejarahnya hingga variasi jenisnya di berbagai daerah.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Kopi Joss Jogja, Aroma Tradisi dan Sensasi Joss yang Menggoda

Sejarah Awal Gendang

Gendang muncul pada zaman kebudayaan logam prasejarah atau zaman perunggu, menurut laman Kebudayaan Kemdikbud.

Manusia pada peradaban awal diketahui memiliki kebiasaan memukul-mukul benda di sekitar mereka sebagai bentuk ekspresi rasa gembira, terutama setelah hasil berburu.

Gendang tertua ditemukan berasal dari zaman neolitikum dengan bentuk yang masih sangat sederhana.

Alat musik ini terus berkembang, terbuat dari batang pohon yang dilubangi dan dibentuk sedemikian rupa.

Pohon nangka, kelapa, dan cempedak menjadi bahan utama untuk bagian tubuh gendang, sementara selaput gendang terbuat dari kulit sapi, kerbau, atau kambing.

Baca Juga: Cerita Sejarah Pinang: Sebuah Tradisi Turun Temurun yang Lebih dari Sekadar Perlombaan Panjat Pinang

Peran Gendang dalam Gamelan dan Degung

Gendang menjadi instrumen kunci dalam gamelan, salah satu ansambel musik tradisional Jawa.

Di sisi lain, dalam budaya Sunda, gendang tak terpisahkan dari ansambel degung.

UNESCO mengakui kebermaknaan gendang dengan menjadikannya sebagai bagian dari warisan budaya tak benda Indonesia pada tahun 2014.

Dalam gamelan, gendang berfungsi untuk mengatur tempo dan irama gendhing yang sedang dimainkan.

Para pemain gendang bertindak sebagai pimpinan karawitan pengiring, dan cara memainkannya sederhana: dengan memukul atau menabuh menggunakan tangan.

Gendang juga terbagi dalam beberapa jenis, sesuai dengan keberadaannya di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Geplak Jogja, Kelezatan Tradisional yang Mewarnai Kisah Sejarah Bantul

Jenis-Jenis Gendang di Indonesia

  1. Gendang Sunda: Kendang jaipongan, kendang kliningan, dan kendang ketuk tilu adalah jenis-jenis gendang yang digunakan dalam tarian-tarian khas Sunda, seperti Jaipongan dan Ketuk Tilu.

  2. Gendang Jawa Tengah: Gendang memainkan peran penting dalam permainan gamelan dan karawitan Jawa. Fungsi gendang mencakup mengatur cepat lambatnya irama gendhing dan membuka atau menghentikan sajian gendhing.

  3. Gendang Panjang: Berasal dari Kepulauan Riau, gendang panjang digunakan bersama alat musik lainnya untuk mengiringi lagu-lagu daerah atau untuk menyambut tamu dan dalam pesta pernikahan.

  4. Gendang Beleq: Merupakan alat musik tradisional Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gendang beleq digunakan dalam berbagai konteks, dari acara adat dan kesenian hingga perlombaan budaya dan hiburan rakyat.

  5. Gendang Beriak: Di Kalimantan, gendang beriak merupakan alat musik tradisional suku Dayak. Biasanya digunakan dalam pertunjukan Gendang Beriak, pementasan untuk menyambut tamu agung dan saat panen raya.

Gendang bukan hanya alat musik, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari identitas budaya setiap daerah.

Sebagai penjaga warisan musik tradisional, gendang terus memukau dan menyatukan berbagai suku dan komunitas di Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.