Sejarah Gedung Susteran OSF Gedangan Semarang: Mengikuti Jejak Bersejarah Suster Tarekat OSF dan Pelayanannya di Indonesia

AKURAT.CO Sejarah, Jalan Ronggowarsito, Kota Semarang, memamerkan sebuah keajaiban arsitektur kuno bernuansa indis neoklasik.
Bangunan megah dengan tembok batu bata berwarna merah dan pintu gerbang kuno berukirkan "Suster-Suster St. Fransiskus" menyambut setiap pengunjung.
Inilah Susteran OSF Gedangan, suatu kompleks yang penuh sejarah dan daya tarik khusus.
Baca Juga: Sejarah Awal Mula Stasiun Pasuruan: Saksi Bisu Perjalanan Kereta Api Pertama di Jawa Timur
Cagar Budaya Kota Semarang
Susteran OSF Gedangan, yang melibatkan berbagai bangunan seperti kapel, asrama suster, bangsal perawatan lansia, sekolah TK, dan SD, telah menjadi bagian dari Cagar Budaya Kota Semarang.
Keberadaannya tetap orisinal, tidak mengalami perubahan signifikan, dan hanya mendapatkan perawatan yang mempertahankan keasliannya.
Bangunan ini menjadi warisan berharga yang masih terawat dengan baik, dari interior kapel hingga ukiran-ukiran di bangku jamaah yang telah berusia ratusan tahun.
Asal-usul Susteran OSF Gedangan
Sejarah Susteran OSF Gedangan dimulai pada tahun 1868, ketika Pastor Lijnen mencari tenaga pengurus untuk rumah panti asuhan dan sekolah anak yatim yang dikelola oleh PGPM (Pengurus Gereja Papa Miskin).
Dengan jumlah anak yang terus bertambah, Pastor Lijnen mencari bantuan dari Kongregasi Suster-Suster Fransiskan Biara Biduk di Heythusen, Belanda.
Baca Juga: Menelusuri Kisah Dibalik Gedung Oudetrap: Menyaksikan Jejak Sejarah dan Peradaban Kota Lama Semarang
Pada tahun 1869, sepuluh suster terpilih dipilih untuk pergi ke Semarang.
Perjalanan mereka yang dimulai pada 5 September 1869 dengan Kapal Jacob Cornelia tidak selalu lancar, namun, dengan ketekunan dan keberanian, mereka tiba di Gedangan - Semarang pada 5 Februari 1870.
Kedatangan suster-suster ini memberikan semangat baru bagi kehidupan panti asuhan, dan pada gilirannya, membawa berkah bagi anak-anak yang mendapatkan perawatan lebih baik.
Perkembangan Susteran OSF Gedangan
Awalnya, Susteran OSF Gedangan berfungsi sebagai rumah panti asuhan dan sekolah untuk anak yatim.
Namun, seiring waktu, peran mereka berkembang. Suster-Suster OSF membuka sekolah yang tidak hanya untuk anak-anak di panti asuhan tetapi juga untuk masyarakat umum di sekitarnya.
Sekolah ini, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya sekolah-sekolah di bawah Yayasan Marsudirini, menandai kontribusi pendidikan Suster-Suster OSF di Semarang.
Selanjutnya, mereka membuka sekolah calon Biarawati OSF untuk perempuan, baik Eropa maupun pribumi.
Pelayanan mereka juga melibatkan pendirian unit klinik bersalin Panti Siwi, yang pada masa itu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum.
Meskipun klinik ini telah berhenti beroperasi, beberapa bangunannya masih berdiri dengan megah.
Baca Juga: Sejarah dan Kisah Oei Hui Lan: Kehidupan yang Bergelimang Harta namun Penuh Kesepian
Peninggalan yang Hidup dan Berkembang
Peran Suster-Suster OSF tidak hanya terbatas pada wilayah Semarang.
Dari Sumatera hingga Papua Barat, mereka menyebarkan ajaran dan pelayanannya ke seluruh wilayah Indonesia.
Mereka membawa keberkahan dan nilai-nilai kemanusiaan ke tempat-tempat yang membutuhkan.
Wisata Sejarah dan Kebudayaan
Susteran OSF Gedangan bukan hanya destinasi sejarah yang mempesona, tetapi juga lokasi syuting film.
Film Ave Maryam, yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi dan Chicco Jerikho, menggunakan Susteran OSF Gedangan sebagai salah satu latar belakangnya.
Tur Sejarah dan Museum Studi OSF
Untuk yang memiliki minat mendalam terhadap sejarah, khususnya sejarah Suster-Suster OSF di Gedangan, tur di Rumah Studi Misi OSF Semarang dapat menjadi pengalaman yang mendalam.
Museum-museum studi OSF juga terbuka untuk umum, memungkinkan masyarakat untuk menggali lebih dalam tentang sejarah dan kontribusi mereka.
Baca Juga: Misteri dan Sejarah Goa Petruk: Kisah Kesetiaan dan Wahyu Baratayudha
Menutup Pintu ke Masa Lalu yang Mempesona
Susteran OSF Gedangan tidak hanya menjadi penjaga sejarah kota Semarang tetapi juga menyimpan nilai-nilai kemanusiaan dan ketekunan.
Melangkah melintas di antara bangunan-bangunan kuno ini, kita diingatkan akan peran penting yang telah dimainkan oleh Suster-Suster OSF dalam memberikan perawatan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi keajaiban sejarah dan kebudayaan Semarang, Susteran OSF Gedangan adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan.
Dengan megahnya bangunan-bangunan kuno dan keaslian yang tetap terjaga, Susteran OSF Gedangan tetap menjadi salah satu daya tarik utama yang mengajak kita merenung tentang perjalanan panjang Kota Semarang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










