Jateng

Misteri Tewasnya Taruna Akpol; Ditemukan Tergeletak dengan Luka Berat, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Intensif 

Muhammad Husni Mushonifi | 1 Agustus 2026, 22:39 WIB
Misteri Tewasnya Taruna Akpol; Ditemukan Tergeletak dengan Luka Berat, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Intensif 

JATENG.AKURAT.CO, Suasana duka menyelimuti Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang setelah seorang Calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) berinisial AMM (19) meninggal dunia pada Kamis (30/7/2026) malam. 

Kepergian taruna muda asal Makassar yang mengikuti pendidikan sebagai utusan Papua Barat Daya itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, dan lingkungan akademi.

AMM ditemukan dalam kondisi mengalami luka berat di sekitar Gedung Werving Hoegeng, Kompleks Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. 

Hingga kini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

Berbagai informasi yang beredar, termasuk dugaan mengenai penyebab jatuhnya korban, belum dapat dipastikan dan masih didalami oleh penyidik.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, membenarkan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB sebelum segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Akpol untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Benar, tadi malam kurang lebih pukul 19.30 WIB almarhum ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi luka. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Akpol untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, yang bersangkutan tidak bisa tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal dunia," ujar Yuliyanto, Sabtu (1/8/2026).

Meski tim medis telah berupaya memberikan penanganan terbaik, nyawa taruna berusia 19 tahun itu tidak berhasil diselamatkan.

Kepergiannya menjadi kabar yang menyisakan duka, terutama karena ia tengah meniti jalan untuk mengabdikan diri sebagai calon perwira Polri.

Saat ini jenazah AMM masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk menjalani proses pemulasaraan sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Makassar.

Di sanalah keluarga akan mengantarkan putra mereka ke peristirahatan terakhir.

"Nantinya akan dibawa ke Makassar untuk dimakamkan oleh pihak keluarga," kata Yuliyanto.

Pihak keluarga disebut telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih tidak menempuh jalur hukum. Di tengah kesedihan yang mendalam, mereka berusaha mengikhlaskan kepergian anggota keluarga yang selama ini menjadi harapan dan kebanggaan.

"Kami juga sudah mendapatkan informasi dari keluarga korban bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah. Peristiwa ini tidak akan diproses lebih lanjut oleh pihak keluarga," ujarnya.

Meski demikian, kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan untuk mengungkap secara utuh penyebab meninggalnya AMM. Penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dari rekan-rekan korban maupun pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengannya sebelum peristiwa terjadi.

"Saat ini petugas kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari rekan-rekan korban yang menemukan, mengetahui kondisi sebelumnya, maupun yang sempat berinteraksi dengan korban sebelum kejadian," pungkas Yuliyanto.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.