Jateng

Bukan Peter Parker Biasa! Nicolas Cage Jadi 'The Spider' dalam Serial Noir Amazon Prime Video

Theo Adi Pratama | 28 Mei 2026, 17:56 WIB
Bukan Peter Parker Biasa! Nicolas Cage Jadi 'The Spider' dalam Serial Noir Amazon Prime Video

JATENG.AKURAT.CO, Serial live-action terbaru dari jagat Spider-Man akhirnya resmi hadir di layar kaca.

Amazon Prime Video pada Rabu (27/5/2026) merilis seluruh delapan episode Spider-Noir, seri yang membawa penonton ke atmosfer kelam New York tahun 1930-an dengan gaya sinematik ala film noir klasik.

Diadaptasi dari komik Marvel yang cukup populer, serial ini tidak mengisahkan Peter Parker, melainkan Ben Reilly—seorang detektif swasta yang sudah uzur, murung, dan hidupnya penuh kegagalan.

Di balik wajah lelahnya, ia menyembunyikan identitas rahasia sebagai The Spider, satu-satunya pahlawan super di kotanya yang pernah gantung jas usai tragedi pribadi yang menghancurkan.

Serial ini diproduksi oleh Sony Pictures Television secara eksklusif untuk MGM+ dan Prime Video, serta digarap oleh tim kreatif di balik Spider-Man: Into the Spider-Verse termasuk Phil Lord, Christopher Miller, dan Amy Pascal.

Sinopsis Ben Reilly Terpaksa Kembali ke Bayang-bayang

Berlatar Great Depression di New York, serial yang ditayangkan di Prime Video ini mengikuti perjalanan Ben Reilly (Nicolas Cage), seorang detektif swasta yang kehidupannya berada di titik nadir.

Kantornya berdebu, klien langka, dan ia terus dihantui oleh masa lalunya sebagai The Spider.

Namun, ketika sebuah kasus berbahaya dan misterius menyeruak—melibatkan korupsi politisi, geng kriminal, dan kemunculan musuh-musuh super—Reilly dipaksa untuk kembali ke dunia yang telah ia tinggalkan.

Ia harus merangkak kembali dari bayang-bayang, menyamar sebagai detektif di siang hari dan menjadi pahlawan di malam hari, untuk menyelamatkan kota yang masih ia sayangi.

Dibandingkan dengan tontonan superhero modern yang penuh warna, serial bergenre drama kejahatan ini lebih mengutamakan dialog yang tajam, adegan kelam, dan nuansa ambigu secara moral.

Dengan dua opsi tayangan, hitam-putih otentik untuk pengalaman klasik dan warna penuh untuk detail yang lebih hidup, serial ini menjanjikan interpretasi baru terhadap karakter yang sudah sangat populer.

Kabar Pemeran Nicolas Cage Hingga Pengisi Karakter Villain

Proyek ini adalah panggung besar pertama bagi Nicolas Cage di dunia televisi.

Ia didapuk menjadi Ben Reilly/The Spider, melanjutkan peran yang sama saat ia hanya mengisi suara (voice over) di film animasi Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018).

Serial yang tayang di Prime Video ini tidak hanya mengandalkan satu bintang, melainkan juga menghadirkan jajaran pendukung yang mentereng.

Penonton akan disuguhi aksi Brendan Gleeson sebagai Silvermane, Jack Huston sebagai Flint Marko (Sandman), Li Jun Li sebagai Cat Hardy (Black Cat yang merupakan penyanyi kelab malam), serta Abraham Popoola sebagai Tombstone.

Selain itu, Lamorne Morris memerankan Robbie Robertson, seorang jurnalis sekaligus sahabat Reilly; Karen Rodriguez sebagai Janet, sekretaris yang blak-blakan; serta Jack Mikesell sebagai Molten Man.

Masih ada pula deretan nama lain termasuk Lukas Haas, Cameron Britton, Cary Christopher, Michael Kostroff, Scott MacArthur, Joe Massingill, Whitney Rice, Amanda Schull, Andrew Caldwell, Amy Aquino, Andrew Robinson, dan Kai Caster yang turut memeriahkan serial ini.

Sutradara Harry Bradbeer dan Eksekutif Produser Lord, Miller, Pascal

Di balik kamera, nama-nama besar ikut andil dalam pembuatan serial ini.

Harry Bradbeer, sutradara yang dikenal lewat karya-karyanya dalam Fleabag dan Killing Eve, dipercaya untuk menyutradarai sekaligus menjadi produser eksekutif untuk dua episode pertama dari total delapan episode yang tersedia.

Sementara itu, Oren Uziel (The Lost City) dan Steve Lightfoot (Marvel's The Punisher) ditunjuk sebagai co-showrunner sekaligus produser eksekutif.

Pasangan kreatif Phil Lord dan Christopher Miller, yang telah sukses dengan waralaba Spider-Verse, bersama Amy Pascal turut serta dalam pengembangan serial ini.

Nicolas Cage sendiri juga tercatat sebagai produser eksekutif, menandakan keterlibatannya yang begitu dalam.

Tanggal Rilis dan Cara Menonton Spider-Noir

Bagi yang berada di Amerika Serikat, Anda sudah bisa menikmati tayangan ini lebih awal. MGM+, saluran kabel milik Amazon, menjadi tempat pemutaran perdana pada Senin (25/5/2026).

Seluruh dunia baru bisa mengaksesnya secara bersamaan di Prime Video pada Rabu (27/5/2026) pukul 00.00 dini hari waktu setempat.

Untuk menyaksikan serial yang tayang di Prime Video ini, calon penonton harus memiliki langganan aktif Amazon Prime yang sudah termasuk akses ke Prime Video, atau berlangganan mandiri Prime Video dengan biaya sekitar 8,99 dolar AS per bulan.

Sebagai informasi tambahan, platform streaming tersebut juga menyediakan opsi bebas iklan dengan biaya tambahan 5 dolar AS per bulan.

Kabar baiknya, seluruh delapan episode rilis sekaligus, jadi Anda tidak perlu menunggu pekan demi pekan untuk melanjutkan cerita.

Hitam-Putih vs Warna Penuh Mana yang Lebih Baik?

Salah satu keunikan serial Spider-Noir yang ditayangkan di Prime Video adalah disediakannya dua versi visual: Authentic Black & White dan True-Hue Full Color.

Bagi para puris yang menginginkan nuansa film noir asli, versi hitam-putih menjadi pilihan ideal karena sang aktor utama, Nicolas Cage, mengaku mendesain penampilannya khusus untuk versi ini agar terasa seperti karya sinematik klasik Amerika.

Namun, jangan salah, versi warna punya keunggulannya sendiri.

Produser eksekutif Oren Uziel menyebut tim produksi telah bekerja keras agar kedua versi sama-sama spesial, memberikan sensasi berbeda saat ditonton. Jadi, tidak ada salahnya mencoba kedua-duanya.

Nikmati versi warna untuk melihat detail kostum dan properti era 1930-an, lalu ulang dengan hitam-putih untuk merasakan atmosfer yang lebih kelam dan misterius.

Ulasan Kritikus Rotten Tomatoes Skor 91 Persen Serial Disambut Hangat

Spider-Noir sukses mencuri perhatian para pengamat. Tak lama setelah perilisannya, agregator ulasan Rotten Tomatoes memberikan skor 91% untuk serial ini, menempatkannya di antara adaptasi Spider-Man dengan rating tertinggi, bahkan mengungguli The Amazing Spider-Man dan Spider-Man 3.

Banyak kritikus memuji penampilan "eksentrik" dan "kasar" dari Nicolas Cage yang dinilai sangat cocok dengan karakter.

Visual sinematografi noir yang apik serta gaya bertutur yang segar menjadi nilai lebih.

Meski secara umum mendapat sambutan positif, beberapa kritikus berpendapat bahwa adegan di paruh akhir serial mulai kehilangan pesonanya.

Namun secara keseluruhan, publik dan penggemar di platform media sosial menyebut bahwa serial ini berhasil menghadirkan sesuatu yang benar-benar berbeda di tengah kepungan tontonan superhero yang cenderung itu-itu saja.

Waralaba Spider-Man Perluas Alam Semesta Live-Action

Serial Spider-Noir yang ditayangkan di Prime Video ini menjadi salah satu proyek penting dalam rencana ekspansi Sony dan Amazon ke jagat live-action Spider-Man.

Sebelumnya, Amazon juga telah mengumumkan pengembangan serial lain yang berlatar di alam semesta yang sama, yaitu Silk: Spider Society, yang akan diproduseri oleh Angela Kang (The Walking Dead).

Dengan hadirnya Spider-Noir, Sony dan Amazon berharap dapat memperluas pilihan tontonan bagi penggemar yang ingin mengeksplorasi sisi lebih gelap dari pahlawan bertopeng.

Dengan konsep yang segar, pendekatan sinematik yang unik, serta dukungan penuh dari para kreator di balik waralaba Spider-Verse, serial ini menjadi langkah awal yang meyakinkan bagi lini konten superhero dewasa di platform streaming.

Tanggapan Hangat dari Komunitas di Forum dan Media Sosial

Sejak trailer perdananya dirilis, berbagai forum daring seperti Reddit ramai dengan diskusi positif.

Banyak penggemar menyebut bahwa "energi Nicolas Cage sangat gila" dan keberadaannya di serial ini diyakini mampu menyelamatkan setiap adegan.

Istilah The Cage Law bahkan mulai populer di kalangan penggemar, merujuk pada keyakinan bahwa penampilan aktor tersebut selalu mampu mengangkat kualitas suatu proyek.

Di berbagai grup komunitas, antusiasme juga mengalir deras.

Banyak dari mereka yang sudah tidak sabar menyaksikan bagaimana Lord dan Miller mengembangkan alam semesta alternatif Spider-Man ini.

Salah satu hal yang paling banyak diperbincangkan adalah tampilan visual hitam-putih yang dinilai "tripy, surealis, dan unik", membuat serial ini layak dinikmati bagi pencari pengalaman menonton yang berbeda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.