Jateng

Diungkap Eiichiro Oda, Inilah 9 Fakta Tentang Sabo, Kakak Luffy yang Mewarisi Kekuatan Buah Iblis Ace

Theo Adi Pratama | 9 Januari 2024, 21:47 WIB
Diungkap Eiichiro Oda, Inilah 9 Fakta Tentang Sabo, Kakak Luffy yang Mewarisi Kekuatan Buah Iblis Ace

AKURAT.CO Anime, Diungkap oleh Eiichiro Oda, inilah 9 fakta mengenai Sabo, kakak Luffy yang telah mewarisi ekuatan buah iblis Ace Mera Mera no Mi. 

Pada anime One Piece episode 1089 kemarin kita diperlihat satu karakter penting yakni Sabo. 

Dalam kisah One Piece, Sabo adalah komandan Pasukan Revolusi (Revolutinary Army) dan juga murid dari Monkey D. Dragon.

Baca Juga: 9 Fakta Penting Tentang Sabo, Sosok Kakak Luffy dan Juga Komandan 2 Revolutionary Army

Di alur cerita One Piece episode 1089, terlihat kalau Sabo memberikan informasi penting soal insiden di Mariejoa. Sebelum akhirnya dia menghilang setelah ledakan besar di Kerajaan Lulusia.

Lalu siapakah sebenarnya sosok Sabo ini? Apa hubunganya dengan Ace dan Luffy? Adakah hubungannya dengan Imu Sama. Simak penjelasannya disini. 

Anak Pertama dari Bangsawan Kerajaan Goa

Sabo adalah anak pertama pasangan bangsawan kerajaan Goa. Dia juga punya saudara angkat bernama Sterry.

Karena sejak kecil Sabo hidup dalam kekangan kerajaan, dia ingin pergi berpetualang dan membantu banyak orang.

Baca Juga: Muncul Sosok Imu Sama di Anime One Piece 1089, Siapakah Orang Ini Sebenarnya?

Pada akhirnya Sabo kabur dari Kerajaan Goa dan menuju kawasan Grey Terminal, sebuah tempat area pembuangan kapal dan barang jarahan. 

Masa Kecil Sabo, Menjadi Saudara Bagi Ace dan Luffy

Flashback cerita One Piece, saat di Grey Terminal inilah Sabo bertemu dengan Ace dan Luffy. Ketiganya lalu membentuk sebuah geng anak-anak yang sering berulah di kawasan itu.

Suatu hari Luffy diculik oleh Bajak Laut Blu Jam. Sabo dan Ace bertaruh nyawa menyelamatkan Luffy yang sudah mereka anggap sebagai adik.

Setelah berhasil menyelamatkan Luffy, ketiga bocah ini lalu bertukar cawan dan menjadi saudara seumur hidup. Mereka dikenal dengan Trio ASL (Ace, Sabo, Luffy). 

Dirawat oleh Dragon dan Menjadi Komandan 2 Pasukan Revolusi

Saar umur 12 tahun Sabo sudah berani mulai berlayar ke lautan. Saat itu dia sudah bilang ke Ace dan Luffy akan berpetualang sendiri.

Malangnya, saat sedang berlayar kapalnya dirudal oleh Tenryubito yang saat itu sedang lewat. Sabo nyaris mati tenggelam.

Baca Juga: NGERI! Ada Sosok Misterius yang Menjadi Pengendali Dunia One Piece Dibalik Layar, Ini Dia Profil Imu Sama

Untunglah Sabo diselamatkan ayah Luffy, Monkey D. Dragon dan kemudian dirawat dan dilatih dibawah naungan Pasukan Revolusi.

Bukan Jadi Bajak Laut, Sabo Ingin Menjadi Membuat Buku Petualangnya Sendiri

Berbeda dengan Luffy dan Ace yang memang bercita-cita jadi bajak laut. Sabo justru ingin menjadi petualangan dan menulis buku tentang perjalanannya sendiri.

Sabo senang berpetualangan sendiri tanpa harus mengumpulkan kru. Dia juga tidak berencana mencari One Piece seperti Luffy.

Tujuan Sabo sebenarnya adalah mencari kebebasan dalam menjalani hidupnya. 

Baca Juga: One Piece: 5 Battle Royal Paling Ditunggu di Arc Egghead, Luffy Vs Rob Lucci, Trafalgar Law Vs Kurohige

Tujuan Sabo Saat Ini Menghancurkan Pemerintah Dunia

Tujuan Sabo saat ini sama dengan Pasukan Revolusi, yakni menghancurkan Pemerintah Dunia.

Langkah yang diambil Sabo adalah membantu rakyat kerajaan atau negara yang ditindas oleh Pemerintah Dunia. 

Selain itu, Sabo dan timnya juga punya misi untuk membebaskan Kuma yang saat itu dijadikan budak oleh Tenryubito di Tanah Suci Mariejoa. 

Pewaris Kekuatan Buah Iblis Mera Mera no Mi Setelah Ace

Sejak bergabung dengan Pasukan Revolusi, Sabo belajar banyak hal termasuk teknik bela diri yang diajarkan oleh Hack dan Dragon.

Sabo telah menguasai teknik Cengkraman Naga dan menguasai Haki tingkat dasar.

Kejutan diberikan oleh Eiichiro Oda, saat arc Dressrosa Sabo pergi kesana untuk mengambil buah Mera Mera no Mi peninggalan Ace.

Baca Juga: One Piece Episode 1089: Munculnya Mother Flame, Senjata Pemusnah Massal Ciptaan Dr. Vegapunk

Sabo berhasil mengambil buah itu saat ikut pertarungan arena gladiator melawan beberapa bajak laut kuat di Grand Line.

Difitnah Imu Sama Sebagai Pembunuh Raja Nefertari Cobra

Saat melakukan misi penyelamatan Kuma, Sabo dan timnya menyusup ke Mariejoa saat diadakan pertemuan Reverie. 

Tanpa sengaja Sabo malah nyasar ke sebuah ruangan tahta kosong dimana saat itu terjadi insiden pembunuhan Raja Nefertari Cobra yang dilakukan Imu Sama dan Gorosei.

Sabo awalnya menolong Raja Cobra, namun dia tak sanggup melawan Imu Sama dan Gorosei. Raja Cobra menyuruhnya pergi dan menitipkan pesan untuk Luffy dan Vivi tentang rahasia inisial nama D.

Bisa jadi berkat informasi dari Raja Cobra, Sabo tahu sosok asli Imu Sama, namun saat ini dia memilih untuk merahasiakannya sampai nanti bertemu Luffy atau Vivi. 

Baca Juga: Muncul Sosok Imu Sama di Anime One Piece 1089, Siapakah Orang Ini Sebenarnya?

Sabo Tahu Banyak Rahasia di Dunia One Piece

Sabo diduga mengetahui banyak rahasia dunia One Piece. Apalagi sejak bergabung dengan Revolutinary Army, dia telah mempelajari banyak hal di dunia dari buku-buku peninggalan Ohara.

Hal inilah yanh menjadikan dia juga menjadi orang paling dicari oleh Pemerintah Dunia. Mereka takut kalau sampai membocorkan rahasia-rahasia penting seperti keberadaan Imu Sama dan sejarah abad kekosongan.

Sabo Juga Penyandang Nama D. Seperti Luffy?

Dua saudara masa kecil Sabo mempunyai inisial nama D. Luffy dan Ace. Namu mereka belum tahu apa arti sebenarnya huruf itu.

Raja Cobra memberi tahu Sabo kalau para pemilik nama ini akan mengunjang dunia di masa depan. Dan kunci untuk mengalahkan Pemerintah Dunia.

Baca Juga: One Piece: Apa Sebenarnya itu Mother Flame, Benarkah Benda ini Adalah Senjata Kuno Uranus?

Sabo sebenarnya tidak memiliki inisial nama D. Tapi waktu masih kecil Luffy sengaja memberikan nama D pada Sabo. Namanya menjadi Sa D. Bo. 

Tapi Sabo menolaknya karena nama itu terdengar jelek jika dia yang memakai nama aneh tersebut. 

Itulah deretan fakta dan profil sosok Sabo dan hubungannya dengan Imu Sama. ***



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.