Alasan KEK dan Kawasan Industri di Jateng Jadi Magnet Investasi

JATENG.AKURAT.CO, Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah masih menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan investasinya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellsari mengatakan, kawasan industri merupakan magnet investasi di daerah-daerah.
"Pelaku usaha akan nyaman karena fasilitas yang sudah disediakan oleh pengelola kawasan industri," kata Sakina dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah, di Semarang, Rabu 11 Februari 2026.
Sebagai informasi, berdasarkan pendataan hingga akhir 2025, terdapat:
- 109 perusahaan di KEK Kendal
- 48 perusahaan di KEK Indutropilolis Batang,
- 47 perusahaan Kawasan Industri Candi Semarang
- 31 perusahaan di Kawasan Industri Terboyo Semarang,
- 24 perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang
- 17 perusahaan di Bukit Semarang Baru (BSB) Industrial Park
- 12 perusahaan di Jateng Land Park Sayung Demak
- 5 perusahaan di Batang Industrial Park
- 3 perusahaan kawasan lainnya (Kawasan Industri Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang).
Dikatakan Sakina, kawasan tersebut hanya tersebar di empat kabupaten kota, yaitu Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang. Sementara daerah lain adalah kawasan peruntukan industri.
"Harapannya ada lebih banyak lagi kawasan industri yang tumbuh di Jawa Tengah," ujarnya.
Dia mengajak 31 kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah, yang masih memiliki kawasan peruntukan industri itu untuk diajukan menjadi kawasan industri.
Sakina mengakui, kawasan Pantura memiliki magnet bagi investor dikarenakan ada akses jalan tol. Namun demikian, di kawasan tengah dan selatan Jawa Tengah, juga potensial untuk menjadi kawasan peruntukan industri.
"Kawasan tengah dan selatan juga potensial untuk didorong menjadi kawasan melalui investment project to ready offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada calon investor, salah satunya melalui investment challenge oleh Bank Indonesia," urainya.
Sakina menambahkan, pada tahun 2025, sudah ada 17 proposal dari 13 kabupaten/kota yang mengajukan investment challenge. Harapannya, nanti 35 kabupaten/kota ikut semua.
Karena, penyelenggaraan investment challenge tersebut didukung oleh Bank Indonesia, sehingga menjadi IPRO, dan siap ditawarkan dengan berbagai analisa, baik ekonomi, sosial, dan potensi industri.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melalui berbagai kesempatan juga mendorong daerah untuk menciptakan kawasan ekonomi dan kawasan industri baru di daerah masing-masing.
Beberapa daerah sudah merespons dengan menyiapkan potensi kawasan ekonomi dan kawasan industri baru. Misalnya Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang, dan Rembang.
"Potensinya besar dan banyak yang harus di kerjakan. Adanya kawasan ekonomi dan kawasan industri akan memudahkan untuk investasi sehingga dapat mendorong perekonomian," kata Ahmad Luthfi beberapa waktu lalu.
Dikatakan dia, banyak kemudahan dalam berinvestasi di Jateng, seperti penguatan kawasan industri, percepatan perizinan, serta stabilitas dan kondusivitas daerah. Peningkatan investasi ini menunjukkan kepercayaan yang terus menguat dari para investor kepada Jateng.
Sebagai informasi, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Berdasarkan rilis dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jateng terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional







