Jateng

UPGRIS Sambut 20 Mahasiswa UTM Malaysia, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Penelitian

Arixc Ardana | 15 September 2026, 14:42 WIB
UPGRIS Sambut 20 Mahasiswa UTM Malaysia, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Penelitian
Rektor UPGRIS, Dr Sapto Budoyo SH MH saat menerima perwakilan UTM di kampus tersebut, Selasa (15/9/2026)

JATENG.AKURAT.CO, Sebanyak 20 mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia (UTM) mendapat kesempatan mengikuti program pembelajaran dan pertukaran mahasiswa di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Kedatangan mahasiswa asal Malaysia tersebut tidak hanya diisi dengan aktivitas akademik di lingkungan kampus.

Selama mengikuti program, mereka juga akan mendapatkan pengalaman mengenai seni dan budaya Indonesia, terlibat dalam kegiatan penelitian, hingga diajak melihat secara langsung potensi masyarakat di Kabupaten Semarang.

Program pertukaran mahasiswa ini menjadi salah satu langkah UPGRIS untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran lintas negara bagi mahasiswa.

Rektor UPGRIS, Dr Sapto Budoyo SH MH, mengatakan kehadiran delegasi UTM merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperkuat program internasionalisasi perguruan tinggi.

Menurut Sapto, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata dari kerja sama yang sebelumnya telah disepakati antara UPGRIS dan UTM.

"Pertukaran mahasiswa juga diharapkan berlangsung secara timbal balik, dengan mahasiswa kami berkesempatan mengikuti kegiatan di UTM," ujar Sapto seusai menerima mahasiswa UTM di kampus UPGRIS, Selasa (15/9/2026).

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengalaman akademik. Interaksi antara mahasiswa dan kedua institusi juga dapat menjadi ruang untuk mendapatkan perspektif baru dalam pengembangan perguruan tinggi.

Salah satu bentuknya dilakukan melalui penelitian dan pengamatan yang dikerjakan mahasiswa UTM selama berada di UPGRIS.

"Hasil pengamatan maupun penelitian diharapkan dapat memberikan input untuk pengembangan layanan dan pengelolaan perguruan tinggi," jelasnya.

Mahasiswa UTM Diajak Melihat Potensi Desa Munding

Selain menjalani kegiatan di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa UTM juga akan dibawa keluar kampus untuk mengenal kehidupan masyarakat secara langsung.

Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari agenda tersebut adalah Desa Munding, Kabupaten Semarang.

Di desa tersebut, mahasiswa akan diperkenalkan dengan berbagai potensi yang dikembangkan masyarakat, termasuk aktivitas usaha kecil dan menengah (UKM).

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda kepada mahasiswa asing mengenai potensi ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr Nur Hidayat MHum, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan bagi mahasiswa UTM memang dirancang dengan pendekatan lintas bidang.

"Mmulai dari akademik, seni dan budaya, hingga pengabdian kepada masyarakat," kata Nur Hidayat.

Pada sisi akademik, mahasiswa akan mengikuti sejumlah kegiatan pembelajaran yang telah disiapkan UPGRIS.

Sementara dari aspek seni dan budaya, mereka akan dikenalkan dengan kekayaan tradisi Indonesia. Beberapa di antaranya adalah wayang, gamelan, serta berbagai tari tradisional.

Pengenalan budaya tersebut menjadi bagian penting dalam program pertukaran mahasiswa karena peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dari ruang kelas, tetapi juga memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Beri Masukan untuk Pengembangan UKM

Kunjungan ke Desa Munding juga memiliki tujuan yang lebih luas. Mahasiswa UTM akan melihat secara langsung berbagai potensi yang dimiliki desa dan mengunjungi sejumlah UKM yang berkembang di wilayah tersebut.

Menurut Nur Hidayat, mahasiswa diharapkan tidak sekadar datang sebagai wisatawan, tetapi dapat melakukan pengamatan terhadap kondisi yang ditemui di lapangan.

"Kunjungan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memberikan masukan maupun solusi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas UKM di desa setempat," paparnya.

Dengan demikian, program pertukaran tersebut juga memiliki unsur pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan yang dibawa mahasiswa dari lingkungan akademik diharapkan dapat dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ada Survei Pengelolaan Perguruan Tinggi

Agenda mahasiswa UTM di UPGRIS juga mencakup kegiatan wawancara dan survei terkait pengelolaan universitas.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi kedua institusi untuk saling bertukar perspektif mengenai tata kelola dan manajemen perguruan tinggi.

Bagi UPGRIS, hasil wawancara maupun survei tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan untuk meningkatkan pengelolaan dan layanan perguruan tinggi.

Dengan adanya perspektif dari mahasiswa internasional, kampus dapat memperoleh sudut pandang berbeda mengenai berbagai aspek layanan yang selama ini dijalankan.

Mahasiswa UTM Kenali Kota Semarang

Tidak lengkap rasanya mengikuti program pertukaran mahasiswa di Semarang tanpa mengenal kota tempat mereka menjalani aktivitas selama di Indonesia.

Karena itu, mahasiswa UTM juga akan diajak mengikuti kegiatan wisata untuk mengenal berbagai sisi Kota Semarang.

Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi UPGRIS memperkenalkan Semarang kepada mahasiswa dari luar negeri.

Nur Hidayat mengatakan UPGRIS memiliki pengalaman menerima mahasiswa asing dalam berbagai program internasional.

"Kami secara rutin menerima mahasiswa dari luar negeri hampir setiap semester. Para mahasiswa tersebut kemudian diajak mengenal berbagai sisi Kota Semarang selama berada di Indonesia," jelasnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa UTM tidak hanya memperoleh pengalaman akademik selama berada di UPGRIS, tetapi juga mendapatkan kesempatan memahami budaya, kehidupan masyarakat, potensi ekonomi desa, serta karakter Kota Semarang.

Di sisi lain, program tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara UPGRIS dan UTM, sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pertukaran mahasiswa pun tidak hanya dipandang sebagai agenda kunjungan internasional, melainkan sebagai ruang bagi mahasiswa dan perguruan tinggi untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta membawa pulang perspektif baru bagi pengembangan institusi masing-masing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.