Jateng

Mahasiswa S3 Pakistan Kenalkan Budaya Negeri Mereka kepada Anak-Anak Podorejo

Muhammad Husni Mushonifi | 10 Agustus 2026, 12:10 WIB
Mahasiswa S3 Pakistan Kenalkan Budaya Negeri Mereka kepada Anak-Anak Podorejo

JATENG.AKURAT.CO, Anak-anak di Kelurahan Podorejo, Kota Semarang, mendapat pengalaman berbeda dalam mengenal budaya internasional.  

Tim PPK Ormawa SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan dua mahasiswa doktoral asal Pakistan dalam kegiatan Pojok Literasi Tunas Ngrembaka bertajuk International Cultural & Educational Sharing, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rumpin Podorejo tersebut diikuti 33 anak, 13 anggota tim pelaksana, tiga tim ormawa, serta tujuh anggota satgas. Program ini dirancang untuk memperluas wawasan anak tentang keberagaman budaya sekaligus menanamkan sikap toleransi sejak usia dini.

Dua mahasiswa S3 asal Pakistan, Muhammad Salman dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Muhammad Sharyar dari Universitas Diponegoro (UNDIP), hadir sebagai narasumber.

Keduanya mengajak anak-anak mengenal berbagai aspek kehidupan di Pakistan, mulai dari bahasa, kebiasaan masyarakat, kehidupan sehari-hari hingga permainan tradisional.

Suasana semakin meriah ketika peserta diajak mencoba langsung permainan khas Pakistan, seperti cricket dan kabaddi. Anak-anak juga berkesempatan mengikuti tarian tradisional Pakistan.

Pertukaran budaya kemudian berlangsung dua arah. Anak-anak Podorejo memperkenalkan sejumlah permainan tradisional Indonesia, di antaranya lompat tali, bakiak, dan congklak. Mereka juga mengajarkan lagu daerah Gundul-Gundul Pacul kepada kedua mahasiswa asal Pakistan tersebut.

Muhammad Salman mengaku senang dapat berbagi pengetahuan mengenai budaya Pakistan dengan anak-anak Podorejo. Menurutnya, para peserta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan aktif bertanya, terutama mengenai permainan tradisional di negaranya.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Pakistan melalui generasi muda.

Hal senada disampaikan Muhammad Sharyar. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Pakistan, tetapi juga memberinya pengalaman mempelajari budaya Indonesia secara langsung.

Ia mengaku tertarik dengan permainan congklak dan bakiak serta lagu Gundul-Gundul Pacul yang diperkenalkan anak-anak Podorejo.

Antusiasme juga terlihat dari peserta. Salah satunya Afif mengaku senang bisa bermain bersama kedua mahasiswa Pakistan tersebut. Ia bahkan baru mengetahui permainan kabaddi dan turut mengajarkan lagu Gundul-Gundul Pacul kepada para narasumber.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., yang hadir bersama mitra kerja sama M. Ikhlasul Amal, S.Par., M.Tr.Par., pemilik Issul Bakery.

Farid menilai kegiatan interaksi budaya secara langsung sangat penting untuk memperkenalkan wawasan global kepada anak-anak sejak dini.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa internasional memberikan pembelajaran yang autentik dan melengkapi proses pendidikan di dalam kelas.

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa SGL PGSD UNNES, Farid Fikri Khoirul Rasyid, berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembentukan karakter anak-anak Podorejo.

Ia berharap kegiatan literasi budaya dan multikultural mampu membentuk generasi yang terbuka, toleran, sekaligus memiliki rasa bangga terhadap keberagaman budaya.

Melalui Pojok Literasi Tunas Ngrembaka, PPK Ormawa SGL PGSD UNNES berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter serta wawasan global anak-anak sebagai generasi penerus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.