Jateng

Dies Natalis ke-44 SCU Jadi Momentum Refleksi, Kampus Didorong Tak Sekadar Cetak Lulusan

Arixc Ardana | 6 Agustus 2026, 14:50 WIB
Dies Natalis ke-44 SCU Jadi Momentum Refleksi, Kampus Didorong Tak Sekadar Cetak Lulusan

JATENG.AKURAT.CO, Soegijapranata Catholic University (SCU) memaknai peringatan Dies Natalis ke-44 sebagai momentum refleksi untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak perubahan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho PhD, mengatakan perjalanan selama 44 tahun menjadi penanda bahwa universitas telah melewati berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar institusi.

Menurutnya, dinamika zaman yang terus berubah mengharuskan perguruan tinggi mampu beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Refleksi tersebut berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana SCU telah menjalankan perutusannya kepada masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers Dies Natalis ke-44 SCU, Rabu (5/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Robertus didampingi Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama SCU, Dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, serta Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 SCU, Fidelis Aggiornamento Saintio M.I.Kom.

Menurut Robertus, selama lebih dari empat dekade SCU telah membangun hubungan dengan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, calon mahasiswa, alumni, dunia usaha dan industri, hingga pemerintah.

Berbagai perjumpaan tersebut diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan, motivasi, serta manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi "pabrik" pencetak lulusan. Lebih dari itu, kampus harus hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Tema "Berjumpa dan Menyala" yang diusung pada Dies Natalis tahun ini lahir dari refleksi terhadap kondisi global dan nasional yang penuh tantangan.

Di tengah situasi yang membuat banyak orang kehilangan harapan, SCU ingin menunjukkan bahwa optimisme dapat tumbuh melalui kolaborasi dan perjumpaan.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari implementasi tagline kampus, "Joyful Campus, Joyful Futures."

"Kami mulai mengembangkan makna Joyful Futures agar tidak hanya dirasakan oleh civitas akademika, tetapi juga menghadirkan sukacita dan manfaat bagi masyarakat luas," kata Robertus.

Sebagai implementasi komitmen tersebut, SCU terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra masyarakat.

Dalam sejumlah program tridarma yang terintegrasi, keterlibatan masyarakat bahkan mulai menjadi bagian penting agar keberadaan kampus semakin dirasakan secara langsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 SCU, Fidelis Aggiornamento Saintio, menjelaskan rangkaian kegiatan tahun ini dirancang lebih reflektif, dialogis, dan berorientasi pada dampak nyata.

Perayaan diawali dengan misa syukur yang telah dilaksanakan pada 22 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan sosial, termasuk bakti sosial bersama Ikatan Alumni SCU.

Salah satu agenda unggulan adalah Festival Guru Transformatif, yang dipilih sebagai bentuk kontribusi SCU dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat peran guru sebagai agen perubahan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, puncak Dies Natalis ke-44 SCU dikemas lebih sederhana namun sarat makna.

Melalui orasi ilmiah dan berbagai forum diskusi, civitas academica diajak melakukan refleksi kritis terhadap berbagai tantangan bangsa dan dunia.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SCU berharap Dies Natalis ke-44 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat serta menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dengan semangat kolaborasi, harapan, dan pengabdian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.